Guglielmo Vicario Murka Usai Juventus Kalah Dramatis dari Sassuolo

Guglielmo Vicario Murka Usai Juventus Kalah Dramatis dari Sassuolo
Pemain Sassuolo Luca Lipani (depan) berebut bola dengan pemain Juventus Teun Koopmeiners dalam pertandingan Serie A, Senin (14/9/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Bola.net - Guglielmo Vicario meluapkan kekecewaannya setelah Juventus kalah dramatis dari Sassuolo. Kiper Bianconeri itu menilai timnya tidak seharusnya kebobolan dengan cara seperti yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

Juventus gagal membawa pulang poin dari lawatan ke markas Sassuolo pada pekan keempat Serie A 2026/2027. Bermain di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB, Bianconeri menyerah dengan skor 2-3.

Sassuolo dua kali memimpin melalui Sebastiano Esposito dan Kieron Bowie, tetapi Juventus selalu mampu menyamakan kedudukan lewat Edon Zhegrova. Gol kedua Zhegrova tercipta pada menit ke-90+1 setelah Bowie membuat tuan rumah unggul pada menit ke-89.

Vasilije Adzic kemudian menjadi penentu kemenangan Sassuolo melalui gol pada menit ke-90+4. Hasil tersebut membuat Juventus berada di posisi kedelapan dengan tujuh poin, sedangkan Sassuolo menempati peringkat kesembilan dengan koleksi angka yang sama.

1 dari 4 halaman

Vicario Soroti Kesalahan Juventus

Pemain Sassuolo Kristian Thorstvedt (depan) berebut bola dengan pemain Juventus Douglas Luiz dalam pertandingan Serie A, Senin (14/9/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Pemain Sassuolo Kristian Thorstvedt (depan) berebut bola dengan pemain Juventus Douglas Luiz dalam pertandingan Serie A, Senin (14/9/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Juventus sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan setelah dua kali bangkit dari ketertinggalan. Namun, keinginan untuk terus menyerang justru membuat lini belakang mereka terbuka pada penghujung pertandingan.

Vicario kecewa karena Juventus sudah membahas pentingnya menjaga keseimbangan sepanjang pekan. Ia menilai timnya tidak boleh memberikan ruang seperti itu kepada lawan, terlebih dengan kualitas yang dimiliki skuad Juventus.

"Ada kepahitan yang besar karena saya memahami keinginan untuk maju dan memenangkan pertandingan, karena kami adalah Juventus dan merupakan kewajiban kami untuk selalu mengincar kemenangan. Namun, kami kehilangan keseimbangan dan kami sudah membicarakan hal ini sepanjang pekan," kata Vicario kepada DAZN Italia.

"Juventus tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu. Ini adalah klub dengan sejarah yang gemilang dan kami tidak boleh membiarkan gol-gol seperti itu terjadi. Kami harus lebih tenang dan seimbang karena kami memiliki tim yang penuh kualitas dan kami akan mampu menciptakan peluang," lanjut Vicario.

2 dari 4 halaman

Vicario Minta Juventus Lebih Berhati-hati

Pemain Juventus Jhon Lucumi (kanan) berebut bola dengan pemain Sassuolo Domenico Berardi dalam pertandingan Serie A, Senin (14/9/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Pemain Juventus Jhon Lucumi (kanan) berebut bola dengan pemain Sassuolo Domenico Berardi dalam pertandingan Serie A, Senin (14/9/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Kekalahan dari Sassuolo terasa semakin mengecewakan karena Juventus sempat membalikkan momentum pertandingan. Vicario menilai tim harus mampu mengendalikan situasi ketika pertandingan memasuki fase akhir dan tidak terburu-buru mengejar kemenangan.

Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan mencetak gol pada detik-detik terakhir harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga pertahanan. Juventus sebelumnya sempat mendapatkan keuntungan dari gol telat ketika Federico Gatti menyelamatkan mereka dari kekalahan melawan AC Milan.

"Menurut saya, keduanya, karena kami sudah berhasil membalikkan keadaan untuk menguntungkan kami. Kami harus mampu mengendalikan momen-momen pertandingan seperti ini dengan lebih baik karena kami memiliki kualitas," ujar Vicario.

"Kami harus menyadari bahwa kami bisa mencetak gol pada detik terakhir, tetapi kami juga bisa kebobolan, jadi kami perlu sedikit lebih berhati-hati," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Vicario Tolak Jadikan Cedera Alasan

Juventus tengah menghadapi masalah cedera yang cukup serius, termasuk kehilangan kapten Manuel Locatelli selama empat hingga enam bulan setelah menjalani operasi meniskus. Vicario mengakui absennya Locatelli merupakan kehilangan besar bagi tim.

Meski demikian, Vicario tidak ingin kondisi tersebut dijadikan alasan atas hasil buruk yang mereka dapatkan. Ia percaya Juventus masih memiliki pemain berkualitas untuk mengatasi situasi tersebut.

"Tentu saja, dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami, tetapi kami tidak bisa bersembunyi di balik alasan-alasan seperti ini," jelas Vicario.

"Kami sedih kehilangan Manuel, tetapi cederanya merupakan masalah jangka panjang dan kami memiliki pemain-pemain berkualitas di dalam skuad. Kami tidak bisa terus mencari alasan," pungkasnya.

Sumber: Football Italia

4 dari 4 halaman

Klasemen Serie A


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL