Bola.net - Rona, 58 tahun, tak mengalami perubahan berarti usai menjalani operasi penggantian sendi lutut pada 2007 silam. Sebelumnya, konsultan perusahan arsitektur dan desain interior terkemuka itu mengalami pengapuran (osteoatritis).
Rona tetap mampu berjalan lincah, naik turun tangga atau mendampingi kliennya berkeliling melihat show room di kantornya. Bahkan, nenek dari dua cucu itu pun tidak kesulitan saat duduk bersila. Kemampuan bersila tersebut ditunjukkan Rona saat hadir dalam acara konferensi pers mengenai operasi pergantian sendi lutut di RS Medistra, Jakarta, pada Selasa (21/8).
Kemampuan duduk bersila setelah menjalani penggantian sendi lutut merupakan suatu hasil dari teknologi protese tercanggiih & terbaru di dunia saat ini, dan pertama kali di Indonesia (Februari 20017). Pada kesempatan itu, Rona menuturkan rasa nyeri di lutut ia rasakan sejak awal 2006. Oleh dokter, Rona didiagnosa menderita OA tahap lanjut dan disarankan menjalani operasi pergantian sendi lutut (knee replacement). Namun, Rona memilih ke pengobatan alternatif. “Saya katakutan menjalani operasi. Soalnya, saya banyak melihat pengalaman operasi lutut justru bertambah parah,” ungkap Rona.
Info dan jadwal dokter ortopedi yang bagus di Jakarta, selengkapnya.
Pada awal Februari lalu, Rona terjatuh. Sejak kejadian itu, ia tidak mampu berjalan seperti biasa. Ia pun memutuskan untuk menjalani operasi penggantian sendir lutut dengan teknologi terbaru, yakni compter assisted orthopaedic surgery (CAOS). Hasilnya, Rona pun dapat berjalan normal kembali. Pada kesemoatan yang sama, spesialis bedah tulang dari RS Medistra Dr Nicolaas Budhiparama, Jr SpOT, mengungkapkan, takut menjalani operasi merupakan kondisis yang umum terjadi. “Ketakutan tersebut sering kali membuat pasien menunda-nunda operasi. Hal tersebut tentu merugikan, karena membuat kondisi sakit pasien bertambah parah,” ujar Dr Nicolaas.
Sebenarnya, lanjutnya, dengan kemajuan teknologi kedokteran yang ada saat ini pasien tidak perlu khawatir lagi menjalani operasi. Di bidang operasi penggantian sendi lutut, misalnya, kini ada teknologi erbaru, yakni computer assited orthopaedic surgery (CAOS). Teknologi itulah yang digunakan Dr Nicolaas saat mengoperasi Rona.
Dokter Nicolaas mengungkapkan, CAOS merupakan metode operasi bedah tulang dengan bantuan komputer yang mampu membantu dan menunjukkan visualisasi organ yang dioperasi secara jelas pada layar monitor yang dapat dilihat dokter ahli bedah. Dengan CAOS, dokter dapat melihat gambaran tiga dimensi (3D) dari anatomi lutut pasien. dengan demikian, operasi pun dapat direncanakan secara akurat. Bantuan teknoligi seperti yang diberikan CAOS sangat bermanfaat untuk operasi penggantian sendi lutut yang terbilang rumut. Pasalnya, pada operasi penggantuan sendi lutut selama ini sering terjadi berbagai komplikasi yang membuat pasien semakin menderita. Komplikasi tersebut bisa disebabkan beberapa hal.
Antara lain, kurang akuratnya prediksi anatomi dari kerusakan tulang sebelum operasi sehingga terjadi peletakan implan yang tidak akurat,deviasi dari pisau potong yang digunakan, sayatan operasi yang terlalu besar, sehingga kemungkinan terjadinya infeksi lebih besar, dan yang terpenting adalah kemampuan dari dokter ahli bedah tulang yang menanganinya.
Operasi dengan teknologi CAOS ini masih terbilang baru dan langka di dunia, dan di Indonesia sendiri pertama kali dilakukan pada n 2006 di rumah sakit Medistra, Namun, baru setahun kemudian dipublikasikan, mengingat perlu adanya suatu evaluasimedis dengan hasil yang baik dari metode ini terhadap sejumlah pasien yang cukup signifikan, demikian penjelasan Dr. Nicolaas. “Teknologi CAOS dapat meminimalisasi komplikasi tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, DR Nicolaas menjelaskan, pada praktiknya, operasi penggantuan sendi lutut dilakukan dengan membedah bagian lutut terlebih dulu. Melalui pemeriksaan pendahuluan dengan komputer CAOS, panajng area pembedahan dapat ditentukan dan dibuat seminimal mungkin (minimal invasive). Pembedahan biasanya dilakukan dengan penyayatan pada area 2 cm di atas tempurung lutut dan di sepanjang area tempurung serta 2 cm di bawah tempurung lutut. Sesudahnya, dilakukan pemotongan pada ujung tulang pada (fermur) dan betis (tibia) yang membentuk sendi lutut.
Pemotongan dilakukan tahap demi tahap. Panjang, luas, dan kemiringan area pemotongan disesuaikan komputer CAOS. Selanjutnya, pada tibia akan dipasang komponen tibial tray yang terbuat dari metal dan plastic spacer yang terbuat dari polyethylen. Sedangkan pada bagian femur akan dipasangkan komponen femoral dari bahan metal. Ukuran implan disesuaikan dengan anatomi pasien. Dengan demikian, terbentuklah sendi lutut buatan yang baru. Sesudah operasi pasien harus menjalani terapi lebih dulu untuk bisa berjalan normal. Sesudahnya, pasien dapat mulai beraktivitas seperti biasa.
Hampir 85% - 90% dari pasien yang menjalani operasi penggantian sendi lutut merasakan kepuasan karena rasa sakit menjadi hilang dan fungsi sendi dalam bergerak dapat kembali. Sejauh ini, sebanyak 90% hasil operasi dapat berahan hingga 20 tahun lebih.
Disadur dari: dokternicolaas.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hati-Hati, Cedera Tulang Bisa Berakibat Fatal
Lain Lain 10 Mei 2020, 21:12
-
Cara Memperpanjang Harapan Hidup Penderita Kanker Tulang
Lain Lain 10 Mei 2020, 20:50
-
Ternyata Kini Ada Teknik Baru dalam Operasi Penggantian Lutut
Lain Lain 10 Mei 2020, 19:58
-
Pele Masuk Rumah Sakit dan Jalani Operasi
Bolatainment 15 November 2012, 11:01
-
Balotelli Kemungkinan Absen Lawan Stoke City
Liga Inggris 6 September 2012, 13:26
LATEST UPDATE
-
Tiktoker Bali Pembajak BYON di Vidio Jadi Tersangka, Vidio Tegaskan Zero Tolerance
Lain Lain 14 Agustus 2026, 15:04
-
Prediksi Lens vs PSG 17 Agustus 2026
Liga Eropa Lain 14 Agustus 2026, 14:54
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 14:15
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 13:45
-
Prediksi Arsenal vs Man City 16 Agustus 2026
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 13:44
-
Alexis Mac Allister Tak Akan Tinggalkan Liverpool, Manchester City Gigit Jari?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 13:15
-
Paul Pogba dan Perjalanan Karier yang Berubah dari Gemilang Jadi Penuh Masalah
Liga Eropa Lain 14 Agustus 2026, 12:59
-
Barcelona Punya Alasan Kuat Bayar Mahal untuk Rodri
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 12:54
-
Barcelona Kehilangan Ferran Torres, Apa Langkah Berikutnya di Bursa Transfer?
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 12:50
-
Leandro Paredes Tolak AC Milan, Pilih Bertahan di Boca Juniors
Liga Italia 14 Agustus 2026, 12:45
-
Dusan Vlahovic Resmi Gabung Besiktas, Begini Pesan Perpisahannya untuk Juventus
Liga Eropa Lain 14 Agustus 2026, 12:15
-
Tottenham Tertarik Cody Gakpo, Liverpool Hadapi Masalah Kedalaman Skuad
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 11:45
-
Djed Spence Tiba di Italia, Segera Rampungkan Transfer ke Inter Milan
Liga Italia 14 Agustus 2026, 11:23
-
Pengaruh Miralem Pjanic di Balik Kepindahan Kerim Alajbegovic ke Juventus
Liga Italia 14 Agustus 2026, 11:17
-
Michael Carrick Ungkap Dampak Positif Piala Dunia bagi Kobbie Mainoo
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 11:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR