Mihajlovic memang sudah tak asing dengan suasana Derby Della Capitale karena ia telah beberapa kali menghadapi Giallorossi semasa aktif bermain di Lazio pada periode 1998 dan 2004.
"Dalam hal kualitas teknis, hanya Inter lebih kuat dari Roma. Namun kami ingin menang dan harus tampil agresif di semua area lapangan. Tim Fiorentina ini mampu meningkatkan diri dan mengalahkan klub-klub besar," terang Mihajlovic.
Namun akhir pekan ini ia harus menghadapi Roma sebagai arsitek La Viola.
"Ini adalah laga spesial dan saya tahu apa artinya untuk fans Fiorentina. Ini juga derby untuk saya, jadi kami akan memainkannya layaknya partai final." tegasnya.
Mihajlovic juga memuji penampilan kapten Roma, Francesco Totti.
"Hubungan saya dengan Francesco Totti telah normal saat ini, tak ada tambahan lagi. Totti berbicara dengan aksinya ketimbang kata-kata dan saya tak terkejut jika ia masih mampu memberikan perbedaan di usia 34 tahun. Saya harap ia akan terus melangkah satu dekade lagi."
Laga ini juga akan menjadi pertarungan dua pelatih termuda di Serie A - Mihajlovic yang berusia 42 tahun dan Vincenzo Montella di usia 36 tahun.
"Untungnya Montella akan berada di bench dan bukan di lapangan. Saya gembira untuknya, karena ia membuktikan jika ia mampu mengendalikan skuad dan amat kalem," sanjung Mihajlovic.
"Adalah hal positif bisa melihat lebih banyak pelatih muda bekerja, karena sukses Pep Guardiola mendorong para presiden klub untuk mempertimbangkan opsi ini." (foti/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















KOMENTAR