
Bola.net - Bintang Juventus, Khephren Thuram, meluapkan kemarahannya atas serangan rasial yang menimpa Vinicius Jr di Liga Champions. Ia merasa hinaan yang diarahkan kepada pemain Real Madrid itu juga menyerang dirinya secara pribadi.
Gelandang internasional Prancis ini menegaskan bahwa identitas kulit hitam membuat setiap serangan rasial terasa sangat dekat. Ia tidak habis pikir mengapa warna kulit masih menjadi alasan seseorang menjadi target kebencian di tahun 2026.
Thuram merasa senasib dengan apa yang dialami Vinicius saat melawan Benfica Februari lalu. Baginya, pelecehan tersebut bukan sekadar insiden lapangan, melainkan serangan terhadap martabat manusia.
Putra dari legenda Lilian Thuram ini kini menuntut tindakan nyata yang lebih keras dari otoritas sepak bola. Ia menolak gagasan bahwa korbanlah yang harus mengalah dan meninggalkan lapangan pertandingan.
Solidaritas Thuram pada Vinicius Jr

Thuram bicara blak-blakan mengenai beban mental yang harus dipikul sebagai pemain kulit hitam di Eropa. Ia merasa setiap makian yang ditujukan kepada rekannya sesama pemain adalah ancaman bagi dirinya sendiri.
"Vinicius diserang, dan rasanya seolah-olah saya yang diserang. Itu bisa saja terjadi pada saya," ujar Thuram kepada Canal+.
Kekecewaan mendalam terlihat jelas saat ia mempertanyakan mengapa diskriminasi ini terus berulang. Baginya, alasan di balik kebencian tersebut sangat tidak masuk akal.
"Dan semua ini hanya karena saya berkulit hitam? Saya tidak punya jawaban untuk menghentikan ini di stadion," lanjut gelandang berusia 24 tahun tersebut.
Menolak Meninggalkan Lapangan

Isu pemain keluar lapangan (walkout) sebagai bentuk protes sering menjadi perdebatan hangat. Namun, Thuram memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai siapa yang seharusnya disingkirkan dari area pertandingan.
Ia menilai meninggalkan lapangan justru akan merugikan pemain yang sedang menjalankan profesinya dengan cinta. Thuram ingin fokus bermain tanpa harus terganggu oleh perilaku primitif di tribun.
"Meninggalkan lapangan mungkin bisa jadi solusi, tapi saya ingin bermain sepak bola. Ini pekerjaan saya, dan saya menikmati apa yang saya lakukan," tegas pemain bernomor punggung 19 ini.
Thuram mendesak adanya sanksi yang lebih berat agar memberikan efek jera bagi para pelaku. Ia ingin pelaku rasisme yang diusir, bukan korban yang terpaksa berhenti bertanding.
"Mengapa saya yang harus meninggalkan lapangan? Dialah yang seharusnya meninggalkan stadion. Kita harus menghentikan omong kosong ini dan mulai menanggapi hal-hal dengan serius," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Udinese vs Juventus: Kenan Yildiz
Liga Italia 15 Maret 2026, 05:24
-
Strategi Juventus Goda Alisson Becker, Inter Milan Terancam Gigit Jari
Liga Italia 14 Maret 2026, 06:33
LATEST UPDATE
-
Akhir dari Perjalanan Bersejarah Afrika Selatan
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:41
-
Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:31
-
Man of the Match Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:16
-
Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit 90+2 Kirim Kanada ke 16 Besar
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:04
-
Gol Lionel Messi Tak Kunjung Berhenti
Piala Dunia 29 Juni 2026, 01:19
-
Skotlandia Tersingkir, Steve Clarke Undur Diri
Piala Dunia 29 Juni 2026, 00:53
-
Kritik Keras untuk 3 Pemain Inggris: Arogan dan Tidak Peka
Piala Dunia 29 Juni 2026, 00:37
-
Prediksi Starting XI Brasil untuk Ladeni Jepang
Piala Dunia 28 Juni 2026, 23:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada, 29 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 23:30
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41

























KOMENTAR