
Bola.net - Padel tak pelak lagi menjadi olahraga raket yang kian populer di berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Berasal dari Meksiko, olahraga ini menggabungkan unsur tenis dan squash dalam satu permainan yang unik.
Permainan padel umumnya dimainkan secara ganda di lapangan tertutup yang sedikit lebih kecil dari lapangan tenis. Meski menggunakan sistem skor seperti tenis, padel memiliki aturan dan teknik yang berbeda.
Popularitas padel melonjak tajam saat pandemi Covid-19 karena bisa dimainkan di luar ruangan tanpa kontak fisik. Kini, olahraga ini dimainkan oleh lebih dari 25 juta orang di lebih dari 90 negara.
Aturan Dasar yang Perlu Diketahui

Padel dimainkan dalam format ganda menggunakan lapangan berukuran 10x20 meter, atau tunggal dengan lapangan 6x20 meter. Servis harus dilakukan di bawah pinggang dan bola dipukul dengan gerakan bawah (underarm).
Berbeda dari tenis, bola yang memantul dari dinding lapangan tetap dianggap dalam permainan. Ini memberikan dinamika menarik yang mengingatkan pada squash, tetapi dengan teknik dan alat yang berbeda.
Bola padel tampak seperti bola tenis, tetapi sedikit lebih kecil dan lebih lunak. Untuk pertandingan resmi, bola khusus padel harus digunakan.
Peralatan dan Lapangan Padel
Raket padel tidak memiliki senar dan terbuat dari bahan komposit dengan permukaan berlubang. Bentuknya menyerupai raket tenis, tetapi dengan spesifikasi yang khas untuk padel.
Lapangan padel memiliki permukaan beton, plastik, atau rumput sintetis, dan dikelilingi dinding setinggi 4 meter dari kaca atau bata. Ketika dimainkan di luar ruangan, lapangan biasanya dipagari jaring logam.
Garis servis terletak 3 meter dari dinding belakang dan dibagi dua oleh garis tengah. Semua garis berukuran lebar 5 cm dan harus terlihat jelas di permukaan lapangan.
Sistem Skor dan Kompetisi Internasional
Padel menggunakan sistem skor tenis 15, 30, 40, dan deuce. Namun, beberapa turnamen menerapkan sistem 'golden point', di mana satu poin penentu akan memutuskan game saat skor imbang 40-40.
Dalam golden point, tim penerima berhak memilih sisi lapangan untuk menerima servis. Sistem ini pertama kali digunakan pada World Padel Tour pada 2020 untuk menambah ketegangan pertandingan.
Kejuaraan Dunia Padel diadakan dua tahun sekali sejak 1992. Argentina, Spanyol, dan Brasil secara konsisten menjadi kekuatan dominan yang selalu mencapai final.
Jika diolah secara tepat, padel berpotensi menjadi cabang olahraga Olimpiade pada tahun 2032. Dengan pertumbuhan pesat dan daya tarik global, padel bukan sekadar tren sementara, melainkan fenomena olahraga baru yang menjanjikan.
Baca Juga:
- Toprak Razgatlioglu Raih Kemenangan Terbanyak Kedua di WorldSBK, Tapi Susah Kejar Rekor Jonathan Rea
- Finis Ketiga di Kanada, Kimi Antonelli Masuk Jajaran Peraih Podium Termuda dalam Sejarah Formula 1
- Jack Miller dan Andrea Locatelli Resmi Bela Tim Utama Yamaha di Suzuka 8 Hours 2025
- Hasil Lengkap dan Klasemen Pembalap Formula 1 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menantikan Duet Luka Modric dan Granit Xhaka di Lini Tengah AC Milan
Liga Italia 16 Juni 2025, 10:39
LATEST UPDATE
-
Hasil Persebaya vs Persib: 4 Gol Tercipta, 1 Poin Didapat
Bola Indonesia 2 Maret 2026, 22:40
-
Juventus Makin Mantap Permanenkan Jeremie Boga
Liga Italia 2 Maret 2026, 22:38
-
Juventus Sambut Kembalinya Dusan Vlahovic dari Cedera Panjang
Liga Italia 2 Maret 2026, 22:31
-
Barcelona vs Atletico Madrid: Peluang 1%, Keyakinan 99%
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 21:44
-
Pedri Berani Sesumbar Barcelona Mampu Melakukannya
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 21:33
-
Barcelona Melawan Kemustahilan
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 21:27
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Borneo FC 3 Maret 2026
Bola Indonesia 2 Maret 2026, 20:04
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Malut United 3 Maret 2026
Bola Indonesia 2 Maret 2026, 19:59
LATEST EDITORIAL
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24

























KOMENTAR