Bola.net - - Egy Maulana Vikri mengaku telah menolak tawaran gabung klub dari Prancis, Saint Etienne demi gabung Lechia Gdansk. Pemain 17 tahun tersebut mengaku kurang nyaman selama tinggal di Prancis.
Jika membandingkan antara Ligue 1 atau Liga Prancis dengan liga Ekstraklasa yang merupakan kompetisi tertinggi di Polandia yang pertama tentu lebih bernilai. Namun Egy punya pertimbangan sendiri ketika memilih sebuah klub baru.
Bagi pemain 17 tahun tersebut, keberadaan tempat ibadah dan lingkungan yang nyaman adalah faktor penting ketika ia melanjutkan kariernya di Eropa. Akhirnya, Egy memang memilih Lechia Gdansk sebagai langkah berikutnya dalam kariernya.
Sebelumnya, pemain jebolan SKO Ragunan tersebut pernah mendapat kesempatan menjalani trial di Etienne selama beberapa hari. Selama itu, Egy bermain cukup baik dan mencetak dua gol.
Namun Etienne bukan klub yang ia inginkan. Ia lebih suka gabung dengan Gdansk. Lagipula, posisi Polandia di FIFF juga dinilai berada di papan atas.
“Sebelum datang ke Lechia Gdansk, saya sempat mendapat tawaran kontrak dari St Etienne, namun saya akhirnya menolaknya. Saya merasa tidak nyaman berada di Prancis dan akhirnya meminta manajer untuk mencarikan klub lain,” ucap Egy ketika sudah kembali ke Indonesia setelah menandatangani kontrak selama tiga tahun di Gdansk.
“Polandia sekarang ada di peringkat tujuh FIFA. Liga Polandia berjalan cukup baik, dan saya sudah menyaksikan beberapa pertandingan di Ekstraklasa, dan saya bersemangat untuk melangkah di sini dan tentu menjadi semakin baik ke depan,” paparnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Pemain Gdansk Sebut Egy Hanya untuk Kepentingan Bisnis
Liga Eropa Lain 16 Maret 2018, 16:00
-
Egy Mengaku Banyak yang Meragukan Dirinya di Lechia Gdansk
Bola Indonesia 16 Maret 2018, 15:30
-
Egy Pilih Nomor 10 di Lechia Gdansk atas Kemauan Sendiri
Liga Eropa Lain 16 Maret 2018, 15:00
-
Egy Maulana Vikri Mengaku Tolak Klub Prancis demi Lechia Gdansk
Liga Eropa Lain 16 Maret 2018, 14:30
LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR