Rakernas Akuatik Indonesia 2026: Mengemas Olahraga dalam Modernitas Digital, dari Podcast Edukatif hingga Siaran Langsung Dunia

Bola.net - Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) di bawah komando Anindya Bakrie terus tancap gas dalam memperluas jangkauan olahraga air di Tanah Air. Melalui skema digitalisasi yang masif, PB AI menargetkan peningkatan exposure yang signifikan pada kalender kegiatan 2026.
Ketua Bidang Humas dan Promosi PB AI, Zoraya Perucha mengungkapkan bahwa salah satu ujung tombak strategi mereka adalah program bertajuk "Ayo Berenang". Gerakan ini dirancang tidak hanya untuk menjaring bibit atlet berbakat, tetapi juga sebagai kampanye keselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Oke, jadi di Akuatik Indonesia ini kami mempunyai satu program yang sangat penting yang namanya Ayo Berenang," ujar Zoraya kepada wartawan.
"Nah, Ayo Berenang ini bukan cuma untuk elite swimmers saja untuk bukan elit-elit di Akuatik Indonesia tapi juga untuk kita akan menggalakkan gerakan Ayo Berenang ini satunya adalah untuk pembibitan pemassalan supaya renang dan empat cabang olahraga lainnya yang ada di bawah ke Indonesia semakin digemari masyarakat, dan yang kedua adalah survival skill seperti kita ketahui Indonesia dikelilingi oleh laut dan juga sering banjir, kan."
"Jadi, berenang itu adalah survival skill yang kami usahakan untuk renang ini dikuasai oleh semua masyarakat Indonesia yang kami sebenarnya sangat berharap olahraga renang itu ada balik lagi ke kurikulum untuk pendidikan SMP, SMA, SD, bahkan ya, di Indonesia ini jadi gerakan itu akan kita gabungkan lewat media konservatif maupun lewat sosmed," lanjutnya.
Transformasi Digital PB AI
Zoraya menekankan pentingnya kemampuan berenang sebagai keahlian bertahan hidup mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. PB AI memiliki ambisi besar agar olahraga renang dapat kembali masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional di berbagai jenjang sekolah.
Transformasi digital yang dilakukan PB AI terbukti membuahkan hasil manis, terutama pada pertumbuhan pengikut di platform Instagram. Sejak awal kepemimpinan Anindya Bakrie, angka pertumbuhan media sosial federasi tercatat melonjak hingga mencapai 2.800 persen.
"Bukan cuma Instagram ya, ada TikTok, ada YouTube ada macam-macam. Nah, ini kita akan giatkan dan memang ini adalah pimpinan kami Anindya Novian Bakrie, yang ketiga memimpin Akuatik Indonesia dan kalau teman-teman semua ikuti, khususnya untuk Instagram itu sudah selama Pak Anies ini memimpin dari awal sampai sekarang, itu perkembangannya mencapai 2.800 persen, meningkat sebab kita mulainya dari 2.000 only," ucap Zoraya.
"Yang Instagram itu kita sekarang sudah lebih dari 56.000 sekian. Jadi, itu alhamdulillah jadi, kita akan terus lewat sosial media pertama ada semua program-program Akuatik Indonesia yang saya sudah lihat tahun 2026, banyak sekali bahkan lebih banyak dari sebelumnya," sambungnya.
Merambah Platform Lain
Ke depannya, PB AI tidak hanya fokus pada Instagram, tetapi juga merambah ke platform populer lainnya seperti TikTok dan YouTube. Berbagai program kerja 2026 yang lebih padat akan digaungkan secara konsisten melalui konten-konten kreatif di kanal tersebut.
Satu di antara inovasi yang akan ditingkatkan adalah produksi podcast bertema akuatik yang telah memulai debutnya pada tahun lalu. Langkah ini diambil untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa federasi menaungi lima cabang olahraga yang berbeda, bukan hanya renang lintasan.
"Jadi, kita akan gaungkan lewat sosial media. Jadi, program-program Akuatik Indonesia kemudian program-program seperti Ayo Berenang, dan satu lagi mungkin yang saya garis bawahi untuk 2026 ini, kami akan menggiatkan podcast. Tahun 2025 kita sudah menjalankan enam podcast dengan berbagai tema untuk lima cabor Akuatik Indonesia seperti kita lihat, ada lima cabor, ya," ungkap Zoraya.
"Ini untuk Indonesia ada renang. Ada loncat indah. Ada renang artistik. Ada polo air dan renang perairan terbuka, nah, itu semua harus ditampilkan. Mungkin teman-teman semua di sini tahunya cuma renang saja ya, padahal ada lima cabor yang menjadi pembinaan dari Akuatik Indonesia," tambahnya.
Maksimalkan Publikasi
Pemanfaatan fitur live streaming juga menjadi prioritas utama untuk menyiarkan pertandingan secara langsung ke ruang tamu masyarakat. Hal ini bertujuan agar seluruh pendukung di berbagai daerah bisa merasakan atmosfer kompetisi tanpa harus hadir secara fisik di arena.
Ujian besar dalam waktu dekat adalah penyelenggaraan 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 di Bali yang akan mempertemukan para elit renang perairan terbuka. PB AI berkomitmen menyediakan kualitas siaran yang mumpuni agar bisa dinikmati oleh pemirsa di seluruh penjuru benua kuning.
"Jadi, podcast satu, terus yang kedua yang tahun 2026 ini akan kami nyalakan juga adalah kerjasama dengan teman-teman media yang lainnya untuk lebih sering lagi mengadakan live streaming. Kita sudah mulai dengan Indonesia Open Aquatic Championship itu sudah live untuk renang," tutur Zoraya.
"Nah, tahun 2026 ini kita akan galakkan lagi untuk live streaming, sehingga masyarakat Indonesia bisa mengikuti semua pertandingan atau perlombaan ada dari cabor Akuatik Indonesia yang ke depan ini yang penting sekali adalah kejuaraan Asia Aquatic Championship Open Water Swimming yang ada di Bali tanggal 13-15 Juni 2026 itu nanti levelnya Asia jadi elit Asia itu nanti akan datang kembali dan insyaallah juga kami akan live streaming untuk itu, sehingga seluruh negara di Asia ini bisa mengambil feed-nya dari TV Indonesia dan menyebarkannya perlombaan itu di seluruh negara Asia yang di mana ada atlet-atletnya itu terima kasih," imbuhnya.
Selain urusan publikasi, PB AI juga melaporkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan database atlet nasional. Berkat bantuan teknologi, kini tercatat lebih dari 33.000 atlet telah terdaftar dalam sistem data PB AI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
Lain Lain 28 Februari 2026, 22:35
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
-
Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
Liga Italia 20 September 2026, 00:57
-
Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
Liga Italia 20 September 2026, 00:26
-
Link Live Streaming Sevilla vs Barcelona 20 September 2026
Liga Spanyol 19 September 2026, 23:59
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
-
Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
Liga Inggris 19 September 2026, 23:21
-
Man of the Match Brighton vs Arsenal: Pascal Gross
Liga Italia 19 September 2026, 23:14
-
Hasil Brighton vs Arsenal: The Gunners Kalah Telak 0-3
Liga Inggris 19 September 2026, 22:55
-
Mourinho Tak Khawatir Barcelona, Real Madrid Disebut Tak Bisa Dibandingkan
Liga Spanyol 19 September 2026, 22:00
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 19:26
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
























KOMENTAR