Bola.net - Pelatih anyar AC Milan Marco Giampaolo menegaskan ia kini siap menghadapi tantangan besar di San Siro meski sebelumnya sempat mengalami keterpurukan dalam karir kepelatihannya.
Giampaolo mulai mengalami karirnya dalam dunia kepelatihan pada tahun 2000. Ia mengawalinya dengan menjadi asisten pelatih di klub Pescara. Jabatan itu terus ia lakoni hingga tahun 2004.
Selepas itu, ia naik pangkat. Ia dipercaya menangani Ascoli hingga tahun 2006. Setelah itu Cagliari memakai jasanya selama satu tahun.
Mulai tahun 2008, Giampaolo dipercaya untuk menangani Siena. Ia bertahan semusim di sana dan kemudian pindah ke Catania pada Mei 2010. Di klub ini ia hanya bertahan hingga Januari 2011.
Pada Juni 2011, Giampaolo diangkat menjadi pelatih kepala Cesena. Namun pada bulan Oktober di tahun yang sama, ia dipecat dari jabatannya.
Pada Juli 2013, Giampaolo mendapat kepercayaan untuk menangani Brescia Namun ia kembali gagal. Per September 2013, ia berpisah dengan klub Serie B tersebut setelah hanya memimpin mereka dalam tujuh laga saja.
Setelah itu ia terjun bebas ke Serie C. Di sana ia menangani Cremonese. Ia menangani klub itu dari September 2014 hingga Juni 2015. Dari 26 laga ia membawa timnya menang sembilan kali, imbang 10 kali dan kalah tujuh kali.
Bangkit
Cremonese sepertinya menjadi awal kebangkitan karir Giampaolo. Setelah itu ia ditunjuk untuk menangani Empoli dan kemudian Sampdoria.
Pelatih yang gemar menggunakan formasi 4-3-1-2 ini menarik banyak perhatian dengan performanya bersama Sampdoria, meski klub itu belum pernah dibawanya meraih trofi juara. Ia pun mengaku senang karena kini kerja kerasnya terbayarkan setelah mendapat kepercayaan untuk menukangi Milan.
Dengan pengalamannya yang panjang dan berliku itu, Giampaolo juga mengaku ia siap menghadapi tantangan besar di Milan.
“Saya memiliki keberanian dan kegilaan untuk memulai lagi di Serie C bersama Cremonese, dengan tujuan untuk kembali ke Serie A," ungkapnya seperti dilansir Football Italia.
“Panggilan Milan telah membuat saya menjadi pria yang bahagia, lima tahun kemudian. Itu hak istimewa bagi saya. Saya siap menerima tantangan ini," tegasnya.
“Ini bukan balas dendam melainkan hasil dari keterikatan yang saya tunjukkan pada pekerjaan saya," sambung pelatih 51 tahun ini.
Layak
Lebih lanjut, Giampaolo mengaku ia merasa senang bisa melatih klub sebesar Milan. Ia juga menegaskan ia memang layak untuk ditunjuk menjadi arsitek Rossoneri.
"Saya benar-benar merasa terhormat untuk bisa melatih Milan, klub yang mulia dengan sejarah yang sangat penting," serunya.
“Bagi saya ini adalah kesempatan besar, saya pikir saya mendapatkannya dengan pengorbanan yang telah saya buat dalam karir saya dan sekarang saya harus membawa semuanya kembali ke lapangan," tegasnya.
“Anda belajar dari kesalahan Anda. Perjalanan ini bak pasang surut bagi saya, saya di sini hari ini dan saya juga percaya saya telah tiba pada usia yang tepat," tandas Giampaolo.
AC Milan meresmikan penunjukan Marco Giampaolo sebagai pelatih pada 20 Juni 2019 kemarin. Ia dikontrak oleh Rossoneri hingga tahun 2021 mendatang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marco Giampaolo Ingin Skuat Milan Kerja Keras dan Tak Banyak Omong
Liga Italia 9 Juli 2019, 23:30
-
Leonardo Isyaratkan PSG Tak Akan Berusaha Bajak Donnarumma dari Milan
Liga Italia 9 Juli 2019, 22:59
-
Paqueta Tegaskan Bahagia di Milan dan Tak Bakal Pindah ke PSG
Liga Italia 9 Juli 2019, 22:24
-
Sulit Bagi Milan untuk Bajak Luka Modric dari Madrid
Liga Italia 9 Juli 2019, 21:53
-
Boban Ungkap Alasan AC Milan Pilih Marco Giampaolo
Liga Italia 9 Juli 2019, 20:54
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR