Bola.net - Musim ini, Juventus memulai era baru bersama pelatih anyar Maurizio Sarri. Pencapaian mereka sejauh ini sangat positif. Dari segi hasil, awal era Sarri di Juventus terbilang mulus dan tak menemui kendala berarti. Bagaimana ke depannya nanti?
Juventus memimpin klasemen sementara Serie A dengan keunggulan satu poin atas Inter Milan hingga pekan ke-12. Di Liga Champions, tim besutan Sarri juga telah memastikan kelolosan ke babak 16 besar dengan dua laga tersisa.
Juventus telah memainkan 16 pertandingan resmi di bawah kepelatihan Sarri. Hasilnya, mereka masih kebal, dengan 13 kali menang dan tiga kali seri. Bianconeri juga telah mencetak 29 gol dan baru kebobolan 13 kali.
Sepanjang sejarah Juventus, hanya ada satu pelatih yang pernah mencatatkan jumlah kemenangan lebih banyak dalam 16 laga pertamanya. Scroll terus ke bawah.
Start Memuaskan

Pelatih tersebut adalah Jesse Carver, yang menangani Juventus periode 1949-1951 silam. Sama seperti Sarri, eks pelatih asal Inggris itu juga melalui 16 laga pertamanya sebagai pelatih Juventus tanpa kekalahan.
Namun, Jesse Carver mencatatkan satu kemenangan lebih banyak.
13 - Maurizio #Sarri won 13 out of his first 16 games as Juventus manager (D3).
— OptaPaolo (@OptaPaolo) November 11, 2019
In the Bianconeri history only Jesse Carver in 1949/50 (W14, D2) won more game in the first 16 matches as Juve manager.
Rise. pic.twitter.com/Ak1lCIQWNt
16 Laga pertama Jesse Carver sebagai pelatih Juventus (1949)
- Menang: 14
- Imbang: 2
- Kalah: 0.
16 Laga pertama Maurizio Sarri sebagai pelatih Juventus (2019)
- Menang: 13
- Imbang: 3
- Kalah: 0.
Musim 1949/50 itu, musim pertamanya di Turin, Jesse Carver sukses membawa Bianconeri meraih Scudetto Serie A. Waktu itu, mereka jadi juara dengan perolehan total 62 poin dari 38 pertandingan (M28 S6 K4).
Juventus musim itu memenangi persaingan melawan AC Milan (57 poin) dan Inter Milan (49 poin).
16 Pertandingan Juventus Bersama Sarri

Pertandingan: 16
Menang: 13
Imbang: 3
Kalah: 0
Gol: 29
Kebobolan: 13.
- 24-08-2019 Parma 0-1 Juventus (Serie A)
- 01-09-2019 Juventus 4-3 Napoli (Serie A)
- 14-09-2019 Fiorentina 0-0 Juventus (Serie A)
- 19-09-2019 Atletico Madrid 2-2 Juventus (UCL)
- 21-09-2019 Juventus 2-1 Verona (Serie A)
- 25-09-2019 Brescia 1-2 Juventus (Serie A)
- 28-09-2019 Juventus 2-0 SPAL (Serie A)
- 02-10-2019 Juventus 3-0 Leverkusen (UCL)
- 07-10-2019 Inter Milan 1-2 Juventus (Serie A)
- 20-10-2019 Juventus 2-1 Bologna (Serie A)
- 23-10-2019 Juventus 2-1 Lokomotiv Moscow (UCL)
- 26-10-2019 Lecce 1-1 Juventus (Serie A)
- 31-10-2019 Juventus 2-1 Genoa (Serie A)
- 03-11-2019 Torino 0-1 Juventus (Serie A)
- 07-11-2019 Lokomotiv Moscow 1-2 Juventus (UCL)
- 11-11-2019 Juventus 1-0 AC Milan (Serie A).
Statistik Pemain

Hingga pertandingan ke-16, hanya ada satu pemain Juventus yang tak pernah absen dari tim racikan Sarri. Pemain tersebut adalah bek sentral dan wakil kapten Leonardo Bonucci.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo sementara masih menjadi sumber gol utama. Bintang Portugal itu telah mencetak enam gol dalam 14 penampilannya.
10 Pemain yang paling sering diturunkan Sarri di Juventus:
- Leonardo Bonucci - 16 Pertandingan
- Miralem Pjanic - 15 Pertandingan
- Sami Khedira - 15 Pertandingan
- Cristiano Ronaldo - 14 Pertandingan
- Alex Sandro - 14 Pertandingan
- Blaise Matuidi - 14 Pertandingan
- Gonzalo Higuain - 14 Pertandingan
- Juan Cuadrado - 14 Pertandingan
- Paulo Dybala - 14 Pertandingan
- Rodrigo Bentancur - 13 Pertandingan.
Pemain-pemain yang telah mencetak gol untuk Sarri di Juventus:
- 6 - Cristiano Ronaldo
- 5 - Paulo Dybala
- 3 - Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic
- 2 - Aaron Ramsey
- 1 - Leonardo Bonucci, Blaise Matuidi, Juan Cuadrado, Matthijs de Ligt, Federico Bernardeschi, Danilo, Douglas Costa, Giorgio Chiellini.
Formasi

Di Juventus sejauh ini, Sarri tercatat telah menerapkan empat formasi berbeda. Yang paling sering adalah 4-3-1-2, yakni sembilan kali.
Formasi 4-3-1-2: Szczesny; Cuadrado, Bonucci, de Ligt, Sandro; Khedira, Pjanic, Matuidi; Bernardeschi; Dybala/Higuain, Ronaldo.
Rekornya dengan 4-3-1-2 adalah M8 S1 K0. Agregat golnya 16-6.
Berikut tiga formasi yang lain.
- Formasi 4-3-3: M3 S1 K0, gol 9-6.
- Formasi 4-1-2-1-2: M2 S0 K0, gol 4-1.
- Formasi 4-4-2: M0 S1 K0, gol 0-0.
Tantangan Sarri

Pada 1949/50 silam, Jesse Carver sukses membawa Juventus menyabet Scudetto Serie A di musim pertamanya. Mampukah Sarri mengikuti jejaknya?
Jika itu benar terjadi, berarti Juventus bakal melanjutkan dominasinya di Serie A, dengan Scudetto beruntun mereka yang ke-9.
Tak kalah penting adalah kompetisi Eropa.
Juventus baru dua kali menjuarai Europena Cup/Liga Champions, yakni di edisi 1984/85 dan 1995/96. Tantangan terbesar buat Sarri adalah untuk membawa Bianconeri meraih titel mereka yang ketiga.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Selepas dari Chelsea, Juventus Dianggap Sebagai Destinasi yang Tepat untuk Willian
Liga Italia 12 November 2019, 22:30
-
Szczesny ungkap Rahasia Kesukesan Juventus
Liga Italia 12 November 2019, 21:18
-
Matthijs De Ligt Ternyata Jadi Bahan Olok-olokan di Skuat Juventus
Liga Italia 12 November 2019, 20:51
-
Tinggalkan MU, Wonderkid Ini Menyebrang ke Juventus?
Liga Inggris 12 November 2019, 20:40
-
Vieira: Penting Untuk Memahami Kenapa Cristiano Ronaldo Tidak Hepi
Liga Italia 12 November 2019, 18:14
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Bayern Munchen: Michael Olise
Liga Champions 8 April 2026, 04:06
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32


























KOMENTAR