
Bola.net - Bek andalan Inter Milan, Alessandro Bastoni, memberikan analisis yang sangat jujur dan mendalam usai timnya dikalahkan Juventus 3-4 dalam laga Derby d'Italia, Sabtu (13/9/2025) malam WIB.
Bastoni tampak berada dalam dilema besar. Di satu sisi, ia merasa Inter bermain jauh lebih baik dari sang rival, namun di sisi lain ia tidak bisa memungkiri ada masalah serius saat sebuah tim harus kebobolan hingga empat gol.
Menurutnya, kekalahan menyakitkan ini mungkin lebih baik diterima di awal musim sebagai sebuah pelajaran yang sangat berharga. Ia menyoroti kurangnya fokus dan kelelahan sebagai biang keladi dari hasil negatif yang diterima timnya.
Kini, ia pun mengajak seluruh rekan setimnya untuk segera melupakan kekalahan tersebut dan menatap laga penting berikutnya. Berikut adalah curahan hati dan analisis lengkap dari sang bek andalan Nerazzurri.
Sulit Berpikir Positif Usai Kebobolan Empat Gol
Alessandro Bastoni mengakui bahwa sangat sulit untuk mencari sisi positif dari sebuah pertandingan. Terlebih jika timnya harus kebobolan hingga empat gol dalam satu laga yang begitu krusial.
Meskipun merasa ada beberapa momen di mana Inter dinaungi ketidakberuntungan, ia secara terbuka menyebut timnya sebenarnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, gawang yang bobol empat kali membuat semua performa apik seakan menjadi sia-sia.
"Ketika Anda kebobolan empat gol, pemikiran tentang pertandingan akan selalu hampir negatif. Kami tidak beruntung di beberapa waktu, mungkin kami pantas mendapatkan lebih dari peluang yang berbeda," ungkapnya di situs resmi klub.
"Tetapi mungkin lebih baik menerima pukulan ini di awal musim, karena jalan masih panjang," imbuhnya.
Kurang Fokus dan Kelelahan Jadi Biang Keladi
Bastoni kemudian menganalisis lebih dalam mengenai penyebab kekalahan timnya, terutama gol keempat Juventus yang tercipta dari jarak jauh. Ia menunjuk dua faktor utama yang menjadi biang keladi dari gol tersebut.
Menurutnya, para pemain Inter terlihat kurang tajam dan kehilangan fokus menjelang akhir pertandingan. Selain itu, ia juga menduga bahwa faktor kelelahan fisik ikut berpengaruh pada menurunnya tingkat konsentrasi tim.
"Kami kebobolan dari jarak jauh, terutama gol keempat: kami harus lebih tajam dan lebih fokus, dan kami mungkin juga sedikit lelah menjelang akhir," terangnya.
"Setelah kebobolan empat gol, selalu sulit untuk berbicara secara positif tentang performa, tetapi dalam tiga hari kompetisi baru dimulai. Kami harus meninjau apa yang salah dan memulai lagi."
Merasa Inter Sebenarnya Tampil Lebih Baik
Di balik kekecewaan yang mendalam, Bastoni rupanya menyimpan sebuah keyakinan yang kuat. Ia merasa bahwa di atas lapangan, Inter adalah tim yang tampil lebih dominan dan lebih baik dari Juventus.
Ia sangat memuji karakter tim yang tidak pernah menyerah, bahkan berhasil bangkit dari ketertinggalan dua kali dan sempat membalikkan keadaan. Namun, ia menyadari bahwa penyelesaian akhir menjadi salah satu kekurangan yang harus segera diperbaiki.
"Kami bermain bagus, kami memiliki persepsi di lapangan untuk menjadi lebih baik, bahkan dalam sikap kami, kami berhasil bangkit dua kali dan membalikkan hasil: kami mungkin kurang tajam dalam mencetak gol, tetapi kami baru saja memulai dan kami pasti akan melakukan yang lebih baik," terangnya.
"Ini adalah musim baru, saya membawa musim lalu dengan bangga karena kami sampai ke final Liga Champions: tidak ada lagi yang perlu ditambahkan tentang apa yang terjadi," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Tersungkur di Markas Juventus, Cristian Chivu Tekankan Pentingnya Fokus
Liga Italia 14 September 2025, 08:41
-
Juventus Menang Dramatis atas Inter, Igor Tudor Puji Mentalitas Pemainnya
Liga Italia 14 September 2025, 08:05
-
Curhat Bastoni Usai Inter Dihajar Juventus: Kami Main Lebih Baik, tapi...
Liga Italia 14 September 2025, 06:34
-
Mengapa Juventus Bisa Kalahkan Inter? Ternyata Ini Jawabannya!
Liga Italia 14 September 2025, 06:24
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR