Bola.net - Juventus memasuki era baru setelah melakukan pergantian di kursi kepelatihan. Perubahan tersebut diyakini akan membuat gaya bermain klub berjuluk Bianconeri itu tampak lebih agresif dan menghibur.
Seperti yang diketahui, Massimiliano Allegri memutuskan mundur dari jabatannya jelang bubaran musim 2018/19 lalu. Posisinya lalu digantikan oleh Maurizio Sarri yang sebelumnya menukangi Chelsea.
Rekam jejak Sarri sendiri tak bisa dipandang remeh. Pada musim perdananya, ia berhasil mengantarkan skuat the Blues meraih gelar Liga Europa usai mengalahkan Arsenal dengan skor telak 4-1 di babak final.
Meskipun demikian, ia tetap dihadapkan dengan beban yang berat di Juventus. Ia harus menjawab harapan fans yang ingin melihat klub kesayangannya lebih berjaya lagi pada musim depan, terkhususnya di ajang Liga Champions.
Semasa era Allegri, Juventus berhasil meraih 11 gelar dari berbagai ajang hanya dalam kurun waktu lima tahun saja. Selain itu, mereka juga mampu mencapai final Liga Champions sebanyak dua kali.
Selain itu, Sarri juga diharapkan bisa menyuguhkan penampilan yang atraktif nan agresif dari Cristiano Ronaldo dkk. Sebab pada masa kepemimpinan Allegri, Juventus tampil pragmatis demi mendapatkan kemenangan.
Sarri dikenal memiliki racikan taktik khusus yang disebut 'Sarriball' oleh sejumlah media Inggris. Permainan menyerang dan juga menghibur itu dianggap sudah menyamai kelas salah satu pelatih terbaik dunia, Josep Guardiola.
Hasil racikan taktik Sarri tersebut bisa disaksikan kala Juventus melawat ke kandang Parma dalam laga pekan perdana Serie A hari Sabtu (24/8/2019). Mari simak persiapan mereka untuk menghadapi musim baru dalam rangkuman Bola.net di bawah ini.
Kilas Balik

Juventus kembali menunjukkan keperkasaannya di Serie A musim lalu. Berkat tangan dingin Massimiliano Allegri dan gol-gol yang lahir dari kaki Cristiano Ronaldo, mereka sukses keluar sebagai juara dengan raihan 90 poin.
Mereka menjadi tim dengan catatan kebobolan yang paling sedikit serta unggul 11 poin dari penghuni peringkat dua, Napoli. Selain itu, Juventus juga hanya merasakan empat kali kekalahan.
Sayangnya, Juventus tidak bisa menunjukkan performa yang sama di dua ajang lainnya, Coppa Italia dan Liga Champions. Dalam ajang Coppa Italia, perjalanannya terhenti pada babak perempat final usai dihajar Atalanta 0-3.
Sementara itu, kiprah Juventus di Liga Champions juga terhenti pada babak perempat final. Kisahnya tak kalah mengenaskan, di mana mereka kalah atas Ajax Amsterdam yang berstatus sebagai tim kuda hitam.
Padahal mereka telah jor-joran dalam bursa transfer musim panas tahun 2018 lalu untuk memenuhi ambisinya menjadi juara Liga Champions. Sebanyak 257 juta euro telah Juventus habiskan untuk mendatangkan lima pemain saja.
Cristiano Ronaldo menjadi pembelian termahal Juventus pada saat itu. Ia diboyong dari Real Madrid dengan mahar mencapai 100 juta euro. Selain itu, Juventus juga merekrut Joao Cancelo, Leonardo Bonucci, Mattia Perin, dan Emre Can.
Transfer

Setelah serangkaian kegagalan di musim kemarin, Juventus langsung bergerak cepat untuk memboyong pemain anyar. Total sebanyak 188,5 juta euro telah mereka habiskan sampai pada saat ini untuk mendapatkan delapan pemain.
Matthijs De Ligt menjadi pembelian termahal Juventus pada musim panas ini. Penampilan bek berumur 20 tahun tersebut di sepanjang musim kemarin membuat Juventus rela membelinya dengan mahar sebesar 85,5 juta euro.
Selain itu, Bianconeri juga melanjutkan tradisi mendatangkan pemain-pemain yang berstatus bebas transfer. Kali ini, mereka mendapatkan tiga pemain sekaligus. Pemain tersebut adalah Adrien Rabiot, Aaron Ramsey, dan juga Gianluigi Buffon.
Pengeluaran Juventus terbilang cukup besar, namun angka tersebut berhasil ditutupi dengan sejumlah pemain yang dilepas. Diketahui bahwa Juventus mendulang uang sebesar 201,5 juta euro dari hasi menjual pemainnya.
Mereka melakukan dua kali pertukaran pemain dan masih mendapatkan keuntungan dari selisih pembeliannya. Pemain yang terlibat dalam transaksi ini adalah Joao Cancelo dan Danilo serta Leonardo Spinazzola dan Luca Pellegrini.
Pramusim

Juventus melakoni empat laga di masa pramusim. Mereka mencatatkan dua kemenangan serta dua kekalahan.
Langkah pertamanya dimulai dengan menghadapi Tottenham Hotspur dalam rangka turnamen International Champions Cup di Singapura pada bulan Juli lalu. Pada pertandingan tersebut, Bianconeri kalah dengan skor tipis 2-3.
Lalu, masih di ajang yang sama, Juventus meraih hasil imbang kontra rival bebuyutannya, Inter Milan. Juventus lalu keluar sebagai pemenang setelah berhasil unggul 4-3 dalam drama adu penalti.
Juventus menutup kiprahnya di International Champions Cup dengan kekalahan. Melawan Atletico Madrid, mereka dipaksa bertekuk lutut dengan skor tipis 1-2.
Terakhir, Bianconeri dipertemukan dengan Triestina yang saat ini berstatus sebagai peserta Serie C. Juventus menang berkat gol semata wayang dari Paulo Dybala pada menit ke-38.
Prediksi

Melihat skuatnya yang semakin mentereng, Juventus diyakini bisa kembali merengkuh gelar juara Serie A. Peluangnya di Liga Champions pun meningkat, namun semuanya bergantung pada Dewi Fortuna.
Sejatinya, Juventus baik-baik saja di setiap lini baik secara kualitas maupun kuantitas. Sarri memiliki banyak pilihan dengan materi pemain dengan kemampuan yang tidak jauh berbeda.
Di sektor pertahanan misalnya, duet Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini sejatinya masih bisa diandalkan. Namun Matthijs De Ligt serta Merih Demiral setidaknya membuat Bianconeri bisa merasa aman hingga beberapa tahun ke depan.
Dengan tambahan delapan pemain, bentuk skuat Juventus saat ini bisa dikatakan gemuk. Mereka kemungkinan akan melepas sejumlah pemain sebelum bursa transfer ditutup, tapi kualitasnya dijamin tidak akan berkurang sama sekali.
Yang menarik untuk dinanti adalah bagaimana Sarri meracik strategi dengan kualitas pemainnya saat ini. Bisa dibilang, materi pemain Juventus sekarang jauh lebih mewah ketimbang Chelsea.
Dalam konferensi pers perdananya, Sarri pernah berujar bahwa dirinya akan menggunakan Cristiano Ronaldo, Douglas Costa, dan Paulo Dybala sebagai tumpuan di lini depan. Ketiga pemain tersebut dikenal memiliki kualitas teknik yang mumpuni.
Dengan 'Sarriball' yang bermaterikan ketiga pemain di atas, bukan tidak mungkin Juventus bakalan menyajikan permainan menarik dengan kemenangan besar di sepanjang musim 2019/20 mendatang.
Baca Juga:
- Kasus Tuduhan Pemerkosaan, Ronaldo Anggap 2018 Tahun Terburuk
- Ingin Puaskan Fans Asia, Juventus Desak Jam Kick-Off Laga Serie A Diubah
- Bukan Hanya Dybala, PSG Juga Dekati Gelandang Juventus Ini
- Kebiasaan Merokok Sarri Dianggap Bisa Pengaruhi Performa Cristiano Ronaldo
- Rivaldo Sarankan Neymar Gabung Juventus dan Jadi Duet Cristiano Ronaldo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akibat Pneumonia, Sarri Dipastikan Absen di Dua Laga Perdana Juventus
Liga Italia 22 Agustus 2019, 23:41
-
Calon Bintang Juventus 2019/20: Cristiano Ronaldo Si Raja Juara dan Matthijs De Ligt
Liga Italia 22 Agustus 2019, 23:00
-
Juventus Diprediksi Masih Akan Merajai Serie A
Liga Italia 22 Agustus 2019, 20:40
-
Cristiano Ronaldo Diprediksi akan Menggila di Juventus
Liga Italia 22 Agustus 2019, 20:20
-
Jurgen Klopp: Philippe Coutinho Mirip Alessandro Del Piero
Liga Inggris 22 Agustus 2019, 19:40
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Bermain Hanya dengan Kondisi Fisik 70 Persen
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 20:54
-
Surabaya Samator Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 20:23
-
Juventus Amburadul di Bursa Transfer: 3 Musim, Hanya 2 Pemain yang Sukses!
Liga Italia 22 Februari 2026, 20:22
-
Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri
Voli 22 Februari 2026, 20:01
-
Persis Solo Terpuruk: 300 Hari Tanpa Kemenangan di Laga Kandang!
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:32
-
Nonton Live Streaming Persib vs Persita di Indosiar - BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:01
-
Inter Milan di Serie A: 92,6 Persen Scudetto!
Liga Italia 22 Februari 2026, 17:41
-
Bek Mereka Masuk Incaran MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 17:00
-
5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
Liga Italia 22 Februari 2026, 16:46
-
Kata Michael Carrick soal Kobbie Mainoo: Dia Tulang Punggung Masa Depan MU!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 16:22
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 22 Februari 2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 16:07
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:53
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR