
Bola.net - Hellas Verona mencuri perhatian saat menahan imbang Juventus 1-1 di Allianz Stadium, Minggu (3/5/2026) malam WIB. Meski sudah dipastikan turun ke Serie B, tim tamu tetap bermain tanpa beban dan memberi perlawanan sengit sejak awal laga.
Verona bahkan sempat unggul lebih dulu sebelum Juventus menyamakan kedudukan di babak kedua. Dusan Vlahovic menjadi penyelamat tuan rumah lewat gol yang menjaga posisi mereka di peringkat keempat klasemen sementara Serie A, meski jarak dengan AS Roma kini hanya terpaut empat poin.
Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada jalannya pertandingan di atas lapangan. Ketegangan justru terasa kuat di area pinggir lapangan, terutama dari kubu Verona. Direktur Olahraga Verona, Sean Sogliano, terlihat sangat emosional hingga akhirnya menerima kartu merah pada menit-menit akhir.
Sogliano tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap sikap pemain dan staf Juventus sepanjang pertandingan. Situasi memanas saat wasit memberikan tendangan bebas untuk Juventus menjelang laga usai, yang menurutnya menjadi bagian dari rangkaian keputusan yang dianggap tidak adil.
Kecaman Sogliano terhadap Budaya Sepak Bola Italia

Sean Sogliano menilai ada persoalan mendasar dalam budaya sepak bola Italia saat ini. Ia mempertanyakan mengapa tim sebesar Juventus masih kerap melayangkan protes kepada wasit, bahkan saat menghadapi tim yang sudah terdegradasi seperti Verona.
Menurutnya, kebiasaan mengeluh berlebihan justru menjadi kemunduran bagi kualitas sepak bola itu sendiri. Ia juga mengaitkan sikap tersebut dengan kegagalan tim nasional Italia lolos ke Piala Dunia, karena drama di luar lapangan sering kali mengaburkan esensi permainan.
“Saya diusir hari ini juga karena melihat hal-hal yang tidak saya sukai,” ujar Sean Sogliano kepada Sky Sport.
“Kita bicara tentang budaya dan fakta bahwa kita tidak pergi ke Piala Dunia. Di sini ceritanya selalu sama saja. Bahkan melawan tim yang sudah terdegradasi, saya mendengar hal-hal yang tidak ingin saya ulangi, karena jika saya mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya mungkin harus berhenti bekerja,” tegasnya.
Kritik Tajam untuk Protes Pemain Juventus
Sogliano secara khusus menyoroti intensitas protes yang dilakukan pemain tim besar terhadap wasit. Ia menilai Juventus tidak perlu bersikap demikian, mengingat kualitas skuad dan dukungan suporter yang mereka miliki sudah sangat kuat.
Ia menyampaikan kritik tersebut dengan emosi setelah memperhatikan situasi di bangku cadangan kedua tim. Bahkan, ia menantang pihak penyiar untuk merekam aktivitas di bench agar publik bisa melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi sepanjang pertandingan.
"Tim kuat yang mengeluh soal wasit padahal dalam satu menit, fans mereka seolah akan membantu memasukkan bola ke gawang untuk mereka," sindir Sogliano terhadap sikap lawan.
"Verona menunjukkan harga diri dan mendapatkan poin. Jika seseorang diusir karena kehilangan kesabaran atas hal-hal tertentu, rekamlah kedua bangku cadangan, barulah kita punya bahan bicara selain soal VAR," lanjutnya dengan nada berang.
Kebanggaan Verona Meski Harus Turun Kasta
Di balik hasil imbang ini, Verona membawa pulang lebih dari sekadar satu poin. Sogliano menilai timnya telah menjaga harga diri dengan menunjukkan determinasi tinggi hingga peluit akhir berbunyi.
Ia menegaskan bahwa degradasi tidak menghapus kebanggaan klub dan para pemainnya. Mereka tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak setelah mampu memberi perlawanan berarti kepada salah satu tim besar Italia.
“Saya mengatakan ini sebagai seseorang yang sudah terdegradasi, jadi tidak ada yang benar-benar peduli,” ucap Sogliano menutup pembicaraan.
“Saya pulang bersama para pemain dan klub karena kami adalah orang-orang dengan harga diri,” tambahnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR