
Bola.net - Menahan kencing adalah kebiasaan buruk yang kerap dilakukan jika seseorang sedang sibuk, terjebak macet, sulit menemukan toilet, dan lainnya. Menahan kencing mungkin merupakan masalah remeh yang jarang diperhatikan.
Kapasitas kandung kemih normal adalah sekitar 2 gelas cairan dan bahkan lebih sedikit untuk anak. Kandung kemih dapat meregang untuk menahan lebih dari ini, tetapi melakukannya terlalu sering bisa berbahaya bagi kesehatan.
Sesekali menahan kencing mungkin tidak akan menimbulkan masalah, tetapi ada beberapa efek yang tidak diinginkan jika menjadi kebiasaan. Bahaya menahan kencing sebagian besar bersifat kumulatif. Artinya bahaya ini bisa timbul jika menjadi kebiasaan.
Komplikasi bisa terjadi akibat sering menahan kencing. Tak hanya mengganggu kesehatan saluran kemih, menahan kencing juga bisa berdampak pada kesehatan ginjal. Akibatnya sejumlah penyakit bisa mengintai saat sering menahan kencing.
Maka dari itu, penting untuk membiasakan untuk tidak menahan kencing. Berikut penyakit yang bisa timbul akibat sering menahan kencing, dirangkum dari berbagai sumber.
Infeksi Saluran Kemih
Sering menahan kencing dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK). Dalam beberapa kasus, menahan kencing terlalu lama dapat menyebabkan bakteri berkembang biak. Tidak ada penelitian yang menunjukkan menahan kencing menyebabkan ISK, tetapi banyak dokter menyarankan untuk menghindarinya.
Jika Anda tidak mengosongkan kandung kemih secara teratur, bakteri lebih cenderung menetap dan berkembang biak di kandung kemih. Bakteri yang mungkin sudah ada dalam sistem kemih kemudian dapat berkembang biak, berpotensi menyebabkan infeksi.
Gejala ISK meliputi sensasi terbakar atau menyengat saat buang air kecil, nyeri pada panggul atau perut bagian bawah, dorongan konstan untuk mengosongkan kandung kemih, urin yang kuat atau berbau busuk, urin keruh, urin gelap secara konsisten dan urin berdarah.
Inkontinensia Urine
Disfungsi buang air kecil atau inkontinensia urine merujuk pada sekelompok gejala klinis yang melibatkan kandung kemih, sfingter urine, uretra dan, pada pria, prostat. Kondisi ini bisa membuat seseorang tidak bisa menahan buang air kecil.
Biasanya hal ini terjadi ketika tubuh mulai tak bisa mengendalikan kandung kemih dan saluran kemih. Koordinasi yang buruk antara otot kandung kemih dengan uretra ini membuat seseorang bermasalah saat buang air kecil.
Urine yang sering ditahan dapat merusak otot dasar panggul. Salah satu otot ini adalah sfingter uretra, yang membuat uretra tetap tertutup, untuk mencegah urine keluar.
Merusak otot ini dapat menyebabkan inkontinensia urine. Ketidakmampuan untuk menahan urine terkadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sering ngompol, dan kadang-kadang masalah fisik lainnya.
Peregangan Kandung Kemih
Dalam jangka panjang, menahan kencing secara teratur dapat menyebabkan kandung kemih meregang. Ini mungkin menyulitkan atau membuat kandung kemih tidak bisa berkontraksi dan melepaskan kencing secara normal.
Jika seseorang memiliki kandung kemih yang meregang, tindakan tambahan, seperti kateter, mungkin diperlukan. Komplikasi paling umum dari kandung kemih yang membesar adalah bahwa kandung kemih menahan urine lebih lama dari seharusnya. Ini bisa berarti urine mengalir kembali ke ginjal melalui ureter. Ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
Batu Kemih
Batu kandung kemih adalah massa mineral keras dalam kandung kemih. Batu ini berkembang ketika mineral terkonsentrasi dalam urine mengkristal dan membentuk batu. Batu Kemih bisa terjadi ketika seseorang sering menahan kencing. Jika tidak diobati, batu kandung kemih dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi lainnya.
Batu kandung kemih dapat berkembang ketika kandung kemih Anda tidak benar-benar kosong. Ini menyebabkan urine menjadi pekat, dan kemudian bisa mengkristal dan membentuk batu.
Beberapa infeksi dapat menyebabkan batu kandung kemih, dan kadang-kadang kondisi yang mendasari yang memengaruhi kemampuan kandung kemih untuk menahan, menyimpan atau menghilangkan urine dapat mengakibatkan pembentukan batu kandung kemih.
Batu Ginjal
Menahan kencing dapat menyebabkan batu ginjal terbentuk pada orang dengan riwayat kondisi tersebut, atau orang yang memiliki kandungan mineral tinggi dalam urine mereka. Kencing sering mengandung mineral seperti asam urat dan kalsium oksalat. Jika tak segera dikeluarkan, kandungan ini akan kembali ke atas dan membentuk batu ginjal.
Batu ginjal adalah hasil dari penumpukan mineral terlarut di lapisan dalam ginjal. Batu ginjal biasanya berasal dari ginjal. Namun, mereka dapat berkembang di mana saja di sepanjang saluran kemih seperti ureter dan kandung kemih.
Batu-batu itu mungkin kecil dan tidak diketahui melalui saluran kemih, tetapi mereka juga dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa ketika mereka meninggalkan tubuh.
Kandung Kemih Pecah
Meski jarang terjadi, menahan kencing dapat menyebabkan pecahnya kandung kemih. Dalam skenario yang jarang terjadi, seseorang dapat menahan kencingnya begitu lama sehingga ketika tiba saatnya untuk mengeluarkan air seni, mereka tidak dapat melakukannya. Ini bisa menyebabkan kandung kemih pecah.
Pecahnya kandung kemih adalah kondisi darurat yang membutuhkan perhatian medis segera. Kandung kemih yang pecah adalah kondisi yang mengancam jiwa.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Anugerah Ayu Sendari/Editor: Fadila Edelin/Dipublikasi: 2 Januari 2020
Baca Juga:
- Ragam Makanan Berkalori Tinggi untuk Tambah Berat Badan Secara Sehat
- Mudah Dilakukan, Olahraga Mata yang Bisa Tingkatkan Penglihatan
- Deretan Biji Buah yang Bisa Dimakan, Punya Banyak Manfaat Lho!
- Gejala Stres, Waspadai Tanda-Tanda Kedutan di Mata Kiri Bawah
- Ragam Manfaat Lidah Buaya untuk Sembuhkan Jerawat
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Waspadai Deretan Penyakit Akibat Sering Menahan Kencing
Lain Lain 3 Januari 2020, 16:50
-
Ragam Makanan Berkalori Tinggi untuk Tambah Berat Badan Secara Sehat
Lain Lain 3 Januari 2020, 15:55
-
Mudah Dilakukan, Olahraga Mata yang Bisa Tingkatkan Penglihatan
Lain Lain 3 Januari 2020, 09:50
-
Deretan Biji Buah yang Bisa Dimakan, Punya Banyak Manfaat Lho!
Lain Lain 3 Januari 2020, 09:40
-
Gejala Stres, Waspadai Tanda-Tanda Kedutan di Mata Kiri Bawah
Lain Lain 3 Januari 2020, 09:30
LATEST UPDATE
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR