
Bola.net - Ultras Inter Milan menyatakan pembelaannya kepada fans Cagliari yang melakukan perlakuan rasis terhadap Romelu Lukaku. Menurut mereka, tindakan yang kurang menyenangkan tersebut lumrah untuk dilakukan.
Sorakan bernada rasis terdengar dari tribune suporter Cagliari saat Lukaku hendak melakukan eksekusi penalti pada menit ke-72. Sayangnya, bentuk intimidasi tersebut tidak membuat mental penyerang Inter Milan itu ciut. Malahan, ia berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik.
Sontak fans Cagliari menjadi sorotan utama. Sebab ini bukan kali pertama mereka melakukan tindakan yang serupa. Beberapa bulan lalu, Moise Kean yang masih membela Juventus juga diperlakukan sama hingga ia harus membalasnya dengan provokasi usai mencetak gol.
Pemain Juventus lainnya, Blaise Matuidi, juga pernah mengalaminya saat bertandang ke Sardegna Arena di tahun 2018 lalu. Demikian juga dengan Samuel Eto'o dan Sulley Muntari saat masih berkiprah di Serie A beberapa tahun silam.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Fans Cagliari Tidak Rasis
Setelah diperlakukan seperti itu, Lukaku mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Ironinya, kelompok ultras Inter Milan bernama L'Urlo della Nord justru menyatakan dukungannya kepada fans Cagliari melalui akun media sosial Facebook.
"Hi Romelu. Kami menuliskan kepada anda sebagai perwakilan dari Curva Nord, ya, orang-orang yang menyambut kedatangan anda di Milan. Kami sangat menyesal karena anda berpikir apa yang terjadi di Cagliari adalah rasisme," tulis pernyataan ultras Inter dikutip dari Football Italia.
"Anda harus paham bahwa Italia tidak seperti negara Eropa Utara lainnya yang di mana rasisme adalah sebuah masalah nyata. Kami paham itu bisa terlihat rasis bagi anda, tapi tidak seperti itu. Di Italia, kami menggunakan beberapa 'cara' hanya untuk 'membantu tim kami' dan mencoba untuk membuat lawan gugup, bukan untuk rasis namun hanya untuk mengganggu mereka," lanjutnya.
"Kami adalah organisasi fans multietnis dan kami selalu menyambut pemain dari manapun. Namun, kami selalu menggunakan 'cara' itu dengan pemain tim lain di masa lalu dan mungkin akan melakukannya di masa depan. Kami tidak rasis dan begitu juga dengan fans Cagliari," tambahnya.
Anggap Sebagai Bentuk Perhormatan
Malah sebaliknya, fans Inter meminta Lukaku berpikir bahwa sorakan rasis tersebut sebagai bentuk penghormatan atas kualitasnya. Jika mendapat perlakuan seperti itu, maka Lukaku dianggap sebagai penyerang yang berbahaya bagi tim lawan.
"Tolong pertimbangkan sikap fans Italia ini sebagai bentuk dari rasa hormat atas fakta bahwa mereka takut kepada anda, atas gol yang mungkin anda ciptakan melawan tim mereka dan bukan karena mereka membenci anda ataupun mereka rasis," lanjutnya lagi.
"Fans Italia mungkin tidak sempurna dan kami memahami rasa frustrasi anda dengan mengekspresikan ini, tapi kami pastinya tidak bermaksud untuk menjadi orang yang rasis. Sekali lagi... Selamat datang Romelu," tandasnya.
Sementara itu, di Inggris, Manchester United tengah menggalakkan program untuk menghentikan pernyataan rasis dalam media sosial yang belakangan dilontarkan oleh fansnya sendiri. Mereka bahkan bekerja sama dengan media sosial terkemuka dunia, Twitter.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ronaldo Tolak Pakai Lencana MVP Serie A di Jersey Juventus
Liga Italia 4 September 2019, 23:42
-
Duarte Ingin Ikuti Jejak Pendahulunya yang Sukses di Milan
Liga Italia 4 September 2019, 22:24
-
Emre Can Marah Besar ke Juventus, Ada Apa?
Liga Inggris 4 September 2019, 21:20
-
Cara Ampuh Hapus Aksi Rasis Ala Paul Ince
Liga Italia 4 September 2019, 20:57
-
Thuram Klaim Fans Terus Bertindak Rasis Karena Otoritas Serie A Diam Saja
Liga Italia 4 September 2019, 19:23
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR