
Bola.net - AC Milan menghadapi situasi genting di lini depan memasuki fase akhir musim. Produktivitas gol menurun drastis dan berdampak langsung pada performa tim secara keseluruhan.
Masalah ini tidak hanya soal satu pemain, melainkan menyeluruh di sektor serangan. Berbagai kombinasi penyerang sudah dicoba, tetapi hasilnya tetap nihil.
Christian Pulisic menjadi gambaran paling jelas dari kondisi tersebut. Penyerang asal Amerika Serikat itu tengah mengalami paceklik gol panjang yang belum menemukan titik akhir.
Situasi ini mengingatkan pada masa sulitnya di Chelsea beberapa musim lalu. Kini, krisis serupa kembali terjadi dan memberi efek besar bagi Milan.
Pulisic dan Leao Tak Menyatu

Penurunan performa Christian Pulisic terlihat sejak awal tahun 2026. Ia belum mencetak gol sepanjang tahun ini dan terakhir menjebol gawang Hellas Verona pada 28 Desember.
Total 15 pertandingan tanpa gol menjadi catatan yang mengkhawatirkan. Secara mental, situasi ini juga mulai memengaruhi kepercayaan dirinya di lapangan.
Ketika dipasangkan dengan Rafael Leao, hasilnya juga jauh dari harapan. Keduanya terlihat tidak padu dan sering gagal menciptakan ancaman berarti.
Duet ini sejatinya diharapkan menjadi tulang punggung lini depan Milan. Kenyataannya, kontribusi mereka justru minim ketika bermain bersama sejak menit awal.
Semua Penyerang Mandek

Pelatih Massimiliano Allegri sudah mencoba berbagai variasi, mulai dari duet Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug hingga kembali ke Leao dan Pulisic.
Namun, tidak ada kombinasi yang benar-benar efektif. Masalah utama tetap sama, yakni tidak ada pemain yang mampu mencetak gol secara konsisten.
Santiago Gimenez bahkan belum mencetak gol liga hampir setahun. Cedera sempat menghambatnya, tetapi setelah pulih pun, kontribusinya belum maksimal.
Nkunku juga mengalami penurunan tajam dengan terakhir mencetak gol pada awal Februari, sementara Fullkrug terakhir mencetak gol pada Januari saat menghadapi Lecce.
Dari semua penyerang, Leao menjadi yang paling “baru” mencetak gol, yakni pada awal Maret. Meski begitu, ia tetap sudah lebih dari 50 hari tanpa gol.
Kondisi ini membuat Milan bergantung pada lini tengah dan belakang untuk mencetak gol. Gambaran tersebut menunjukkan betapa seriusnya krisis yang sedang dihadapi tim.
Sumber: Sempre Milan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
-
AC Milan dan Filosofi Corto Muso: Menang Tipis, tetapi Konsisten
Liga Italia 21 April 2026, 20:06
-
Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Liga Italia 21 April 2026, 19:58
-
Cukup Rp1 Triliun Saja, Rafael Leao Bisa Diangkut dari AC Milan
Liga Italia 21 April 2026, 16:43
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR