
Bola.net - Cristian Chivu menegaskan Inter Milan masih memiliki peluang besar untuk membalikkan defisit dua gol saat menjamu Bodo/Glimt di Liga Champions. Nerazzurri kalah 1-3 pada leg pertama di Aspmyra Stadion.
Kekalahan itu terjadi setelah Inter kesulitan beradaptasi dengan lapangan sintetis dan kondisi cuaca. Hasil tersebut juga membuat Bodo/Glimt menjadi tim Norwegia pertama yang mengalahkan klub Italia di kompetisi UEFA sejak 1996.
Meski demikian, Inter memiliki modal positif jelang leg kedua di San Siro. Mereka memenangi tujuh dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk tiga laga kandang beruntun.
Secara historis, Bodo/Glimt juga memiliki catatan kurang baik saat bertandang ke markas tim Serie A. Situasi itu membuat Cristian Chivu tetap percaya diri timnya mampu membalikkan keadaan dan lolos ke babak 16 besar.
Belajar dari Leg Pertama

Cristian Chivu mengakui Inter sudah memahami sejak awal bahwa laga di Norwegia tidak akan mudah. Faktor lapangan dan cuaca menjadi tantangan tambahan bagi timnya.
Ia menilai Inter belum sepenuhnya mampu beradaptasi sepanjang pertandingan. Namun, Chivu menegaskan bahwa kekuatan Bodo memang sudah diketahui sebelumnya.
"Apa yang sudah kami ketahui sebelumnya adalah bahwa ini tidak akan mudah, sebagian karena lapangan dan cuaca," ujar Chivu.
"Kami harus beradaptasi lebih baik dengan kondisi pertandingan dan kami hanya mampu melakukannya dalam beberapa fase. Tetapi kami tahu kekuatan tim ini. Apa yang mereka lakukan di fase grup bukan kebetulan.
"Mereka bermain imbang di Dortmund dan mengalahkan City serta Atletico di Madrid. Kami tidak berada pada level yang dibutuhkan di beberapa momen dan kami berharap itu tidak terjadi lagi besok," lanjut Chivu.
Banyak Pemimpin Meski Tanpa Lautaro

Cristian Chivu memastikan absennya Lautaro Martinez tidak akan menggoyahkan Inter. Ia menilai timnya memiliki cukup sosok pemimpin yang siap mengambil tanggung jawab.
Menurutnya, setiap pemain yang turun ke lapangan memahami perannya masing masing. Rasa percaya diri dan kebersamaan tetap terjaga di dalam skuad.
"Kami memiliki banyak pemimpin. Siapa pun yang turun ke lapangan merasa bertanggung jawab. Semua telah bekerja dengan baik, mereka merasa terlibat dan percaya diri, serta tahu bahwa kontribusi mereka sangat penting," ujar Chivu.
"Saya berpegang pada rasa lapar kami, kerja keras, kerendahan hati, dan perkembangan kami. Saya berharap kami bisa terus membangun di atas fondasi ini. Para pemain ini memiliki keyakinan.
"Mereka telah menunjukkannya selama tiga bulan, bahkan melalui pasang surut yang tidak menghilangkan kepercayaan diri, harga diri, atau etos kerja mereka untuk tetap kompetitif," tegas Cristian Chivu.
Siap Bertarung Hingga Akhir

Chivu menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar soal satu hasil pertandingan. Ia ingin timnya fokus memberikan performa terbaik sepanjang laga.
Inter juga diminta tampil percaya diri tanpa kehilangan kendali emosi. Chivu mengingatkan bahwa pertandingan bisa berjalan hingga perpanjangan waktu atau adu penalti.
"Ini bukan tentang satu pertandingan atau satu pertempuran yang kalah. Ini tentang saling membalas dan selalu memberikan yang terbaik serta menjadi versi terbaik dari diri kami," kata Chivu.
"Kami memiliki tanggung jawab, bukan kewajiban, untuk menang. Kami harus masuk ke lapangan dengan percaya diri, mengetahui bahwa jika ada satu tim yang mampu membalikkan hasil ini, itu adalah kami. Namun, kami sadar itu tidak akan mudah.
"Pertandingan bisa berlangsung 120 menit atau hingga adu penalti. Kami harus siap sejak awal tanpa rasa putus asa untuk segera mencetak gol. Kami harus mengelola momen penting dengan baik dan mengandalkan kekuatan yang terus ditunjukkan oleh tim ini," pungkas Chivu.
Sumber: Sempre Inter
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Leverkusen vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Newcastle vs Qarabag FK - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Inter vs Bodo/Glimt - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
LATEST UPDATE
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
-
Lawan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Tegaskan Inter Harus Tetap Tenang
Liga Champions 24 Februari 2026, 11:43
-
Benjamin Sesko Jadi Supersub Mematikan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:29
-
Tanpa Lautaro, Cristian Chivu Yakin Inter Bisa Balikkan Keadaan Lawan Bodo/Glimt
Liga Italia 24 Februari 2026, 11:17
-
Toprak Razgatlioglu Ngaku Tunggu Kecelakaan Pertama di MotoGP demi Pahami Limit Performanya
Otomotif 24 Februari 2026, 10:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR