
Bola.net - Antonio Conte tidak bisa menahan amarahnya usai Napoli tersingkir secara dramatis dari ajang Coppa Italia. Sang pelatih menyoroti kinerja wasit dan badai cedera yang menghantam timnya.
Kekalahan menyakitkan dari Como lewat adu penalti membuat suasana ruang ganti memanas. Conte merasa situasi musim ini sangat tidak berpihak pada Il Partenopei.
Laga di Stadio Diego Armando Maradona itu berakhir imbang 1-1 di waktu normal. Sayangnya, Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka gagal menjalankan tugasnya saat babak sudden death.
Conte pun blak-blakan menyebut kondisi timnya saat ini jauh dari kata ideal untuk bersaing. Ia merasa ada banyak faktor eksternal yang merugikan Napoli.
Semprot Kinerja Wasit dan VAR

Kekesalan Conte bermula dari keputusan wasit terkait insiden Jacobo Ramon. Pemain Como itu lolos dari kartu merah meski melanggar keras Rasmus Hojlund.
Pelatih asal Italia itu menilai standar perwasitan musim ini sangat mengecewakan. Ia meminta otoritas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh.
"Janganlah kita selalu pergi dan membicarakan wasit, karena akan selalu ada seseorang yang mengeluh," ujar Conte kepada Sport Mediaset.
Meski enggan banyak alasan, ia tetap menekankan perlunya perbaikan sistem. Menurutnya, semua pihak kini merasa dirugikan oleh keputusan pengadil.
"Ini tentu bukan musim yang baik bagi wasit dan VAR, saya berharap mereka dapat menemukan sesuatu yang akan memperbaiki situasi," tegas Conte.
Mantan pelatih Chelsea itu menuntut adanya peningkatan kualitas dari para ofisial. Hal ini dianggap krusial demi kemajuan sepak bola Italia.
"Faktanya adalah, semua orang mengeluh, pelatih, pemain, dan penggemar, jadi olahraga ini perlu melangkah maju dan berbenah," lanjutnya.
Badai Cedera Tak Masuk Akal
Selain masalah wasit, Conte lebih pusing memikirkan krisis pemain yang tak kunjung usai. Daftar pemain Napoli yang masuk ruang perawatan semakin panjang.
Cedera parah menimpa pilar-pilar utama yang menjadi tulang punggung tim. Conte merasa nasib buruk ini sangat aneh dan belum pernah ia alami sebelumnya.
"Apa yang bisa kami lakukan adalah pergi ke kuil dan berdoa, karena ini adalah cedera yang berlangsung sepanjang musim," keluh Conte dengan nada frustrasi.
Situasi ini membuat sang pelatih kehabisan opsi taktik di lapangan. Ia menyebutkan sederet nama bintang yang harus menepi dalam waktu lama.
"Bagaimana Anda bisa memprediksi cedera Di Lorenzo, atau Lukaku dengan tendon lepas, De Bruyne dengan kerusakan tendon, atau Gilmour yang butuh operasi," tambahnya.
Skuad Tipis dan Kelelahan
Absennya enam hingga tujuh pemain inti memaksa Conte memutar otak lebih keras. Pemain yang tersisa harus terus bermain tanpa henti setiap pekannya.
Kondisi ini menciptakan efek domino berupa kelelahan fisik yang ekstrem. Scott McTominay dan Amir Rrahmani menjadi korban dari minimnya rotasi pemain.
"Dengan enam atau tujuh pemain penting absen selama berbulan-bulan, itu memaksa pemain yang sama untuk terus bermain sepanjang waktu," jelas Conte.
Masalah ini diperparah dengan pasifnya manajemen di bursa transfer lalu. Conte merasa tidak mendapat dukungan yang cukup untuk menambal skuad.
"Saya diberitahu kami tidak bisa melakukan apa pun di bursa transfer, kami mendatangkan dua anak muda untuk membantu kami," ungkapnya.
Lupakan Mimpi Scudetto
Ketika ditanya soal peluang mengejar Inter Milan di jalur Scudetto, Conte tertawa getir. Ia menganggap pertanyaan tersebut sangat tidak masuk akal.
Jarak sembilan poin dan kondisi skuad yang pincang membuat target juara terasa mustahil. Ia meminta media untuk lebih realistis melihat fakta di lapangan.
"Sungguh pertanyaan yang tidak masuk akal," cetus Conte sambil tertawa pahit.
Baginya, fokus utama saat ini adalah bertahan hidup dengan sumber daya seadanya. Bicara gelar juara di tengah krisis hanya akan terdengar konyol.
"Mengenai Scudetto, ada jarak sembilan poin, kami punya masalah serius dan Anda berbicara tentang Scudetto, ayolah," pungkasnya dengan nada tinggi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nature is Healing! Ketika Dua Eks Man United Jadi Pahlawan di Napoli
Liga Inggris 8 Februari 2026, 18:01
-
Antonio Conte Terpukau Joao Pedro, Pemain yang Sebabkan Napoli Keok dari Chelsea
Liga Inggris 30 Januari 2026, 17:47
-
Napoli Tersingkir dari Liga Champions, Ini Penjelasan Antonio Conte
Liga Champions 29 Januari 2026, 07:43
LATEST UPDATE
-
Benarkah Alejandro Garnacho Pembelian Gagal Chelsea?
Liga Inggris 13 Februari 2026, 09:08
-
Tragedi Metropolitano! Barca Hancur Lebur, Flick Sebut Cek VAR 7 Menit Tak Masuk Akal
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:55
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 13 Februari 2026, 08:40
-
Atletico Madrid vs Barcelona: Skor 4-0 dan Kembalinya Magis Julian Alvarez
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:35
-
5 Pelajaran dari Brentford vs Arsenal: Persaingan Gelar Dijamin Panas hingga Akhir
Liga Inggris 13 Februari 2026, 07:24
-
Rapor Pemain Arsenal Saat Ditahan Imbang Brentford: Semuanya Serba Nanggung
Liga Inggris 13 Februari 2026, 06:19
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Barcelona: Ademola Lookman
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 05:56
-
Man of the Match Brentford vs Arsenal: Piero Hincapie
Liga Inggris 13 Februari 2026, 05:42
-
Hasil Atletico Madrid vs Barcelona: Blaugrana Luluh Lantak di Metropolitano
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 05:23
-
Gerrard Terpukau Wirtz Usai Liverpool Hentikan Rekor Kandang Sunderland
Liga Inggris 13 Februari 2026, 02:37
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00























KOMENTAR