Bola.net - Kembalinya Gianluigi Buffon ke Juventus tidak membuat sang kiper utama, Wojciech Szczesny, merasa terancam. Malah sebaliknya, pria asal Polandia tersebut menyambut seniornya itu dengan hangat dan tangan terbuka.
Szczesny pernah merasakan satu musim di mana kesempatan bermain dari sang pelatih kala itu, Massimiliano Allegri, terasa minim. Itu terjadi karena dirinya harus bermain saling bergantinan dengan Gianluigi Buffon.
Begitu Buffon pergi ke PSG pada tahun 2018 lalu, ia mengambil alih nomor punggung 1 dan menjadi pilihan utama Juventus di bawah mistar gawang. Ia bermain apik dengan torehan 18 clean sheet di semua kompetisi.
Satu tahun berselang, Buffon kembali ke pelukan Juventus setelah masa abdinya di PSG berakhir. Kepulangan kiper legendaris itu sempat membuat posisi dan nomor punggung 1 miliknya terancam direbut. Beruntung, Buffon rela menjadi cadangannya.
Namun tak seperti pemikiran banyak orang, Szczesny tidak merasa terganggu dengan hadirnya Buffon atau bahkan terancam karenanya. Justru sebaliknya, ia mengaku senang bisa melihat pria berumur 42 tahun itu kembali ke Turin.
"Saya senang dia kembali, kami semua tahu betapa pentingnya dirinya untuk klub ini. Saya memiliki hubungan yang baik dengannya selama dua tahun. Sekarang dia sudah kembali dan, bagi saya, dia adalah pembelian yang bagus," tutur Szczesny dikutip dari Football Italia.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Peran Baru Szczesny
Selain Buffon, Juventus juga mendatangkan sosok baru di kursi kepelatihan. Pria tersebut bernama Maurizio Sarri, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih Chelsea selama satu musim. Pelatih yang juga pernah membela Napoli tersebut memberikan banyak perubahan.
Salah satu perubahan yang terlihat darinya adalah partisipasi penjaga gawang dalam membangun serangan. Ruang seorang kiper jadi lebih luas dan mereka diperkenankan untuk meninggalkan kandangnya agar bisa menjadi opsi operan bagi para pemain bertahan.
Szczesny menjadi korbannya saat Juventus menghadapi Tottenham di ajang International Champions Cup, Minggu (21/7) kemarin. Karena meninggalkan gawang, ia jadi tak sigap menghalau tembakan jarak jauh Harry Kane yang berujung pada gol apik.
"Bermain dengan garis pertahanan yang tinggi juga mengubah peran seorang penjaga gawang, karena anda harus membantu tim dengan bola yang sudah jauh di depan. Kami masih mencari keseimbangan yang tepat," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus vs Inter Milan, Ini Rapor De Ligt, Ronaldo, dan Buffon
Liga Italia 24 Juli 2019, 23:59
-
De Ligt Bunuh Diri dan Ronaldo Cetak Gol, Juventus Kalahkan Inter Milan
Lain Lain 24 Juli 2019, 20:47
-
Maurizio Sarri Ogah Garansi Posisi Starter untuk Matthijs De Ligt
Liga Italia 24 Juli 2019, 19:40
-
Sarri: Cristiano Ronaldo Pusat Permainan Juventus
Liga Italia 24 Juli 2019, 19:20
-
5 Klub Terboros di Bursa Transfer Selama 5 Tahun Terakhir
Editorial 24 Juli 2019, 13:54
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Chelsea vs Man City di Premier League, Minggu 12 April 2026
Liga Inggris 12 April 2026, 22:07
-
Link Live Streaming Premier League: Chelsea vs Man City
Liga Inggris 12 April 2026, 21:57
-
Michael Carrick Ingin Boyong Mantan Anak Asuhnya di Middlesbrough ke MU
Liga Inggris 12 April 2026, 21:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45

























KOMENTAR