
Bola.net - Juventus pulang dengan satu poin, tapi rasanya seperti menelan kekalahan pahit. Hasil imbang 1-1 kontra Lecce di lanjutan Liga Italia, Minggu (4/1/2026) menyisakan drama kegagalan penalti yang menyesakkan dada di menit akhir.
Rasa frustrasi sempat menyelimuti ruang ganti Bianconeri pasca-peluit panjang dibunyikan. Namun, Weston McKennie menolak membiarkan rekan-rekannya tenggelam dalam penyesalan yang berlarut-larut.
Gelandang asal Amerika Serikat ini menegaskan bahwa satu hasil minor tidak boleh meruntuhkan mentalitas tim yang sedang dibangun. Ia meminta seluruh skuad untuk segera menghapus memori buruk ini dan mengalihkan fokus ke depan.
McKennie juga menyoroti peran barunya di lapangan serta memberikan pembelaan mutlak bagi rekannya, Jonathan David, yang gagal menjadi eksekutor penalti.
Menolak Panik dan Frustrasi

McKennie menyadari sepenuhnya bahwa hasil imbang ini mengecewakan bagi para pendukung. Namun, ia melihat sisi positif dari performa tim secara keseluruhan yang dinilainya cukup solid meski penyelesaian akhir menjadi kendala.
Bagi pemain berusia 26 tahun tersebut, ketakutan adalah musuh terbesar saat ini. Ia menekankan bahwa performa Juventus di laga tersebut seharusnya memberikan dorongan semangat, bukan keraguan.
"Saya tidak berpikir pertandingan ini harus membuat kami takut," tegas McKennie dalam konferensi pers pasca-laga, dilansir dari TuttoJuve.
"Kami memainkan permainan yang bagus. Kami kehilangan umpan terakhir dan penalti bisa gagal dilakukan oleh siapa saja. Itulah sepak bola, Anda harus bangkit dan fokus pada pertandingan berikutnya," tambahnya mencoba menenangkan situasi.
Antara Peluang Hilang dan Langkah Maju

Ketika ditanya awak media apakah hasil imbang ini terasa sebagai peluang emas yang terbuang, McKennie memberikan jawaban yang diplomatis namun jujur. Ada rasa kesal yang tak bisa disembunyikan, tetapi juga kesadaran realistis bahwa kompetisi masih panjang.
"Ya dan tidak," jawabnya mencoba menyeimbangkan perspektif antara kecewa dan optimisme.
"Pertandingan seperti ini bisa membantu Anda naik ke papan atas, jadi tentu saja Anda merasa sedikit frustrasi. Tapi Anda tidak bisa memikirkan peluang yang terlewat. Anda harus terus maju," lanjut gelandang energik tersebut.
Nyaman Perankan Trequartista
Tak hanya soal mentalitas tim, McKennie juga berbicara mengenai peran taktisnya yang lebih ofensif dalam laga tersebut. Ia ditempatkan di posisi yang lebih maju, beroperasi di belakang para penyerang.
Ternyata, peran sebagai trequartista atau penyerang lubang ini sangat dinikmatinya. Ia merasa bisa berkontribusi lebih luas bagi permainan Si Nyonya Tua.
"Ini bukan posisi baru bagi saya," ungkapnya dengan nada percaya diri.
"Saya selalu tersedia untuk pelatih dan tim, dan saya mencoba memberikan 100 persen di mana pun saya bermain. Saya suka peran trequartista karena Anda bisa membantu baik secara defensif maupun ofensif," jelas McKennie.
Pembelaan untuk David
Sorotan paling tajam tentu mengarah pada David yang gagal menuntaskan tugasnya sebagai algojo penalti. Kegagalan itu menjadi kambing hitam di mata banyak pihak atas hilangnya dua poin Juventus.
Namun, McKennie dengan cepat mematikan segala potensi perpecahan di dalam tim. Ia melindungi rekannya itu dan menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemain yang perlu merasa bersalah sendirian.
"Dia tidak perlu meminta maaf kepada tim," ujar McKennie membela rekannya.
"Inilah sepak bola. Kami harus mendukungnya dan membuatnya tetap tegak kepala. Dia tidak boleh memikirkannya lagi, mudah-mudahan dia akan mencetak gol di pertandingan berikutnya," pungkasnya penuh harap.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Menang, Penalti Ambyar, Tapi Juventus Dinilai Ada di Jalan yang Benar
Liga Italia 4 Januari 2026, 13:02
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR