
Bola.net - Inter Milan resmi mengunci gelar Serie A musim ini setelah menaklukkan Parma 2-0 di Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut memastikan Scudetto kembali ke tangan Nerazzurri di hadapan pendukung sendiri.
Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan menjadi pencetak gol dalam laga penentu itu. Thuram kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol di lima laga liga beruntun, sementara Mkhitaryan memastikan kemenangan lewat gol di babak kedua.
Perjalanan Inter menuju gelar tidak berlangsung mulus. Mereka sempat terpukul usai gagal meraih trofi di musim sebelumnya, ditambah perubahan besar di kursi pelatih ketika Simone Inzaghi digantikan Cristian Chivu.
Lautaro Martinez sebagai kapten tim juga sempat mengambil langkah tegas di awal musim. Ia melontarkan kritik kepada rekan setimnya demi menjaga standar dan komitmen dalam skuad, yang kemudian menjadi titik balik kebangkitan Inter.
Kejujuran Lautaro Martinez

Lautaro Martinez mengakui bahwa dirinya sempat menyampaikan kritik terbuka saat situasi tim tidak stabil. Ia menilai beberapa hal di dalam tim tidak berjalan sesuai harapan dan merasa perlu menyuarakannya.
Menurutnya, langkah tersebut lahir dari rasa tanggung jawab sebagai kapten, bukan emosi sesaat. Kini ia menilai keputusan itu ikut membantu membentuk karakter tim yang lebih solid.
"Apa yang saya katakan saat itu adalah apa yang saya rasakan dan sudah saya pendam di dalam hati. Saya tidak merencanakannya, saya hanya melihat beberapa hal yang tidak saya sukai, dan saya mengatakan apa yang saya pikirkan," ujar Lautaro Martinez kepada DAZN Italia.
"Kami merasa sangat bahagia sekarang. Tidak mudah untuk memulai kembali setelah musim di mana kami kehilangan semua kompetisi yang kami ikuti tepat di akhir, tetapi saya sangat senang hari ini dengan pencapaian ini," lanjutnya.
Dampak Cristian Chivu di Inter

Penunjukan Cristian Chivu sempat memunculkan keraguan karena minim pengalaman di level tertinggi. Namun, pelatih asal Rumania itu cepat memberikan dampak positif sejak awal kedatangannya.
Chivu membawa suasana kerja yang lebih segar dan menekankan pentingnya kebersamaan di dalam tim. Pendekatan tersebut membuat pemain lebih nyaman dan termotivasi dalam setiap sesi latihan.
"Pelatih bekerja sangat baik dengan membawa energi segar dan antusiasme. Jadi setelah empat tahun yang luar biasa bersama Simone, mungkin kami butuh perubahan suasana setelah Final Liga Champions itu," ungkap Lautaro.
"Chivu memastikan semua orang merasa dilibatkan dan bahkan bisa berlatih dengan senyuman, itu sangat membantu," tambahnya.
Ambisi Meraih Double Winner Musim Ini
Inter belum ingin berhenti setelah mengamankan Scudetto. Mereka masih membidik gelar Coppa Italia yang akan diperebutkan melawan Lazio di Stadio Olimpico.
Selain target tim, Lautaro juga masih bersaing dalam perebutan gelar top skor liga. Ia menegaskan bahwa semangat juara telah menjadi bagian dari identitas tim musim ini.
"Selalu ada lebih banyak ruang di lemari trofi! Ini adalah mentalitas saya dan juga Inter, jadi saya sangat bangga mengenakan seragam ini," tegasnya.
"Di liga yang seimbang seperti ini, kami berhasil menjaga fokus sebagai sebuah grup. Inilah hal terindah yang membuat saya terkesan, yakni persatuan dari tim ini," pungkas Lautaro.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden Inter Akui Barcelona Tertarik pada Alessandro Bastoni
Liga Italia 4 Mei 2026, 21:16
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR