
Bola.net - Inter harus menerima hasil mengecewakan setelah kalah tipis dari rival sekota, Milan, dalam lanjutan Serie A. Kekalahan itu membuat keunggulan Nerazzurri di puncak klasemen sedikit terpangkas, meski posisi mereka masih cukup aman.
Tim asuhan Simone Inzaghi terlihat kurang tajam sepanjang pertandingan. Kondisi tersebut diperparah oleh absennya dua penyerang utama, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez, yang membuat lini depan Inter kehilangan daya dobrak.
Bek sayap Federico Dimarco kemudian mencoba menjelaskan apa yang terjadi di lapangan. Ia mengakui timnya kesulitan bereaksi setelah kebobolan, meski tetap menilai Inter masih berada dalam posisi kuat di klasemen.
Inter Kesulitan Membongkar Pertahanan Milan

Inter tampak tidak berada dalam performa terbaik saat menghadapi Milan. Tim terlihat kurang padu, terutama setelah kehilangan dua penyerang utama akibat masalah kesehatan dan cedera.
Situasi itu membuat sejumlah peluang yang tercipta tidak mampu dimaksimalkan dengan baik. Dimarco dan Henrikh Mkhitaryan termasuk pemain yang sempat mendapatkan kesempatan emas, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.
Sebaliknya, Milan tampil lebih efektif ketika mendapatkan peluang. Pervis Estupinan berhasil menyambut umpan terobosan Youssouf Fofana sebelum mengejutkan Yann Sommer lewat tembakan ke tiang dekat.
“Milan turun sangat dalam setelah gol mereka, seperti yang sudah kami perkirakan. Kenyataannya, kami menciptakan terlalu sedikit peluang untuk benar-benar menyakiti mereka,” ujar Dimarco kepada DAZN Italia.
“Kami menyiapkan pertandingan dengan blok rendah hingga menengah agar bisa meningkatkan tekanan. Ketika peluang itu datang kepada saya, bola memantul dan saya tidak menyambutnya dengan baik.”
Dimarco Akui Inter Sering Lambat Bereaksi

Hasil tersebut mengakhiri catatan panjang tak terkalahkan Inter di Serie A sejak Derby della Madonnina sebelumnya pada November 2025. Dalam rentang itu, Inter mencatatkan 14 kemenangan dan satu hasil imbang melawan Napoli.
Meski demikian, Dimarco mengakui timnya memang sering kesulitan merespons setelah kebobolan lebih dulu. Ia menyebut reaksi Inter kerap tidak cukup kuat untuk membalikkan keadaan.
“Ketika kami kebobolan, kami sering kesulitan bereaksi, atau lebih tepatnya kami tidak bereaksi dengan determinasi yang cukup,” kata Dimarco.
“Sulit menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Tim ini tetap bersatu, kami menjalani musim yang hebat dan masih unggul tujuh poin di puncak klasemen.”
Inter Masih Pegang Kendali
Ia juga menegaskan bahwa situasi di klasemen masih berada dalam kendali Inter. Meski kalah dari rival sekota, faktanya di klasemen Inter masih unggul 7 poin dari Milan dan tampak nyaman dalam persaingan menuju juara.
“Kami harus tetap tenang, karena nasib kami sepenuhnya masih berada di tangan kami," sambung Dimarco.
Dengan sepuluh pertandingan tersisa di Serie A, Inter masih memang masih jadi unggulan. Meski demikian, statistik menunjukkan mereka belum terlalu meyakinkan dalam laga besar musim ini, dengan hanya dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan melawan Milan, Napoli, Roma, dan Juventus.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Cerita Luka Modric di Balik Derby Milan: Undang 60 Tamu Khusus, Kehadiran Sergio Ramos jadi 'Jimat' Kemenangan
- 3 Rekor AC Milan Usai Bungkam Inter di Derby della Madonnina: Kutuk Nerazzurri dan Catatan Bersejarah Estupinan
- Rapor Pemain Milan Saat kalahkan Inter: Estupinan Pahlawan, Lini Belakang Rossoneri Tampil Disiplin
- Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
- Hasil Milan vs Inter: Derby della Madonnina Milik Rossoneri
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kurang Tajam di Depan Gawang, Inter Tumbang di Derby Milan
Liga Italia 9 Maret 2026, 17:30
-
Cara AC Milan Hentikan Federico Dimarco di Derby Della Madonnina
Liga Italia 9 Maret 2026, 17:00
-
Kalahkan Inter Milan, AC Milan Masih Tabu untuk Bicara Scudetto
Liga Italia 9 Maret 2026, 16:02
-
AC Milan Diklaim Kalahkan Inter Milan dengan Strategi Parkir Bus
Liga Italia 9 Maret 2026, 15:51
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR