
Bola.net - Turin masih geram. Satu poin dari kandang sendiri melawan Lecce terasa hambar, mengganjal di tenggorokan. Juventus menghamburkan segudang peluang, termasuk sebuah penalti yang bisa menentukan hasil pertandingan.
Kekecewaan itu nyata. Sorotan media langsung mengarah pada sang eksekutor yang gagal, Jonathan David, mempertanyakan pilihan, menyulut kontroversi.
Luciano Spalletti memilih jalan lain. Sang pelatih justru berdiri di depan untuk menangkis segala tudingan. Bagi dia, narasi pertandingan ini bukan tentang satu titik putih yang melayang.
Di ruang wawancara, pelatih asal Italia itu membeberkan fakta lain. Ia melihat denyut nadi yang mulai kuat, sebuah fondasi yang lebih berharga dari sekadar dua poin.
Inilah pembelaan tanpa syarat dan visi tegas yang ia suarakan.
Performanya Naik, Akurasinya yang Masih Mengkhianati
Spalletti tak mau timnya tenggelam dalam kekecewaan. Alih-alih, ia menyodorkan secercah cahaya dari performa tim yang ia nilai menunjukkan lompatan kualitas.
“Kami memainkan pertandingan yang bagus, pertandingan yang sangat bagus,” tegasnya dengan mata berbinar.
Ia mengakui hasil akhir memang pahit. Namun, bagi Spalletti, ada kemajuan struktural yang jauh lebih penting untuk dilihat. Itulah pondasi yang harus dipertahankan.
Masalahnya, dominasi itu tak terbaca di papan skor. Sang pelatih dengan jujur membedah satu titik lemah yang masih membelenggu anak asuhnya.
“Kami perlu meningkatkan pilihan kami di dalam kotak penalti. Kami banyak sekali memasukkan bola ke area berbahaya. Baik di babak pertama maupun kedua, tapi tak pernah menemukan sentuhan tepat untuk mengarahkannya. Di situlah kami harus tumbuh,” ujarnya membeberkan analisis teknis.
Pembelaan untuk David
Gemuruh kritisisme seputar penalti gagal tak membuat Spalletti goyah. Sikapnya justru bulat. Ia menolak mentah-mentah budaya mencari kesalahan individu.
“Dia adalah eksekutor penalti dan dia melakukannya dengan sangat baik. Dia membuat pilihan yang tepat, menendang ke tengah. Hanya saja tendangannya tidak cukup diangkat,” papar Spalletti dengan tenang, membela pilihan teknis sang pemain.
Ia pun mengingatkan semua orang bahwa di skuadnya, bakat mengeksekusi penalti bukan barang langka. Ada nama-nama lain yang sama bisa diandalkan.
“Locatelli adalah eksekutor penalti. Yildiz adalah eksekutor penalti," lanjutnya.
“Keputusan-keputusan ini lahir dalam momen, dalam gejolak emosi pertandingan. Ini tidak bekerja seperti yang mungkin dibayangkan dari luar,” tandasnya.
Lupakan Angka, Fokus pada Denyut yang Kini Berdetak Kuat
Bagi Spalletti, pertandingan ini sudah harus disimpan dalam lemari arsip. Pesannya jelas: mari melangkah ke depan dengan ritme permainan yang sudah mulai terbentuk.
“Pertandingan ini sudah berlalu. Kami tidak memenangkannya, kami hanya meraih imbang.”
“Tapi jika kami terus bermain seperti ini, kami akan memenangkan banyak pertandingan. Sekarang kami harus memastikan kami mengambil poin di laga-laga berikutnya,” tutupnya dengan nada optimistis yang terasa tulus.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Menang, Penalti Ambyar, Tapi Juventus Dinilai Ada di Jalan yang Benar
Liga Italia 4 Januari 2026, 13:02
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
LATEST UPDATE
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






















KOMENTAR