Jelang Milan vs Como, Fabregas Puji Mental Rossoneri dan Singgung Realita Scudetto

Jelang Milan vs Como, Fabregas Puji Mental Rossoneri dan Singgung Realita Scudetto
Pelatih Como, Cesc Fabregas. (c) Fabrizio Corradetti/LaPresse via AP

Bola.net - Laga tunda pekan ke-24 Serie A 2025/2026 mempertemukan AC Milan dan Como 1907 pada Kamis (19/02/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat posisi kedua tim di papan klasemen.

Pertemuan ini bukan sekadar duel biasa karena keduanya sudah saling menguji pada putaran sebelumnya. Saat itu, Como harus mengakui keunggulan Milan meski sempat memberi perlawanan berarti.

Dalam laga yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Januari lalu, Como takluk 1-3 dari Rossoneri. Kekalahan itu menjadi bahan refleksi penting bagi tim asuhan Cesc Fabregas.

Menjelang pertemuan terbaru ini, Fabregas justru melontarkan pujian kepada skuad Milan. Di sisi lain, ia juga menepis anggapan bahwa Como saat ini sudah siap berbicara soal Scudetto.

1 dari 4 halaman

Fabregas Akui Kematangan dan Mentalitas AC Milan

Selebrasi Christopher Nkunku setelah mencetak gol dalam laga Serie A antara Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 16 Januari 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Selebrasi Christopher Nkunku setelah mencetak gol dalam laga Serie A antara Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 16 Januari 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Pertemuan sebelumnya memperlihatkan bagaimana Milan mampu membalikkan keadaan dengan tenang. Gol Marc-Oliver Kempf pada menit ke-10 sempat memberi harapan bagi tuan rumah, namun Milan merespons lewat Christopher Nkunku dan dua gol Adrien Rabiot.

Fabregas menilai kekuatan utama Milan bukan hanya kualitas individu, tetapi juga pengalaman di laga besar. Ia menyebut Rossoneri tampil sabar dan tahu kapan harus menghukum lawan.

“Kami tidak memiliki stabilitas klub papan atas, tetapi di Como melawan Milan, perasaan saya adalah bahwa dalam pertandingan besar, Milan, meskipun menderita kekuatan dan permainan kami, mereka sangat tenang,” ujarnya, dilansir SempreMilan.

“Mereka menunggu momen mereka. Hanya pengalaman yang memberi Anda ini," sambungnya.

2 dari 4 halaman

Faktor Luka Modric

Nico Paz dan Luka Modric beraksi dalam laga Serie A antara Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 16 Januari 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Nico Paz dan Luka Modric beraksi dalam laga Serie A antara Como vs Milan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 16 Januari 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Salah satu alasan AC Milan bisa tampil lebih solid musim ini karena hadirnya sejumlah pemain berpengalaman di San Siro. Salah satunya adalah eks pilar Real Madrid, Luka Modric.

Modric langsung menjadi pilar penting di lini tengah Milan sejak direkrut pada musim panas 2025 lalu. Dengan pengalamannya yang segudang di berbagai level kompetisi, tak heran jika ia bisa membantu Rossoneri tampil lebih baik pada musim ini.

"Modric tidak peduli, ia sudah melewati segalanya. Jika ia bermain melawan 150 ribu orang, itu tidak berubah," ujarnya.

Tidak bagi kami. Itulah yang perlu kita perjelas," seru Fabregas.

3 dari 4 halaman

Tegas Soal Scudetto: Como Belum Siap

Selebrasi skuad Como dalam laga versus Torino di Liga Italia, Sabtu (24/1/2026). (c) La Presse via AP Photo/Antonio Saia

Selebrasi skuad Como dalam laga versus Torino di Liga Italia, Sabtu (24/1/2026). (c) La Presse via AP Photo/Antonio Saia

Saat ini Como duduk di peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A dengan 41 poin dari 24 pertandingan. Mereka hanya terpaut enam angka dari AS Roma di posisi empat, namun tertinggal jauh dari Inter Milan di puncak klasemen.

Posisi tersebut ternyata memunculkan spekulasi bahwa Como bisa menjadi kuda hitam dalam perebutan gelar. Namun Fabregas buru-buru meredam ekspektasi yang dianggapnya terlalu tinggi.

Menurutnya, Como masih dalam tahap pertumbuhan dan belum memiliki stabilitas tim papan atas. Ia menekankan bahwa konsistensi menjadi masalah utama yang harus dibenahi.

“Mereka yang berpikir bahwa Como siap memenangkan Scudetto salah, saya katakan sejak hari pertama. Beberapa hari yang lalu, Fiorentina mencetak tiga gol, dua gol. Kami tidak pandai mengontrak lawan saat melawan Cagliari, Genoa, Atalanta… kami tidak memiliki pemain fenomenal atau pemain yang membuat perbedaan," tegasnya.

“Terkadang apa yang Anda lakukan menjadi emas, terkadang tidak. Como selalu ingin berinovasi, selalu mempercepat. Kami tidak memiliki Lamine Yamal atau Lewandowski, tetapi kami ingin berkembang. Terus, bahwa setiap tahun ada pertumbuhan yang penting," serunya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL