
Bola.net - Inter Milan kembali gagal meraih kemenangan. Hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Fiorentina, Stadio Artemio Franchi, memperpanjang tren negatif sang pemimpin klasemen Serie A yang seolah mulai kehabisan bensin di fase krusial.
Dampaknya terasa nyata bagi persaingan Scudetto. Keunggulan poin yang semula nyaman kini mulai terpangkas, memberikan harapan baru bagi AC Milan dan Napoli untuk merusak pesta Nerazzurri.
Laga sebenarnya diawali dengan ledakan instan melalui gol Francesco Pio Esposito saat laga belum genap berjalan satu menit. Namun, Fiorentina bangkit membalas lewat sontekan Cher Ndour yang memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Yann Sommer.
Di tengah hujan kritik yang mulai mengguyur skuat asuhan Cristian Chivu, sebuah pembelaan muncul dari pinggir lapangan.
Aleksandar Kolarov, asisten pelatih yang mengisi kursi panas sementara karena sanksi larangan mendampingi tim bagi Chivu, memilih untuk bersikap defensif menghadapi tekanan media.
Kolarov: Berhenti Anggap Remeh Pencapaian Inter

Kolarov tidak menampik bahwa performa timnya sedang mengalami penurunan standar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa status Inter sebagai pemuncak klasemen bukanlah sebuah kebetulan yang bisa dipandang sebelah mata.
“Kami tahu tiga poin sangat fundamental, tapi Fiorentina juga layak mendapatkan apresiasi atas performa mereka,” ungkap Kolarov kepada DAZN Italia.
Ia menyadari publik mulai gelisah melihat grafik permainan Inter yang menukik. Baginya, satu poin dari kandang lawan yang sedang dalam performa terbaik tetap memiliki nilai positif.
“Ini bukan pertandingan terbaik kami dan kami tidak sedang dalam periode terbaik musim ini, tapi kami masih unggul enam poin di puncak klasemen. Semuanya tetap berada di tangan kami,” tegasnya.
Masalah Mental dan Rekor Buruk Saat Unggul
Inter punya penyakit kronis yang kumat di Florence. Musim ini, mereka telah membuang total 12 poin dari posisi unggul terlebih dahulu—catatan terburuk dibandingkan klub Serie A lainnya.
Kolarov mensinyalir adanya penurunan determinasi dan ketajaman yang dipicu oleh jadwal padat. Kelelahan fisik disebutnya sebagai faktor utama yang menggerogoti konsentrasi para pemain di menit-menit krusial.
“Kami kekurangan determinasi dan mungkin juga ketajaman, karena kelelahan terakumulasi dari banyaknya pertandingan yang telah dijalani,” imbuhnya.
Ia merasa heran dengan narasi publik yang seolah mewajibkan Inter untuk selalu menang dengan skor telak di setiap laga.
“Saya ingin tegaskan, saat bicara soal Inter, orang-orang bertindak seolah kami harus menganggap semuanya remeh. Jika kami unggul enam poin, itu artinya kami telah melakukan banyak hal baik sepanjang musim ini,” semprot Kolarov.
Menanti Kembalinya Lautaro Martinez
Tanpa kemenangan dalam empat laga kompetitif terakhir menjadi sinyal bahaya bagi Inter. Absennya Lautaro Martinez akibat cedera dituding sebagai lubang besar yang gagal ditambupi oleh barisan striker lainnya.
Kolarov menepis anggapan bahwa masalah hanya ada pada tumpulnya lini depan. Menurutnya, kegagalan tim membangun serangan dari lini belakang juga menjadi penyebab minimnya suplai bola matang.
“Para penyerang sangat fundamental bagi gaya main kami, mereka harus mampu menahan bola. Namun, kami juga butuh kualitas yang lebih baik saat membangun serangan dari belakang untuk memberi servis yang tepat bagi para striker,” jelasnya.
Kini, fokus Inter terbelah ke jeda internasional di mana sebagian besar pemainnya akan bergabung dengan Timnas Italia asuhan Gennaro Gattuso.
Kolarov hanya bisa berharap para pemainnya kembali dalam kondisi bugar untuk menghadapi jadwal neraka melawan Roma dan Como setelah jeda berakhir. Ia mengonfirmasi hampir seluruh pemain dalam kondisi sehat, kecuali Alessandro Bastoni yang masih dalam pantauan medis.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saingi AC Milan dan Inter Milan, Aston Villa Masuk Perburuan Mario Gila
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:52
-
Inter Milan Terjebak Tren Negatif, Puasa Kemenangan Terburuk Sejak 2023
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:46
-
Juventus Perlu Tegas Tentukan Algojo Penalti demi Hasil Maksimal
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:38
-
Bagaimana Hierarki Serangan Juventus Seiring Kembalinya Vlahovic dan Milik?
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:32
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR