
Bola.net - Selama ini banyak yang mengklaim bahwa Premier League sebagai liga terbaik di dunia. Namun hal tersebut nampaknya tidak berlaku bagi Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas.
Wajar saja bila Premier League dianggap sebagai liga terbaik mengingat ketatnya kompetisi di liga terebut. Para tim di luar klub big six Premier League mampu memberikan perlawanan sengit sehingga juara di Inggris sulit diprediksi.
Namun Tebas justru melihat Premier League bukan sebagai liga terbaik dalam sudut pandang finansial. Tebas merasa para tim-tim Premier League terlalu boros dalam membelanjakan uang mereka di bursa transfer.
“Yang saya khawatirkan adalah Premier League, dan saya sudah khawatir selama bertahun-tahun dari sekarang,” terang Tebas dikutip dari The Guardian.
Kehilangan Uang
Meskipun memiliki pendapatan yang besar, tim Premier League juga punya pengeluaran yang besar. Premier League bertanggung jawab atas 49 persen pengeluaran di lima liga top Eropa terhitung sejak tahun 2008.
Tebas mempertanyakan apakah perilaku boros tim Premier League sudah memperhitungkan aspek keberlanjutan secara finansial. Tebas merasa Premier League harus belajar dari Liga Spanyol dan Bundesliga yang telah menerapkan keberlanjutan finansial di setiap timnya.
“Tapi sekarang diubah menjadi kompetisi yang rugi sepanjang tahun. Semua klub kehilangan uang. Tidak ada keberlanjutan di Premier League. Premier League bukanlah model yang berkelanjutan secara finansial,” ujar Tebas.
Menurut Tebas, perilaku tersebut muncul akibat modal besar yang diberikan para pemilik tim Premier League. Tebas juga menambahkan perilaku itu bisa mendistorsi pasar khususnya di Kawasan Eropa.
“Mereka dibiayai oleh pemiliknya tetapi dengan jumlah uang yang sangat besar dan itu mendistorsi pasar. Mereka mendapat lebih banyak pendapatan, oke. Tapi anda kehilangan uang.”
“Anda menyuntikkan satu setengah miliar setiap tahun. Apa artinya? Itu berarti Anda tidak berkelanjutan sama sekali,” tambah Tebas.
Khawatir Merugi
Pernyataan Javier Tebas muncul akibat rasa khawatirnya terhadap para tim Premier League. Pengeluaran besar tim Premier League sangat rentan membuat mereka terkena masalah finansial hingga merugi setiap tahun.
Selain itu, perilaku tersebut juga membuat harga pasar para pemain di Eropa semakin meningkat. Banyak tim Premier League berani mengambil resiko untuk membayar biaya transfer mahal para pemain yang sedang bersinar.
“Anda membutuhkan kesinambungan finansial. Kami bisa bersaing dengan Premier League tanpa masalah sama sekali. Saya tidak khawatir tentang fakta bahwa tim posisi ke-15 di Liga Premier merekrut pemain Spanyol.”
“Saya khawatir tentang fakta bahwa mereka menandatanganinya ketika mereka merugi. Karena kami tidak mengizinkan klub kami melakukan itu,”tambah Tebas.
Liga Spanyol dan Bundesliga Sebagai Contoh
Javier Tebas menampilkan Liga Spanyol dan Bundesliga sebagai contoh yang baik dalam pengelolaan finansial berkelanjutan. Dua liga tersebut dianggap sebagai liga yang bagus dalam mengelola finansial mereka dengan masing-masing kebijakan.
“Hanya dua liga yang berkelanjutan secara ekonomi adalah Bundesliga dan La Liga. Kita perlu berjuang agar kesinambungan finansial juga diterapkan di Premier League,” jelas Tebas.
Barcelona menjadi salah satu contoh tim yang tidak boleh mengeluarkan banyak uang ketika kondisi finansial mereka sedang memburuk. Di awal musim, Barcelona bahkan harus menurunkan gaji pemain hingga membuka tuas ekonomi untuk menyeimbangkan keuangan mereka.
Tebas juga merasa besarnya modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi maupun pendapatan tim Premier League. Hal ini terbukti dari tim-tim Liga Spanyol lebih konsisten dalam segi prestasi dan pendapatan dibandingkan Premier League.
Sumber: The Guardian
Penulis: Ahmad Daerobby
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diincar Barcelona, Youssoufa Moukoko Pilih Bertahan di Borussia Dortmund
Bundesliga 13 Januari 2023, 19:40
-
Batal ke Manchester United, Memphis Depay Gabung Klub EPL Ini?
Liga Inggris 13 Januari 2023, 17:00
-
Jadi Pahlawan Barcelona di Adu Penalti, Ter Stegen: Penginnya Sih Gak Begitu Sibuk
Liga Spanyol 13 Januari 2023, 12:00
-
Dikaitkan dengan Manchester United Dan Barcelona, Ini Kata Dani Olmo
Bundesliga 13 Januari 2023, 06:25
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR