
Bola.net - Azzedine Ounahi pernah membuat banyak orang bertanya-tanya ketika Maroko melangkah jauh di Piala Dunia 2022. Di tengah gemerlap nama-nama besar, gelandang kelahiran Casablanca itu hadir dengan permainan sederhana, tetapi efektif.
Ia berlari tanpa lelah, menguasai ritme pertandingan, lalu menghubungkan lini belakang dengan barisan penyerang. Dalam usia yang masih muda saat itu, Ounahi memperlihatkan ketenangan yang jarang dimiliki pemain yang baru merasakan atmosfer turnamen terbesar sepak bola.
Penampilannya membuat publik sepak bola dunia mulai mengenal sosok bernomor punggung delapan tersebut. Kekalahan dari Prancis di semifinal memang mengakhiri perjalanan Maroko, tetapi kisah Ounahi baru saja dimulai.
Empat tahun berselang, Maroko kembali bertemu Prancis dengan mimpi yang sama besarnya. Kali ini, Ounahi datang bukan lagi sebagai wajah baru, melainkan pemimpin permainan yang membawa pengalaman dan kematangan.
Dari Jalanan Casablanca Menuju Panggung Dunia
Perjalanan Ounahi bermula dari lingkungan sederhana di Casablanca. Menurut Nasser Larguet, bakatnya sudah terlihat ketika masih berusia sekitar 10 hingga 12 tahun dan kerap bermain melawan pemain yang lebih dewasa.
"Sejak usia sangat muda, ia bermain dalam pertandingan melawan orang dewasa di lingkungannya. Pengalaman itu membuatnya berkembang dan memiliki kepercayaan diri yang realistis terhadap kemampuannya," kata Larguet.
Bakat itu kemudian ditempa di Akademi Mohammed VI hingga membawanya menembus sepak bola profesional. Langkah demi langkah membentuk karakter pemain yang tidak mudah kehilangan ketenangan meski berada di bawah tekanan.
Belajar dari Jalan yang Tidak Selalu Mudah
Piala Dunia 2022 membuka pintu menuju Marseille pada Januari 2023. Namun, perjalanan di level klub tidak selalu berjalan sesuai harapan karena kesempatan bermain yang terbatas membuatnya harus mencari tempat baru.
Ounahi sempat memperkuat Panathinaikos sebagai pemain pinjaman sebelum melanjutkan karier bersama Girona. Situasi tersebut tidak mengubah posisinya sebagai salah satu pemain penting di tim nasional Maroko.
Larguet menilai Ounahi selalu memperlihatkan wajah berbeda ketika mengenakan seragam negaranya. "Saat bermain untuk negaranya, dia memiliki kecintaan yang besar terhadap seragam tim nasional dan persaingan di dalam skuad membuat permainannya semakin meningkat."
Wajah Baru Ounahi di Lini Tengah Maroko
Di bawah arahan Mohamed Ouahbi, peran Ounahi mengalami perubahan. Ia tidak lagi hanya menjadi penghubung antarlini, tetapi juga lebih sering masuk ke area berbahaya untuk menyelesaikan peluang.
Perubahan itu langsung menghadirkan hasil melalui kontribusi gol yang semakin meningkat. Larguet menilai kematangan membuat Ounahi mampu menjalankan tanggung jawab yang lebih besar tanpa kehilangan identitas permainannya.
Empat tahun lalu, dunia mengenalnya sebagai gelandang pekerja keras yang menghidupkan permainan Maroko. Kini, Ounahi kembali menghadapi Prancis dengan status berbeda, yaitu pemain yang diharapkan mampu menentukan arah perjalanan Atlas Lions menuju lembaran sejarah berikutnya.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko 10 Juli 2026
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:10
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR