
Bola.net - Legenda AC Milan, Ruud Gullit, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sepak bola Italia saat ini. Ia menilai Tim nasional Italia mulai kehilangan identitas karena terlalu jauh meninggalkan karakter permainan yang dulu menjadi kekuatan utama.
Sorotan itu tidak lepas dari kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia FIFA dalam tiga edisi beruntun. Menurut Gullit, ada kekeliruan mendasar dalam pendekatan taktik yang membuat tim terlihat kehilangan arah. Perubahan gaya bermain dinilai tidak diimbangi dengan pemahaman terhadap karakter pemain.
Pengalaman Gullit di Serie A membuat pandangannya cukup relevan. Ia pernah menjadi bagian dari era sukses bersama Marco van Basten dan Frank Rijkaard di AC Milan, sehingga memahami betul kekuatan tradisional sepak bola Italia.
Karena itu, ia melihat tren bermain dari lini belakang yang kini marak justru tidak selalu cocok diterapkan. Dalam pandangannya, Italia perlu kembali menekankan kekuatan defensif yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Lupakan Tiki-Taka
Gullit menilai gaya tiki-taka tidak bisa diterapkan secara seragam oleh semua tim. Ia melihat Italia terlalu memaksakan membangun serangan dari area sendiri, padahal kekuatan utama mereka bukan di aspek tersebut.
Ia kemudian mengingatkan kembali keberhasilan Italia yang ditopang lini belakang solid. Duet Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini disebut sebagai contoh nyata fondasi keberhasilan tim dalam beberapa tahun terakhir.
"Anda harus kembali ke DNA Italia, yaitu bek yang bagus, kiper yang bagus, dan striker yang bagus," ujar Gullit kepada Sky Sport Italia.
"Trofi terakhir yang dimenangkan Italia sebagian besar berkat Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Itulah DNA Anda, bek-bek terbaik," tegasnya.
Belajar dari Masa Lalu
Gullit menegaskan bahwa fokus pada pertahanan bukan berarti bermain pasif. Ia mencontohkan sosok seperti Paolo Maldini dan Fabio Cannavaro sebagai standar kualitas bertahan yang tetap efektif tanpa mengorbankan permainan tim.
Menurutnya, tradisi bertahan adalah kekuatan yang seharusnya tetap dijaga. Ia melihat upaya bermain terlalu terbuka justru kerap merugikan Italia dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya tidak bermaksud Anda perlu parkir bus, tetapi dulu ada Paolo Maldini di pertahanan, sementara Fabio Cannavaro memenangkan Ballon d’Or untuk Italia. Bertahan itu penting," jelas mantan pemain UC Sampdoria tersebut.
"Sekarang semua orang ingin melakukan sepak bola tiki-taka dengan bermain keluar dari area penalti sendiri, tapi itu bukan untuk semua orang," tambah Gullit.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
-
AC Milan dan Filosofi Corto Muso: Menang Tipis, tetapi Konsisten
Liga Italia 21 April 2026, 20:06
-
Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Liga Italia 21 April 2026, 19:58
-
Cukup Rp1 Triliun Saja, Rafael Leao Bisa Diangkut dari AC Milan
Liga Italia 21 April 2026, 16:43
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR