
Bola.net - Hasil negatif diraih oleh judoka Indonesia di Olimpiade Paris 2024, Maryam March Maharani, Minggu (28/07/2024).
Saat itu ia berlaga di babak 16 besar kelas -52kg putri. Pertandingan ini digelardi Champ-de-Mars Arena, Paris, Prancis.
Lawannya saat itu adalah Distria Krasiniqi. Ia adalah judoka Kosovo peringkat dua dunia.
Rani-sapaan akrabnya harus menerima teknik Ippon dari Krasniqi. Teknik tersebut merupakan gerakan dengan nilai sempurna di dalam seni beladiri judo.
Layak Diapresiasi

Alhasil Rani, yang sekarang ada di posisi 52 dunia, harus kalah dengan skor 0-10.
Meski kandas, perjuangan Rani di Olimpiade 2024 tetap layak diapresiasi. Terlebih ia memang tidak ditarget meraih medali.
Pada babak 32 besar, Rani sempat mengalahkan Jacira Ferreira dari Mozambique. Ia menang dengan skor 10-0 setelah mengeluarkan teknik Ippon.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hendry Wibowo
Published: 28/07/2024
Baca Juga:
- Jadwal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
- Jadwal Badminton Olimpiade 2024 Hari Ini, Minggu 28 Juli 2024
- Nasib Timnas Guinea di Olimpiade 2024: Lolos Kontroversial Lawan Indonesia, Kalah pada 2 Laga Awal Fase Grup!
- Hasil Sepak Bola Olimpiade: Argentina 3-1 Irak, Republik Dominika 1-3 Spanyol
- Jadwal Siaran Langsung Voli Olimpiade Paris 2024 di Moji dan Vidio
- Jadwal Lengkap Olimpiade Paris 2024, 26 Juli-11 Agustus 2024
- Jadwal Lengkap Kontingen Indonesia di Olimpiade Paris 2024, 26 Juli-11 Agustus 2024
- Jadwal Lengkap Bulu Tangkis Olimpiade Paris 2024, 27 Juli-5 Agustus 2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

















KOMENTAR