Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?

Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Pemain Galatasaray Sacha Boey (kanan) mencetak gol pada laga leg pertama play-off Liga Champions antara Galatasaray vs Juventus di Istanbul, Turki, Selasa, 17 Februari 2026 (c) AP Photo/Khalil Hamra

Bola.net - Juventus akan menjamu Galatasaray di leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Kamis (26/02/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi penentuan nasib Bianconeri setelah hasil buruk di pertemuan pertama.

Pada leg pertama di Istanbul, Juventus dipaksa menyerah dengan skor mencolok 2-5. Kekalahan itu membuat langkah mereka menuju fase berikutnya berada di ujung tanduk.

Kini, dukungan publik Turin menjadi salah satu harapan terbesar bagi Si Nyonya Tua. Namun, membalikkan defisit tiga gol melawan tim berjuluk Cimbom itu jelas bukan tugas yang mudah.

Tekanan semakin besar karena performa Juventus belakangan ini juga kurang stabil. Situasi inilah yang membuat banyak pihak meragukan kemampuan mereka untuk melakukan comeback sensasional.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Del Piero: Tantangannya Sangat Berat

Pemain Galatasaray Davinson Sanchez (atas) mencetak gol pada laga leg pertama play-off fase gugur Liga Champions antara Galatasaray vs Juventus di Istanbul, 17 Februari 2026 (c) AP Photo/Khalil Hamra

Pemain Galatasaray Davinson Sanchez (atas) mencetak gol pada laga leg pertama play-off fase gugur Liga Champions antara Galatasaray vs Juventus di Istanbul, 17 Februari 2026 (c) AP Photo/Khalil Hamra

Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, tidak menutup mata terhadap beratnya misi yang harus diemban mantan klubnya tersebut. Ia menilai rintangan yang dihadapi Juventus kali ini berada di level yang sangat tinggi.

Pada leg pertama, Juventus tak berdaya menghadapi agresivitas Galatasaray. Tuan rumah mencetak gol melalui Gabriel Sara menit ke-15, Noa Lang pada menit 49 dan 74, Davinson Sanchez menit ke-60, serta Sacha Boey menit ke-86.

Juventus sempat memberi perlawanan lewat dua gol Teun Koopmeiners pada menit ke-16 dan 32. Namun kartu merah Juan Cabal pada menit ke-67 membuat situasi semakin sulit bagi wakil Italia tersebut.

“Juventus menghadapi tantangan yang sangat berat, jauh lebih besar daripada yang dihadapi Inter,” katanya pada Sky Sport, via Football Italia.

“Mereka perlu memberikan respons yang penuh harga diri, memenangkan pertandingan, dan menampilkan performa yang lebih unggul. Mereka membutuhkan percikan untuk mengubah tren saat ini, karena mereka telah kalah dalam beberapa pertandingan baru-baru ini. Akan sangat sulit bagi mereka untuk melewatinya, meskipun kita semua berharap mereka berhasil.”

2 dari 3 halaman

Spalletti Minta Allianz Stadium Bergemuruh

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti memberikan instruksi ke pemainnya saat melawan Galatasaray di Liga Champions. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti memberikan instruksi ke pemainnya saat melawan Galatasaray di Liga Champions. (c) AP Photo/Khalil Hamra

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, juga menyadari besarnya tekanan yang ada di hadapan timnya. Ia menilai leg kedua nanti akan menjadi ujian mental sekaligus kualitas bagi anak asuhnya.

Dalam wawancaranya di laman resmi UEFA, Spalletti menyebut bahwa Juventus dihadapkan dengan misi yang sangat sulit. Meski begitu, ia percaya dukungan suporter bisa memberikan energi tambahan bagi timnya.

Ia berharap para Juventini memenuhi Allianz Stadium dan menciptakan atmosfer yang mengintimidasi lawan. Menurutnya, kebersamaan antara tim dan fans bisa menjadi kunci untuk mengejar defisit tiga gol.

"Kami butuh dukungan luar biasa para supporter kami di laga ini. Kami tahu bahwa kami berada dalam situasi yang sulit, namun kami meminta kepada para fans agar tetap bertahan bersama kami karena bersama mereka, kami jadi tim yang lebih kuat," seru Spalletti.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL