
Bola.net - Juventus tercatat sebagai klub yang paling sukses di Italia. Si Nyonya Tua sampai sejauh ini sudah menyabet 35 gelar scudetto.
Raihan tersebut menjadi yang terbanyak di antara klub asal Italia lainnya. Juventus berpeluang meraih gelar ke-36 jika mampu menyingkirkan klub-klub seperti Inter Milan, Lazio dan AS Roma dalam perburuan gelar Serie A 2019-2020.
Selain itu, Juventus juga tampil cukup baik pada ajang Eropa. Nyonya Tua kerap tampil di partai final Liga Champions, meskipun tak selalu sukses meraih trofi.
Dalam satu dekade terakhir, banyak rekor sensasional yang dicatatkan Juventus, seperti sukses meraih gelar Serie A dalam delapan musim terakhir secara beruntun.
Pencapaian tersebut melampaui rekor klub di lima liga top Eropa (Inggris, Spanyol, Jerman, Italia dan Prancis). Catatan terdekat hanya dimiliki Olympique Lyon yang berhasil meraih titel liga Prancis sebanyak tujuh kali secara berturut-turut.
Selain gelar Serie A delapan kali secara beruntun, ada banyak rekor yang pernah ditorehkan Bianconeri. Dilansir dari Sportskeeda, ini empat rekor sensasional Juventus dalam satu dekade terakhir.
1. Tak Terkalahkan dalam Satu Musim
Juventus sukses meraih gelar Scudetto ke-28 pada musim 2011-2012. Nyonya Tua kala itu unggul empat poin atas juara bertahan AC Milan yang finish di urutan kedua.
Gelar juara tersebut semakin spesial lantaran Bianconeri tak terkalahkan selama satu musim. Dari 38 laga, Juventus sukses meraih 23 kemenangan dan 15 kali imbang.
Raihan tersebut membuat Nyonya Tua menjadi tim pertama yang tak terkalahkan selama satu musim di Italia saat kompetisi sudah diikuti 20 tim.
Sementara saat masih diikuti 18 tim, AC Milan pernah melakukan hal yang sama pada musim 1991-1992. Sebelumnya, Perugia juga pernah menorehkan catatan serupa pada musim 1977-1978.
2. Tim Pertama yang Kalah Empat Kali di Final Liga Champions
Juventus sukses melaju ke partai final Liga Champions 2015-2016 setelah mengalahkan Real Madrid di semifinal. Namun, di final Nyonya Tua harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 1-3.
Kekalahan tersebut menjadi yang keempat sejak era Liga Champions. Sebelumnya, Nyonya Tua gagal menjadi juara pada musim 1996-1997, 1997-1998, dan 2002-2003.
Jika dihitung sejak sebelum era Liga Champions, Juventus sudah enam kali mengalami kekalahan di final. Nyonya Tua mengungguli dua klub, Benfica dan Bayern Munchen yang sama-sama kalah di final sebanyak lima kali.
3. Kemenangan Kandang Terpanjang di Serie A
Pertandingan melawan Bologna di Serie A 2015-2016 menjadi awal catatan kemenangan Juventus dimulai. Kala itu, Nyonya Tua sukses mengalahkan Bologna dengan skor 7-1.
Selanjutnya, Bianconeri selalu memetik kemenangan dalam 33 laga kandang di Serie A. Rentetan kemenangan Juventus baru terhenti pada pekan ke-35 musim 2016-2017.
Pencapaian tersebut pun menciptakan rekor kemenangan kandang terlama di Serie A secara berturut-turut.
4. Tim Pertama yang Meraih Tiga Gelar Copa Italia Secara Berturut-turut
Juventus sudah 13 kali meraih gelar Coppa Italia. Pencapaian tersebut membuat Bianconeri mengungguli AS Roma yang sudah mendapatkan gelar Coppa Italia sebanyak sembilan kali.
Menariknya, empat gelar terakhir diraih secara beruntun. Nyonya Tua sukses memenangkan gelar Coppa Italia pada pada musim 2014-2015, 2015-2016, 2016-2017 dan 2017-2018.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Faozan Tri Nugroho/Editor Erwin Fitriansyah
Published: 6 Januari 2020
Baca Juga:
- Arema FC Belum Rekrut Pemain Baru, Begini Curhatan Para Aremania
- Manchester United Sangat Difavoritkan Rekrut 3 Pemain Ini di Bursa Transfer
- Berapa Nilai Jual Pemain Muda Liverpool saat Singkirkan Everton di Piala FA?
- Gara-gara Menyukai Postingan Ini, Ousmane Dembele Panaskan Saga Transfer ke Liverpool
- Dengar Lagu You're Never Walk Alone Bergema di Markas Liverpool, Pendukung Everton Balik Badan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lutut Pulih 100 Persen, Ronaldo Kini Bisa Tampil Maksimal
Liga Italia 7 Januari 2020, 20:27
-
Juventus Masih Akan Tetap Jadi Rumah Rabiot di Sisa Musim 2019-20 Ini
Liga Italia 7 Januari 2020, 19:23
-
Capello: Beri De Ligt Waktu Untuk Beradaptasi
Liga Italia 7 Januari 2020, 18:53
-
Berapa Harga Terbaru iPod Shuffle Jadul yang Dipakai Cristiano Ronaldo?
Bolatainment 7 Januari 2020, 15:54
LATEST UPDATE
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR