Munas dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum PB PBSI periode 2012/2016 tersebut, berlangsung di Yogyakarta pada 21 September lalu. Buntutnya, Gita Wirjawan terpilih menggantikan Djoko Santoso dalam Munas PB PBSI ke-21 tersebut.
"Itu bukan pemilihan, melainkan penunjukan. Sebab, banyak pelanggaran yang terjadi dalam Munas tersebut," terang Haryo.
Dibeberkan Haryo, Munas tersebut sangat dipaksakan supaya Gita Wirjawan menjadi Ketua Umum PB PBSI yang baru. Bahkan, Munas tersebut dikatakannya tidak menjalankan tata tertib yang sudah disepakati peserta Munas pada rapat pleno pertama.
"Bagaimana mungkin aklamasi, sementara Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Nusa Tenggara Barat dan DKI Jakarta tidak sepakat. Selain itu, ada potong tumpeng untuk merayakan hari kelahiran Gita. Ini jelas-jelas menyalahi aturan," sebutnya.
Karena itu, Haryo menegaskan jika Gita harus menunda melakukan pembentukan kepengurusan PB PBSI periode 2012/2016, sebelum mampu menyelesaikan pelaporan yang disampaikan kompatriotnya dalam Munas, Icuk Sugiarto. Pasalnya, Icuk sudah melayangkan surat gugatan kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) dan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI). Hasil Munas yang memenangkan Gita Wirjawan dianggap banyak kejanggalan dan cacat demi hukum.
"Ada ketidakberesan di dalam kepengurusan PB PBSI periode Djoko Santoso dan harus segera diselesaikan. Jika Gita tetap nekat membentuk kepengurusan, BAORI dan BAKI bisa melaporkannya ke federasi bulu tangkis dunia. Akibatnya, Gita dan PB PBSI bisa mendapatkan sanksi. Pasalnya, BAORI dan BAKI berafiliasi dengan pengadilan arbitrase olahraga internasional (CAS)," imbuhnya.
Tidak lupa, Haryo memberikan solusi, yakni supaya Icuk dan Gita bertemu untuk melakukan mediasi. Nantinya, semua keputusan, termasuk apakah digelar Munas ulang atau tidak, sepenuhnya diserahkan pada kubu Icuk dan Gita.
"Sesuai aturan, mediasi dilakukan maksimal tiga kali selama satu bulan. Sejauh ini, terhitung sudah dilakukan dua kali. Sekali lagi, selama proses perkara, tidak boleh ada pembentukan kepengurusan," tuntasnya. (bola/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
KOI Minta Gita Wirjawan Tunda Pembentukan Kepengurusan
Olahraga Lain-Lain 12 Oktober 2012, 21:35
-
KOI Berikan Bonus Peraih Medali di Olimpiade
Olahraga Lain-Lain 7 September 2012, 13:35
-
KOI Minta Menpora Bubarkan KONI
Olahraga Lain-Lain 23 Juli 2012, 08:15
-
KOI Dapat Bantuan Dana Dari Sponsor
Olahraga Lain-Lain 22 Juni 2012, 09:43
-
KOI Terus Upayakan Pendanaan Kontingen Indonesia
Olahraga Lain-Lain 19 Juni 2012, 09:25
LATEST UPDATE
-
Si, se puede! Mantra Barcelona untuk Come Back Jungkalkan Atletico Madrid
Liga Spanyol 13 April 2026, 15:15
-
Peluang Chelsea Lolos UCL Musim Depan Menipis Karena 2 Pemain Ini, Siapa?
Liga Inggris 13 April 2026, 15:09
-
Wahai Arsenal, Jangan Terlalu Terbawa Emosi, Nikmati Momen!
Liga Inggris 13 April 2026, 14:44
-
Real Madrid Mulai Kehilangan Kesabaran Terhadap Camavinga
Liga Spanyol 13 April 2026, 14:29
-
VAR Ternyata Tak Lihat Mbappe Berdarah Saat Lawan Girona
Liga Spanyol 13 April 2026, 14:22
-
Harapan Kebangkitan Liverpool, Keunggulan dan Ancaman Nyata PSG
Liga Champions 13 April 2026, 14:13
-
Liverpool Andalkan Atmosfer Anfield, PSG Datang dengan Keyakinan Tinggi
Liga Champions 13 April 2026, 14:06
-
Tekanan Liverpool untuk Mencetak Gol, Konsistensi Produktivitas PSG
Liga Champions 13 April 2026, 13:59
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45


























KOMENTAR