Fakta! Semua Bek Takut dengan Lamine Yamal

Fakta! Semua Bek Takut dengan Lamine Yamal
Pemain Barcelona Lamine Yamal mengajukan klaim penalti pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Mallorca di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 7 Februari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Lamine Yamal kembali menjadi pusat perhatian setelah mendapat pujian dari rekan setimnya di timnas Spanyol, Aymeric Laporte. Pemain muda Barcelona itu disebut membuat para lawan merasa gentar setiap kali menguasai bola.

Di usia 18 tahun, Yamal terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kemampuannya dalam menggiring bola bahkan kembali memunculkan perbandingan dengan legenda Argentina, Lionel Messi.

Komentar tersebut datang di tengah performa impresif Yamal bersama klub dan tim nasional. Statistik dan pencapaiannya dalam dua musim terakhir memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola Eropa.

1 dari 3 halaman

Dari Debut di Usia 15 hingga Warisi Nomor 10

Pemain Barcelona Lamine Yamal merayakan gol pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Elche vs Barcelona di Elche, Spanyol, Sabtu, 31 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Pemain Barcelona Lamine Yamal merayakan gol pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Elche vs Barcelona di Elche, Spanyol, Sabtu, 31 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Yamal menjalani debut kompetitif bersama Barcelona saat baru berusia 15 tahun. Ketika itu, potensi besar sudah terlihat, meski belum banyak yang bisa memprediksi seberapa cepat ia akan berkembang.

Tak sedikit pemain muda yang kesulitan beradaptasi di level senior. Namun Yamal justru melesat dan menandatangani kontrak baru bernilai besar ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-18.

Ia juga mewarisi nomor punggung 10 di Camp Nou, nomor yang pernah dikenakan Messi dengan penuh prestasi. Tekanan dari simbol tersebut mampu ia jawab dengan konsistensi performa di lapangan.

Musim lalu, Yamal mencetak 18 gol di semua kompetisi. Musim ini ia sudah mengoleksi 15 gol serta 12 assist dari 31 penampilan, sementara Barcelona kerap mengandalkannya sebagai sumber inspirasi serangan.

2 dari 3 halaman

Laporte: Semua Orang Takut dengan Yamal

Performa Yamal tak hanya berdampak di level klub. Bersama timnas Spanyol, ia telah meraih gelar La Liga, Piala Eropa, serta Piala Super Spanyol, dan masih berpeluang mengejar trofi Liga Champions pada 2026.

Ia juga finis sebagai runner-up Ballon d’Or 2025 dan disebut-sebut berpotensi meraih penghargaan tersebut di masa depan. Laporte mengaku terkesan melihat perkembangan rekan setimnya itu dari dekat.

“Dengan bola di kakinya, itu sesuatu yang luar biasa. Tidak ada bek kiri di dunia yang bisa berkata, ‘ayo, giring bola melewati saya, kita lihat apakah kamu bisa’,” ujar Aymeric Laporte kepada RMC Sport.

"Semua orang takut, semua orang bertahan dan mundur, dan dampak itulah yang bisa dia hasilkan."

3 dari 3 halaman

Perbandingan Yamal dengan Messi

Laporte bahkan membandingkan situasi tersebut dengan masa-masa awal Messi. Gaya bermain Messi dahulu juga membuat banyak bek lawan ketar-ketir.

sedikit seperti apa yang orang pikirkan tentang Messi ketika dia dalam situasi satu lawan satu," sambung Laporte.

"Kita lihat dia akan keluar ke mana, apa yang akan dia lakukan, apakah dia akan memotong ke dalam, apakah dia akan berakselerasi, berhenti, mundur, menembak dari jarak jauh, atau memberikan umpan bersih kepada rekan setimnya."


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL