
Bola.net - Luciano Spalletti punya cara unik untuk memotivasi skuad Juventus saat ini. Ia mengibaratkan timnya harus melaju kencang layaknya mobil balap Ferrari.
Perumpamaan ini muncul jelang laga penutup pekan ke-20 Serie A. Juventus dijadwalkan menjamu Cremonese di Allianz Stadium, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.
Spalletti juga menyoroti performa Jonathan David yang mulai menemukan ketajamannya. Penyerang Timnas Kanada tersebut diharapkan terus konsisten menjadi mesin gol tim.
Evaluasi terus dilakukan meski Juventus baru saja menang telak atas Sassuolo. Pelatih berkepala plontos itu ingin kesempurnaan di setiap jengkal lapangan.
Kebangkitan Jonathan David

Jonathan David sempat menjadi sasaran kritik saat Juventus ditahan imbang Lecce. Namun, ia langsung bangkit dengan performa gemilang saat melawan Sassuolo.
Spalletti memberikan kredit khusus kepada penyerang andalannya tersebut. Kepercayaan penuh akan kembali diberikan padanya di laga kontra Cremonese.
"Ini bisa menjadi suntikan kepercayaan diri karena dia (David) menjalani pertandingan yang hebat," puji Luciano Spalletti.
"Saya berharap dia terus berkembang karena dia menyatu sangat baik dengan tim. Dia menciptakan keunggulan di area lain lapangan. Dia juga punya pemahaman yang baik dengan tim, dan kami akan menaruh kepercayaan padanya besok," imbuhnya.
Filosofi Balap Scuderia Ferrari

Spalletti merasa timnya belum maksimal dalam memanfaatkan lebar lapangan. Ia ingin para pemainnya lebih cerdas mengeksploitasi ruang kosong.
Analogi mobil balap Ferrari digunakan untuk menggambarkan efektivitas permainan yang diinginkannya. Semua potensi tim harus dikerahkan tanpa sisa.
"Pemain saya kuat, mereka orang-orang rendah hati yang tahu cara bekerja sebagai tim, dan masih ada ruang untuk individualitas. Sekarang, penting untuk terus seperti ini," jelas Spalletti.
"Kami harus menjadi seperti Scuderia Ferrari dan menggunakan seluruh lintasan, termasuk kerb (pinggiran lintasan), karena saat ini kami belum hebat dalam menggunakan seluruh lapangan," tegas eks pelatih AS Roma itu.
PR Besar Meski Menang Telak
Kemenangan 3-0 atas Sassuolo ternyata belum memuaskan hasrat Spalletti. Ia melihat masih ada celah yang harus segera ditambal timnya.
Aspek transisi permainan dan upaya merebut bola kembali menjadi sorotan utama. Hal ini dinilai fundamental dalam sepak bola modern.
"Kami telah berkembang dalam banyak hal, tetapi kami harus mengejar ketertinggalan di area tertentu lainnya yang merupakan bagian dari sepak bola saat ini," ulas Spalletti.
"Hal-hal ini menjadi fundamental, seperti merebut kembali penguasaan bola sehingga Anda dapat memulai serangan dari tempat Anda berhenti," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Juventus vs Cremonese - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 12 Januari 2026, 19:45
-
Spalletti Ingin Juventus Ngebut Seperti Ferrari, Apa Maksudnya?
Liga Italia 12 Januari 2026, 16:45
-
Jelang Juventus vs Cremonese: Spalletti Lempar Kode Belanja Pemain Nih?
Liga Italia 12 Januari 2026, 16:18
-
Rencana B Juventus Bikin Kaget, Nama Anak Legenda Milan Masuk Daftar Belanja
Liga Italia 12 Januari 2026, 07:39
-
Inter Milan Siap Bajak Dusan Vlahovic dari Juventus, AC Milan Terancam Kena Tikung!
Liga Italia 12 Januari 2026, 07:00
LATEST UPDATE
-
Menolak Panik: Real Madrid Tetap Percaya Xabi Alonso meski Kalah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 18:47
-
Javier Tebas Tegas: Pembajakan Bukan Kebebasan, Ancaman Nyata bagi Masa Depan LALIGA
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 17:13
-
BRI Super League: Laga Arema FC vs Persik Menyisakan Rasa Pahit buat Macan Putih
Bola Indonesia 12 Januari 2026, 16:51
-
Spalletti Ingin Juventus Ngebut Seperti Ferrari, Apa Maksudnya?
Liga Italia 12 Januari 2026, 16:45
-
Jelang Juventus vs Cremonese: Spalletti Lempar Kode Belanja Pemain Nih?
Liga Italia 12 Januari 2026, 16:18
-
Terbuai dan Terjebak Zona Nyaman, Penyebab Runtuhnya Liverpool Musim Ini
Liga Inggris 12 Januari 2026, 16:16
LATEST EDITORIAL
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55























KOMENTAR