IPF Gelar 1st VATA Couples Valentine Pickleball Tournament: Saat Cinta dan Raket Berpadu di Lapangan

IPF Gelar 1st VATA Couples Valentine Pickleball Tournament: Saat Cinta dan Raket Berpadu di Lapangan
Rayakan Valentine di Lapangan, 24 Pasutri Adu Skill di VATA Pickleball Tournament. (c) dok.vatacourts

Bola.net - Perayaan hari kasih sayang biasanya identik dengan cokelat atau makan malam romantis. Namun, Indonesia Pickleball Federation (IPF) memilih cara yang jauh lebih energik dan menyehatkan untuk merayakan momentum ini.

Melalui ajang bertajuk 1st VATA Couples Valentine Pickleball Tournament, puluhan pasangan suami istri berkumpul untuk berkompetisi. Turnamen yang digelar di Graha Kapital 2, Kemang, Jakarta, pada Minggu (15/2/2026) ini menyuguhkan atmosfer yang berbeda dari kompetisi olahraga biasa.

Bukan sekadar adu ketangkasan memukul bola. Ajang ini dirancang khusus sebagai wadah rekreasi sekaligus mempererat hubungan (bonding) antar pasangan.

Total sebanyak 24 pasangan, atau 48 peserta, turun ke lapangan untuk memeriahkan turnamen perdana dengan konsep couple ini. IPF sengaja mengemas acara dengan nuansa kekeluargaan yang kental, namun tetap kompetitif.

1 dari 3 halaman

Syarat Unik: Buku Nikah Jadi Tiket Masuk

Berbeda dengan turnamen terbuka pada umumnya, panitia memberlakukan aturan main yang ketat terkait status peserta. Kompetisi ini tertutup untuk umum dan hanya bisa diikuti oleh mereka yang berstatus suami istri sah.

Verifikasi peserta pun dilakukan dengan cara yang unik namun tegas. Sebelum bertanding, setiap pasangan diminta membuktikan status pernikahan mereka secara administratif.

"Konsepnya cukup unik ya. Jadi turnamen ini hanya bisa diikuti oleh pasangan suami istri. Jadi salah satu syaratnya harus bisa menunjukkan buku nikah," ujar Harlin E. Rahardjo, Wakil Ketua Umum IPF sekaligus Owner VATA Courts, Minggu (15/2/2026).

Turnamen ini membagi 24 pasangan tersebut ke dalam empat grup (pool). Meski tidak melibatkan atlet profesional, antusiasme peserta tetap tinggi, bahkan beberapa di antaranya membawa anak-anak untuk menonton langsung aksi orang tua mereka di lapangan.

Harlin menekankan bahwa kehadiran anak-anak dan keluarga di pinggir lapangan justru memperkuat pesan yang ingin disampaikan IPF. Pickleball bukan olahraga eksklusif, melainkan aktivitas inklusif yang ramah keluarga.

"Pickleball ini makin dikenal masyarakat. Kita ingin mensosialisasikan bahwa pickleball adalah olahraga untuk keluarga. Tadi ada yang bawa anaknya nonton," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Harlin Turun Gunung Bersama Istri

Tak hanya sibuk mengurus jalannya acara, Harlin E. Rahardjo juga tak ingin ketinggalan merasakan euforia kompetisi. Ia turun langsung sebagai peserta, berpasangan dengan sang istri, Shahla Rahardjo.

Pasangan ini tampil pada sesi siang pukul 13.30 WIB. Menghadapi pasangan Singgih/Fini, Harlin dan Shahla tampil dominan dan berhasil mengamankan pertandingan dengan performa yang meyakinkan.

Bagi Harlin, kemenangan bukanlah tujuan akhir dari turnamen ini. Ia lebih menyoroti bagaimana pickleball mampu menjadi sarana hiburan yang mudah dimainkan sekaligus media bersosialisasi.

"Dan memang Pickleball ini adalah olahraga yang easy and fun, itu sesuai konsep kita, mudah dimainkan. Dan kita semua sini walaupun berkompetisi, tapi kita semua bergembira. Kita bermain dengan fun, dengan penuh persahabatan dan penuh silaturahmi," tegas Harlin.

Ia menambahkan bahwa aspek sosial adalah daya tarik utama olahraga ini. Selain menjaga kebugaran, turnamen semacam ini membuka peluang untuk memperluas jejaring pertemanan di antara para peserta.

"Dan mudah-mudahan selain menyehatkan, membuat gembira, tapi juga nambah teman," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Testimoni Peserta: Perekat Hubungan di Usia Emas

Dampak positif dari turnamen ini langsung dirasakan oleh para peserta. Pasangan Dewi dan Sumargono, misalnya, mengakui bahwa kompetisi ini memberikan ruang berkualitas untuk menghabiskan waktu bersama.

Dewi merasa aktivitas fisik bersama pasangan memberikan nuansa baru dalam hubungan mereka. Hal ini menjadi alternatif kegiatan yang menyegarkan di tengah rutinitas harian.

"Seru sekali. Ini jadi mempererat hubungan suami istri. Bisa pergi bareng, main bareng, dan happy bareng," ungkap Dewi dengan antusias.

Senada dengan Dewi, pasangan Impi dan Hasan juga menyoroti aspek kesesuaian olahraga ini dengan usia mereka. Sebagai peserta berusia di atas 50 tahun, mereka merasa pickleball adalah pilihan tepat karena tidak terlalu membebani fisik namun tetap menyenangkan.

Pickleball sendiri merupakan olahraga paddle yang memadukan unsur tenis, bulu tangkis, dan tenis meja, dimainkan dengan bola plastik berlubang di lapangan seukuran lapangan bulu tangkis.

"Ini olahraga yang memfasilitasi kami untuk usia kami yang di atas 50-an. Ini olahraga yang sangat ringan, fun, dan di sini kami bisa bersilaturahim dengan teman-teman lain," pungkas Impi menutup pembicaraan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL