
Bola.net - Parma dilaporkan mengincar striker Inter Milan, Mehdi Taremi, untuk memperkuat lini depan mereka. Klub Serie A ini tengah menyiapkan langkah berani sebelum jendela transfer ditutup.
Taremi, 33 tahun, hanya setahun berseragam Inter setelah didatangkan secara bebas transfer dari Porto. Kehadirannya di San Siro kini dipertanyakan karena tidak masuk dalam rencana pelatih baru, Cristian Chivu.
Keputusan Chivu membuat Inter Milan memasang label jual untuk penyerang veteran tersebut. Meski mendapat tawaran dari klub-klub Amerika Selatan dan Turki, Taremi lebih memilih tetap bermain di Eropa.
Parma melihat kesempatan ini sebagai peluang emas. Klub yang kerap bersaing di papan tengah Serie A itu menilai Taremi bisa menjadi solusi lini depan mereka.
Minat Parma Terhadap Taremi

Menurut laporan Sky Sport, Parma mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran mendadak bagi Taremi. Mereka ingin memanfaatkan situasi pemain yang tidak masuk skema Inter.
Taremi menolak tawaran dari Flamengo pada musim panas ini. Ia ingin melanjutkan kariernya di salah satu dari lima liga top Eropa.
Beberapa klub Premier League, termasuk Fulham dan Leeds United, juga menunjukkan ketertarikan. Namun, Parma berpotensi mengejutkan semua pihak dengan tawaran mereka di Serie A.
Hubungan Baik Inter dan Parma

Hubungan baik antara Inter Milan dan Parma menjadi faktor yang memudahkan negosiasi. Contohnya terlihat dari transfer Ange-Yoan Bonny ke Giuseppe Meazza sebelumnya.
Keluarnya Bonny meninggalkan kekosongan di lini depan Parma. Kehadiran Taremi dipandang mampu menambal celah tersebut dengan pengalaman dan kemampuan mencetak golnya.
Parma yakin kehadiran striker asal Iran ini bisa meningkatkan daya saing tim. Tim yang dikenal dengan strategi berani di bursa transfer ini siap melangkah cepat.
Peluang Taremi Bertahan di Serie A

Taremi sebenarnya memiliki banyak opsi lain di luar Italia. Namun, ia tampaknya lebih memilih tetap berada di kompetisi papan atas Eropa.
Serie A menawarkan kesempatan bagi Taremi untuk tampil di level tinggi tanpa harus berpindah ke liga yang lebih jauh. Parma menjadi alternatif realistis dan menarik bagi striker berpengalaman ini.
Jika transfer berhasil, Parma akan mendapatkan tambahan kualitas yang signifikan di lini depan. Hal ini bisa memperkuat ambisi mereka untuk bersaing lebih tinggi di Serie A.
Sumber: Sempre Inter
Klasemen Serie A
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Sassuolo vs Napoli 23 Agustus 2025
Liga Italia 21 Agustus 2025, 23:28
-
AC Milan Capai Kesepakatan Transfer Victor Boniface, Rasmus Hojlund Batal Merapat!
Liga Italia 21 Agustus 2025, 23:03
-
AC Milan Incar Wonderkid Brasil Rayan, Jadi Opsi Jika Chukwueze Pergi
Liga Italia 21 Agustus 2025, 16:50
-
Milan Menyerah, Napoli Kian Leluasa untuk Datangkan Rasmus Hojlund
Liga Italia 21 Agustus 2025, 15:41
LATEST UPDATE
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
-
Aston Villa Boyong Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri: Transfer Ganda Pasukan Unai Emery
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:33
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus: Bali ke Turin, Bakal jadi Kiper Pelapis?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:48
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR