
Bola.net - Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, tidak bisa menyembunyikan amarahnya setelah timnya tumbang 1-2 di markas Como pada lanjutan Serie A, Senin (16/3/2026) dini hari WIB. Ia mengecam keras keputusan wasit yang mengusir Wesley dan mengkritik tren pemain yang hobi melakukan simulasi.
Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan bagi Serigala Ibu Kota yang sebenarnya sempat unggul lebih dulu. Keputusan memberikan kartu kuning kedua kepada Wesley dianggap sebagai titik balik yang menghancurkan skenario pertandingan.
Gasperini menilai insiden tersebut sangat mencederai sportivitas karena dipicu oleh aksi jatuh yang berlebihan. Bagi sang pelatih, hal ini menjadi noda besar bagi perkembangan sepak bola modern saat ini.
Kini Roma harus segera melupakan kekalahan pahit ini demi fokus ke kompetisi Eropa. Tantangan besar sudah menanti di depan mata untuk menyelamatkan musim mereka.
Sindiran Pedas untuk Tukang Diving
Kemarahan Gasperini memuncak saat membahas proses keluarnya kartu merah untuk Wesley. Ia merasa timnya menjadi korban dari akting pemain lawan yang tidak jujur di lapangan hijau.
Juru taktik kawakan ini bahkan menganggap memberikan komentar lebih jauh hanya akan membuang-buang waktu. Baginya, bukti di lapangan sudah sangat jelas memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Saya sudah melihat insiden Wesley, hari ini tidak ada gunanya mengomentari tren sepak bola ini, terutama soal diving," cetus Gasperini kepada DAZN.
Ia mengakui bahwa kehilangan satu pemain sangat memengaruhi cara timnya bertahan dari gempuran Como. Momen itu dianggapnya sebagai episode penentu yang mengacaukan ritme permainan Roma.
"Sayangnya itu adalah episode yang menentukan, sama seperti saat gol penyeimbang mereka terjadi," tambah pelatih berusia 68 tahun tersebut.
Ketergantungan pada Donyell Malen
Selain masalah wasit, Gasperini juga menyoroti lini serang timnya yang sempat kehilangan tajinya. Donyell Malen sempat membawa harapan lewat gol penaltinya sebelum ditarik keluar pada babak kedua.
Gasperini tidak menampik bahwa Malen adalah sosok masterclass yang sangat dibutuhkan tim saat ini. Tanpa kehadirannya, daya dobrak Roma menurun drastis dalam menciptakan peluang bersih.
"Kami memang mengandalkannya, itu wajar melihat berapa banyak gol yang kami cetak," jelas sang pelatih.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kerja keras tim tetap menjadi landasan utama. Malen hanya bisa bersinar jika suplai bola dan kerja sama antar lini berjalan dengan mulus.
"Dia menciptakan peluang yang jelas dan bersih di setiap pertandingan, itu berarti tim bekerja dengan baik," lanjutnya lagi.
Bangkit Demi Liga Europa
Roma tidak punya banyak waktu untuk meratapi hasil buruk di Serie A ini. Jadwal padat memaksa mereka untuk segera memulihkan energi menjelang laga krusial hari Kamis.
Pertandingan leg kedua Liga Europa melawan Bologna akan menjadi ajang pembuktian mentalitas para pemain. Gasperini menuntut skuat mudanya untuk segera bangkit dari keterpurukan.
"Para pemain masih muda dan beberapa memiliki pengalaman, mereka harus segera memulihkan energi," tegas Gasperini.
Ia menyadari bahwa sanksi larangan bertanding pemainnya akan sedikit mengganggu kontinuitas skema tim. Namun, tidak ada alasan untuk tidak siap dalam laga hidup mati tersebut.
"Kamis adalah pertandingan yang penting dan kami harus siap," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Como vs Roma Memanas! Cesc Fabregas Haramkan Pemainnya Bahas Liga Champions
Liga Italia 14 Maret 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Marcus Rashford Kembali, Michael Carrick Tegaskan Statusnya di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 13:17
-
Bradley Barcola ke Liverpool Makin Terbuka, PSG Belum Tutup Pintu
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 13:00
-
Formasi Pertahanan Terbaik Liverpool dengan Ronald Araujo
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 12:14
-
Djed Spence Segera Gabung Inter Milan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Liga Italia 13 Agustus 2026, 12:08
-
Chelsea Tetapkan Batas Waktu Transfer Enzo Fernandez, Manchester City Harus Bergerak
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:38
-
4 Talenta Akademi Real Madrid yang Bisa Masuk Rencana Jose Mourinho
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 11:16
-
Senne Lammens Ganti Nomor Punggung di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:08
-
La Liga 2026/27: Superkomputer Prediksi Barcelona Juara, Real Madrid Runner-up
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:42
-
Ayah Lionel Messi Meninggal, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Penuh Dukungan
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Menang atas Leeds, 3 Catatan Penting dari Laga Pramusim
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 10:10
-
Cristian Romero Menuju Atletico Madrid, Tottenham Perlu Cari Pengganti Sang Kapten
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:06
-
Paul Pogba Menuju MLS? Deretan Klub Ini Punya Alasan untuk Merekrutnya
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 09:59
-
7 Pemain AC Milan yang Bisa Isi Berbagai Posisi dalam Skema 3-4-2-1 Amorim
Liga Italia 13 Agustus 2026, 09:14
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR