Mengkritik Rafael Leao, Meragukan Ralf Rangnick

Mengkritik Rafael Leao, Meragukan Ralf Rangnick
Pemain AC Milan, Rafael Leao, bereaksi di akhir pertandingan Serie A melawan Udinese di San Siro, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Mantan pelatih legendaris AC Milan, Fabio Capello, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi internal klub yang sedang bergejolak. Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, ia menyoroti ketidakjelasan arah Milan setelah perubahan besar di level manajemen.

Kekhawatiran Capello berangkat dari kosongnya sejumlah posisi penting setelah musim 2025/2026 berakhir. Milan memutuskan berpisah dengan Massimiliano Allegri dan Igli Tare, sementara Geoffrey Moncada serta Giorgio Furlani juga meninggalkan jabatan mereka.

Gelombang perubahan itu memicu keresahan di kalangan suporter Rossoneri. Situasi semakin sensitif karena Milan sudah dua musim berturut-turut gagal lolos ke Liga Champions. "Itu sudah bisa diduga setelah dua tahun gagal lolos ke Liga Champions," kata Capello.

Kini, pemilik klub harus bergerak cepat untuk mengisi posisi-posisi strategis yang kosong. Di saat yang sama, berbagai spekulasi soal bursa transfer dan masa depan sejumlah pemain mulai bermunculan, menambah ketidakpastian di San Siro.

1 dari 3 halaman

Manuver Mencurigakan di Balik Kepergian Rafael Leao

Rafael Leao berjalan keluar lapangan di laga AC Milan vs Atalanta, Senin (11/05/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Rafael Leao berjalan keluar lapangan di laga AC Milan vs Atalanta, Senin (11/05/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Keinginan Rafael Leao untuk mencari tantangan baru menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan. Penyerang asal Portugal itu secara terbuka mengisyaratkan niatnya untuk melanjutkan karier di kompetisi lain.

Capello menilai situasi ini bisa merugikan Milan dalam proses negosiasi transfer. Menurutnya, sikap Leao belakangan juga menunjukkan berkurangnya keterikatan dengan klub. Ia bahkan menduga keputusan tersebut sudah dipersiapkan bersama pihak yang mewakili sang pemain.

"Ucapan Leao sangat mencerminkan sikapnya yang belakangan terlihat semakin menjauh dari Milan. Hal itu sudah bisa terlihat di lapangan. Menurut saya, cukup wajar jika pemain masa kini bertindak seperti yang dilakukan Leao, dengan pesan yang jelas dan tegas. Saya melihat ada strategi di baliknya, kemungkinan besar sudah dibicarakan bersama para agennya," tegas Capello.

"Perkataannya benar-benar mencerminkan sikapnya yang belakangan terlihat semakin jauh dari Milan," ujar Capello.

"Saya tidak tahu pasti, tetapi waktu munculnya pernyataan itu terasa mencurigakan bagi saya," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Sentilan Keras Terhadap Kedewasaan Leao

Penyerang sayap AC Milan, Rafael Leao saat tampil melawan Udinese di lanjutan Serie A, 12 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Penyerang sayap AC Milan, Rafael Leao saat tampil melawan Udinese di lanjutan Serie A, 12 April 2026 lalu. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kemampuan Leao di lapangan tidak pernah menjadi perdebatan. Dalam beberapa musim terakhir, ia menjadi salah satu pemain yang paling mampu menghidupkan permainan sekaligus memikat hati suporter Milan.

Namun, Capello merasa ada aspek penting yang tidak berkembang sebagaimana mestinya. Ia menilai Leao sering kehilangan fokus dan belum menunjukkan kedewasaan yang dibutuhkan untuk mencapai level tertinggi.

"Dia jelas pemain yang sangat bertalenta dan mampu membuat para suporter bersemangat serta jatuh cinta dalam dua atau tiga tahun terakhir," jelas Capello.

"Namun Leao tidak pernah benar-benar matang. Dari yang saya lihat, ia lebih banyak memikirkan hal lain di luar sepak bola. Sederhananya, fokusnya di lapangan tidak selalu seperti yang seharusnya," tutup Capello.

3 dari 3 halaman

Skeptisisme Terhadap Rangnick

Di sisi lain, Capello juga menyoroti keputusan Gerry Cardinale yang merombak struktur manajemen secara menyeluruh. Langkah itu membuat Milan harus segera mencari sosok baru untuk memimpin proyek olahraga klub, termasuk kemungkinan menunjuk Ralf Rangnick.

Mantan arsitek Red Bull itu disebut menjadi salah satu kandidat kuat dan dijadwalkan bertemu perwakilan Milan serta federasi Austria dalam waktu dekat. Meski mengakui keberhasilan Rangnick membangun proyek di Leipzig, Capello tetap menyimpan keraguan terhadap kecocokan model kerjanya di Italia.

"Saya tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi tentu saya tahu rekam jejaknya. Ia membangun proyek yang hebat di Salzburg dan Leipzig, hampir dari nol. Namun Milan adalah hal yang berbeda," ujar Capello.

"Yang paling sulit saya bayangkan adalah bagaimana di Italia seorang pelatih hanya fokus melatih, sementara semua keputusan lain ditangani oleh seorang supervisor, sebaik dan sejelas apa pun ide yang dimilikinya," pungkasnya.

Perubahan besar yang terjadi di Milan akan membawa dampak jangka panjang bagi klub. Pilihan manajemen dalam menentukan pemimpin baru, sekaligus mengelola masa depan para pemain penting, akan sangat menentukan arah Rossoneri pada musim mendatang. Para suporter tentu berharap semua keputusan ini bisa menjadi awal kebangkitan, bukan sumber masalah baru.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL