
Bola.net - Didier Deschamps akan mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Prancis seusai Piala Dunia 2026. Keputusan itu menandai penutup perjalanan panjang pelatih yang berhasil membawa Les Bleus menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola dunia.
Warisan Didier Deschamps sudah tertanam kuat bahkan sebelum turnamen berakhir. Trofi, rekor, dan konsistensi membuat namanya memiliki tempat istimewa dalam sejarah Piala Dunia.
Prancis kini memasuki setiap turnamen dengan status unggulan. Kondisi tersebut sangat berbeda dibanding era sebelum Deschamps hadir sebagai pemain sekaligus pelatih.
Keberhasilan itu lahir melalui proses panjang yang dimulai sejak Piala Dunia 1998. Saat itu, Deschamps memimpin Prancis sebagai kapten menuju gelar juara dunia pertama mereka.
Dari Kapten Juara Menjadi Pelatih Bersejarah
Tanggal 12 Juni 1998 menjadi titik balik sepak bola Prancis. Deschamps mengawali perjalanan di Piala Dunia sebagai kapten dengan kemenangan 3-0 atas Afrika Selatan sebelum menaklukkan Brasil dengan skor yang sama pada partai final.
Sebelum era tersebut, Prancis hanya meraih 15 kemenangan dari 34 pertandingan Piala Dunia dalam sembilan penampilan. Mereka juga belum pernah mencapai partai final dan hanya dua kali finis di peringkat ketiga.
Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menilai kualitas kepemimpinan Deschamps menjadi pembeda. "Bagi saya, pemimpin adalah seseorang yang membantu orang lain menjadi lebih baik daripada kemampuan normal mereka, bukan orang yang memaksakan kehendak atau menggunakan kekuatan, melainkan orang yang membangkitkan semangat dan mengeluarkan kehebatan yang bahkan mungkin belum mereka sadari."
Konsistensi yang Mengangkat Prancis
Deschamps kembali ke tim nasional sebagai pelatih pada 2014. Sejak saat itu, Prancis berhasil menembus perempat final dalam empat edisi Piala Dunia secara beruntun.
Catatan pribadinya juga sangat impresif. Dari 24 pertandingan Piala Dunia sebagai pelatih, ia membukukan 19 kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya dua kekalahan.
Sebagai pemain dan pelatih, Deschamps telah terlibat langsung dalam 31 pertandingan Piala Dunia Prancis. Ia juga hadir di lapangan atau bangku cadangan dalam 56,8 persen kemenangan Prancis di ajang tersebut.
Legenda Prancis, Thierry Henry, menilai pencapaian itu bukan hasil keberuntungan. "Ini bukan keberuntungan. Orang ini adalah pemenang sejati, dan hanya itu. Saya juga bisa memberi tahu betapa sulitnya mengelola banyak pemimpin di dalam tim dan memastikan hanya ada satu pemimpin utama."
Warisan yang Sulit Dilampaui
Pengaruh Deschamps melampaui angka statistik. Sebelum dirinya hadir, Prancis belum pernah menjadi juara dunia, sedangkan kini Les Bleus telah mengoleksi dua gelar Piala Dunia.
Prancis juga bergabung dengan Brasil, Jerman, dan Argentina sebagai tim yang mampu mencetak sedikitnya 150 gol di Piala Dunia. Pencapaian tersebut memperlihatkan perubahan besar yang dibangun selama masa kepemimpinan Deschamps.
Kapten Prancis, Kylian Mbappe, berharap tim memberikan akhir terbaik bagi sang pelatih. "Cara terbaik untuk memberikan penghormatan kepadanya adalah memenangi turnamen ini, karena dia sangat mencintai kemenangan. Kami akan melakukan segala yang kami bisa agar dia mendapatkan Piala Dunia terbaik."
Apa pun hasil Prancis di Piala Dunia 2026, posisi Didier Deschamps dalam sejarah sudah tidak tergoyahkan. Ia berhasil mengubah Prancis dari tim yang sesekali bersaing menjadi langganan kandidat juara dunia.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:10
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
LATEST UPDATE
-
Manchester United Sepakat Datangkan Carlos Baleba dari Brighton
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 05:39
-
Inter Milan Resmi Rekrut Curtis Jones dari Liverpool
Liga Italia 22 Agustus 2026, 05:09
-
Hasil Liga Arab Saudi: Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Al-Nassr Hajar Al-Riyadh 4-0
Asia 22 Agustus 2026, 04:57
-
Man of the Match Arsenal vs Coventry City: Martin Odegaard
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 04:33
-
Hasil Arsenal vs Coventry City: The Gunners Langsung Tancap Gas di Pekan Pembuka
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 04:07
-
Link Streaming Arsenal vs Coventry City 22 Agustus 2026
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:59
-
Andoni Iraola Waspadai Wajah Baru Newcastle bersama Matthias Jaissle
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:30
-
Barcelona Kesusahan, Arsenal Tancap Gas untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:00
-
Resmi! Arsenal Datangkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:26
-
Mengungkap Misteri Menghilangnya Mason Mount dari Skuad MU
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:05
-
Bursa Transfer Sedikit Lagi Tutup, Wayne Rooney Minta MU Angkut Pemain Arsenal Ini
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 21:00
-
Fabio Capello Sebut Inter Milan Tak Punya Rival di Serie A
Liga Italia 21 Agustus 2026, 21:00
-
Manchester United Diprediksi Bawa Pulang 3 Poin dari Kandang Hull City
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:45
-
Manchester City Masih Minati Enzo Fernandez, Chelsea Tak Bergeming!
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR