Juventus Gagal ke Liga Champions, Kata Spalletti: Karakter Juventus Lembek

Juventus Gagal ke Liga Champions, Kata Spalletti: Karakter Juventus Lembek
Selebrasi pemain Juventus merayakan gol Dusan Vlahovic ke gawang Torino di giornata 38 Serie A, 25 Mei 2026. (c) dok.JuventusFC

Bola.net - Juventus menutup musim Serie A 2025/2026 dengan hasil mengecewakan setelah ditahan Torino 2-2 dalam Derby della Mole, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat Bianconeri finis di peringkat keenam dan gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Padahal, tim asuhan Luciano Spalletti sempat unggul dua gol sebelum kehilangan kendali permainan. Tambahan satu poin tidak cukup menyelamatkan posisi mereka di klasemen akhir, sehingga Juventus harus puas tampil di Europa League musim depan.

Situasi makin panas karena laga sempat tertunda hampir satu jam akibat bentrokan antarsuporter di luar stadion. Seusai pertandingan, Spalletti tidak hanya menyoroti performa timnya, tetapi juga mengkritik keras kebijakan Torino terkait larangan atribut hitam-putih di tribune.

1 dari 3 halaman

Sorotan Tajam Terhadap Karakter Tim

Duel giornata ke-38 Serie A 2025/2026, Torino vs Juventus, Senin (25/5/2026) (c) Juventus FC Official

Duel giornata ke-38 Serie A 2025/2026, Torino vs Juventus, Senin (25/5/2026) (c) Juventus FC Official

Spalletti menilai kegagalan mempertahankan keunggulan menunjukkan masalah mental yang sudah lama mengganggu timnya. Menurut dia, pemain Juventus seharusnya mampu mengambil keputusan dengan tenang saat berada dalam tekanan.

Dia juga menegaskan bahwa karakter tidak bisa dibentuk hanya lewat latihan taktik. Bagi Spalletti, keberanian dan ketegasan adalah syarat utama untuk bermain di klub sebesar Juventus.

"Saya adalah pelatih yang harus mengevaluasi apa yang terjadi. Kami sebenarnya sudah memegang kendali pertandingan, dan di pertandingan seperti inilah terlihat karakter seseorang dan bagaimana kami dibentuk dari dalam. Di momen seperti ini, Anda harus mencari sesuatu yang lebih. Tidak sama rasanya memiliki keunggulan dua poin atau kekurangan dua poin," kata Spalletti.

“Setiap orang pasti punya keraguan saat turun ke lapangan. Namun jika terus terjebak dalam keraguan itu, Anda akan menjadi ragu-ragu, jadi Anda harus melepaskannya dan mengambil keputusan. Itu solusinya. Jika terlalu banyak ragu, berarti Anda tidak cukup memiliki karakter, dan Anda tidak bisa bermain untuk Juventus karena hal inilah yang menjadi pembeda," tambahnya.

“Anda tidak bisa mengajarkan karakter. Taktik dan teknik bisa diajarkan, tetapi karakter sangat sulit untuk dipelajari. Kami telah mengalami naik turun.”

2 dari 3 halaman

Agenda Rombak Skuad di Bursa Transfer Musim Panas

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengamati jalannya pertandingan Serie A melawan Genoa di Turin, Italia, Senin (6/4/2026) malam WIB. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengamati jalannya pertandingan Serie A melawan Genoa di Turin, Italia, Senin (6/4/2026) malam WIB. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Hasil yang naik turun sepanjang musim membuat Juventus bersiap melakukan evaluasi besar-besaran. Manajemen mulai memetakan area yang perlu dibenahi, terutama soal konsistensi dan mental bertanding pemain.

Sebelum derby berlangsung, Direktur Damien Comolli sudah memberi sinyal bahwa Juventus akan aktif di bursa transfer musim panas. Klub ingin mendatangkan pemain yang bukan hanya kuat secara teknik, tetapi juga punya mentalitas kompetitif.

“Ini adalah sesuatu yang semua orang harapkan, dan ini juga hal yang benar untuk dilakukan,” kata Luciano Spalletti.

“Kami wajib bermain dengan kepala tegak melawan siapa pun. Tujuannya adalah membentuk tim level tinggi untuk menutup kekurangan yang kami lihat dalam enam atau tujuh bulan terakhir.”

“Hal-hal ini sudah kami bicarakan dengan Damien Comolli dan pihak lainnya. Kami butuh pemain yang bisa meningkatkan kualitas karakter tim. Itulah sebabnya kadang kami bisa bermain sangat bagus, tapi di lain waktu kami justru jatuh begitu saja.”

3 dari 3 halaman

Kecaman Terhadap Pernyataan Absurd Torino dan Insiden Ultras

Derby della Mole juga diwarnai kericuhan serius di luar Stadio Grande Torino. Seorang suporter Juventus dilaporkan mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan intensif setelah bentrokan antarkelompok ultras.

Ketegangan sudah terasa sejak sehari sebelum laga, ketika Torino mengeluarkan aturan yang melarang atribut hitam-putih di tribune stadion. Kebijakan itu memicu protes keras dari kubu Juventus dan membuat situasi makin memanas.

"Kami semua menunggu kabar terbaru dari rumah sakit, dengan harapan suporter ini bisa segera pulih,” lanjut Luciano Spalletti.

"Namun, jika sehari sebelum pertandingan ada pernyataan-pernyataan yang tidak masuk akal yang melarang penggunaan warna hitam-putih di tribun, maka masalahnya ada pada pihak yang mengatakan warna tertentu harus dikecualikan. Karena pada akhirnya, kita justru merugikan diri sendiri, di tengah semua upaya yang kita lakukan untuk memperbaiki sepak bola," tambahnya.

"Tadi malam ada ribuan anak-anak di stadion, dan mengatakan kepada seorang anak bahwa ia tidak boleh memakai syal hitam-putih itu adalah hal yang tidak masuk akal. Kita harus menentang hal seperti ini karena itu tidak benar," pungkasnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL