
Bola.net - Ketua panitia Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI), Arif Jamaludin menyayangkan adanya deklarasi yang dilakukan oleh sembilan provinsi yang mengusung Amir Yanto sebagai Ketua Umum (Ketum) IKASI di luar acara Munas IKASI.
Sebab berdasarkan hasil Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal calon Ketum PB IKASI 2022, Amir Yanto tak lolos verifikasi dikarenakan tidak melengkapi berkas yang telah dikembalikan oleh tim verifikasi.
Ketika itu, Amir Yanto mengajukan 12 dukungan suara. Namun, tiga suara tak sah karena pemberi dukungan tidak mempunyai SK Kepengurusan yang berlaku, dan satu suara memberikan dukungan suara ganda, sehingga hanya delapan suara dukungan yang sah.
Sementara Agus Suparmanto yang sudah ditetapkan sebagai Ketum PB IKASI saat Munas mengajukan 19 suara. Tapi, satu suara tidak sah karena memberikan dukungan ganda, sehingga hanya 18 suara yang sah.
Tahun ini, Munas PB IKASI diikuti 27 Provinsi. Namun, ada sembilan Provinsi pendukung Amir Yanto yang memilih untuk walkout dari Munas.
18 provinsi lainnya tetap mengikuti munas. Munas pun tetap berjalan setelah dinyatakan quorum cukup 2/3 dari 27 provinsi yang hadir sehingga tahapan munas dilaksanakan sampai selesai, dan menetapkan kembali Agus Suparmanto sebagai Ketum PB IKASI 2022-2026.
"Saya sangat menyayangkan tiba-tiba ada Munas lanjutan yang diadakan oleh mereka dan mendeklarasikan Amir Yanto sebagai Ketua Umum” ujar Arif Jamaludin, dalam rilis yang diterima Bola.net, Jumat (16/12).
Tidak Sah
Arif Jamaludin juga mengatakan bahwa keputusan Munas lanjutan tersebut tidak sah karena melanggar ketentuan AD/ART PB IKASI. Pada dasarnya, ada 18 provinsi yang sudah sepakat menetapkan kembali Agus Suparmanto sebagai Ketum.
“Dalam AD/ART tidak ada Namanya munas lanjutan," ucap Arif Jamaludin.
"Ini jelas apa yang dilakukan oleh beberapa pendukung Amir Yanto melanggar dan bisa merusak marwah atau nama baik IKASI," katanya menambahkan.
Hasil Final di Munas
Hal senada juga diungkapkan oleh Harry Jost selaku Ketua TPP calon Ketum PB IKASI 2022-2026. Ia menyatakan bahwa deklarasi sepihak yang dilakukan oleh tim sukses Amir Yanto telah melanggar ketentuan Munas IKASI 2022.
“Sebelum Munas ini kan kami sudah buka pendaftaran calon ketua umum secara terbuka yang sudah kami informasikan kepada seluruh pengurus provinsi dan diumumkan di media juga. Namun yang melengkapi berkas dan memenuhi syarat hanya ada satu calon saja yakni Agus Suparmanto," tutur Harry Jost.
“Keputusan Munas IKASI 2022-2026 yang salah satu agendanya menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum merupakan hasil final dan tidak dapat diganggu gugat dengan apapun. Munas lanjutan yang diadakan oleh 9 provinsi yang walk out dari acara munas dan merupakan pendukung Amir Yanto hanya ekpresi kekecewaan mereka karena calon yang diusung tidak lolos verifikasi, hal ini tidak mempengaruhi ketetapan dalam munas," imbuhnya.
(Fitri Apriani/Bola.net)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Deklarasi Amir Yanto Dianggap Tidak Sah dan Ilegal oleh Panitia Munas PB IKASI
Olahraga Lain-Lain 16 Desember 2022, 23:55
-
Olahraga Lain-Lain 13 Agustus 2012, 15:46

LATEST UPDATE
-
Mesir Itu Tentang Chemistry dan Mentalitas, Bukan Cuma Mohamed Salah
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:31
-
Kesempatan Maroko Mengubah Kisah yang Dulu Berakhir dengan Air Mata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:19
-
Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Piala Dunia 5 Juli 2026, 19:11
-
Meksiko, Azteca, dan Pemain Ke-12
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:27
-
Meksiko dan Misi Javier Aguirre Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:20
-
Brahim Diaz, Sentuhannya Membuat Mimpi Maroko Terasa Semakin Nyata
Piala Dunia 5 Juli 2026, 18:04
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir 7 Juli 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 17:54
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55






















KOMENTAR