Mengawali pertandingan dengan positif, Lazio ingin segera membuat para pendukungnya bersorak merayakan gol. Penyelamatan Handanovic menggagalkan tendangan Antonio Candreva yang dengan cukup mudah melakukan penetrasi ke pertahanan Inter.
Tak berselang lama pemain yang sama membawa tuan rumah unggul. Di menit kedelapan ia menyelesaikan kerja samanya dengan Felipe Andersen.
Dengan kekalahan yang diterima Roma dalam pertandingan sebelumnya, Lazio memburu tiga poin agar bisa naik ke posisi kedua. Suasana di dalam stadion yang diciptakan fans tuan rumah pun mendukung perjuangan mereka.
Di satu sisi, lini depan Inter masih mengalami kendala dalam melakukan penyelesaian akhir. Kombinasi Hernanes dan Guarin memberi peluang bagi Icardi, namun tendangan striker Argentina itu justru melambung.
Giliran berikutnya adalah tendangan Mauri yang digagalkan Handanovic, rebound coba dimanfaatkan Parolo tapi Handanovic kembali jadi penyelamat dan bola dibuang Ranocchia.
Angin berubah arah ketika di menit 24 Mauricio diganjar kartu merah oleh wasit Massa, meski Palacio lebih terlihat tidak dilanggar dengan keras. Dua menit berikutnya Hernanes menyamakan kedudukan dengan memanfaatkan skema tendangan bebas.
Otomatis Inter berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Masalahnya, 10 pemain Lazio tetap bermain dengan gagah berani, mereka sama sekali tidak mengendurkan kecepatan yang dikembangkan sejak awal.
Reaksi Marchetti menggagalkan kesempatan Palacio, sementara Handanovic juga menyelamatkan gawangnya dengan menepis bola lengkung dari Biglia di penghujung 45 menit pertama.
Kedua tim akhirnya memasuki ruang ganti pemain dengan kedudukan sama kuat, 1-1. Berencana untuk menambah tekanan, Mancini memainkan Podolski dengan menarik keluar Guarin di awal babak kedua.
Sekali lagi, 10 pemain Lazio sama sekali tidak mengendurkan serangannya. Usai Parolo melakukan blok atas usaha Hernanes, giliran Klose dan Felipe Anderson yang menebar ancaman di kotak penalti La Beneamata, untung Handanovic tetap tangguh.
Satu jam pertandingan berjalan, Lazio kembali kehilangan pemain karena kartu merah. Federico Marchetti melakukan pelanggaran pada Icardi dalam kondisi satu lawan satu.
Wasit menunjuk titik putih dan Mauro Icardi yang menjadi algojonya gagal mengkonversi peluang emas tersebut. Kiper pengganti Etrit Berisha sukses membaca arah bola.
Kini Inter lebih unggul dalam penguasaan bola sedangkan mau tidak mau Lazio lebih banyak bertahan. Meski begitu beberapa kali pertahanan Inter mudah ditembus. Hal ini membuat allenatore Stefano Pioli berani menurunkan Balde Keita yang memiliki kecepatan untuk melakukan serangan balik.
Kegagalan demi kegagalan Inter untuk memetik keunggulan akhirnya terbayar lunas enam menit jelang berakhirnya waktu normal babak kedua. Hernanes mengirim tendangan rendah ke tiang jauh setelah menerima umpan Mateo Kovacic.
Tak lama kemudian peluit panjang pun berbunyi. Posisi Elang Ibukota tetap di bawah Roma, sementara Inter kini hanya berjarak tiga poin dari Fiorentina yang menduduki posisi terakhir zona Liga Europa.
Susunan pemain
Lazio : Marchetti; Basta, Mauricio, Ciani, Radu; Biglia, Parolo; Candreva (Keita 77), Mauri (Braafheid 27), Felipe Anderson; Klose (Berisha 62).
Inter Milan : Handanovic; D'Ambrosio (Nagatomo 69), Ranocchia, Vidic, Juan Jesus; Guarin (Podolski 46), Medel, Kovacic; Hernanes; Palacio (Brozovic 92), Icardi.
Statistik pertandingan
Shots (on terget) : 12 (6) - 14 (7)
Tendangan penjuru : 8 - 3
Pelanggaran : 14 - 14
Ball poss : 31 - 69. (bola/dct)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lazio vs Inter Milan : Skor 1-2
Liga Italia 11 Mei 2015, 03:45
-
Hasil Levante vs Atletico Madrid : Skor 2-2
Liga Spanyol 10 Mei 2015, 18:58
-
Hasil AC Milan vs AS Roma : Skor 2-1
Liga Italia 10 Mei 2015, 03:55
-
Hasil Real Madrid vs Valencia : Skor 2-2
Liga Spanyol 10 Mei 2015, 02:58
-
Hasil Crystal Palace vs Manchester United : Skor 1-2
Liga Inggris 10 Mei 2015, 01:33
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR