Ban MotoGP Jepang 2026 Bisa Jadi Penentu, Marc Marquez dan Ducati Wajib Waspada

Ban MotoGP Jepang 2026 Bisa Jadi Penentu, Marc Marquez dan Ducati Wajib Waspada
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (c) Ducati Corse

Bola.net - MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi menghadirkan tantangan baru setelah permukaan lintasan mengalami pelapisan ulang. Michelin pun mengubah alokasi ban dengan menghadirkan pilihan konstruksi yang lebih kaku.

Perubahan tersebut menjadi perhatian Ducati karena karakter ban belakang serupa sebelumnya menyulitkan Desmosedici di Red Bull Ring, Austria. Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang perlu mewaspadai kondisi tersebut dalam persaingan gelar.

Michelin menyediakan tiga pilihan ban depan dan tiga ban belakang untuk MotoGP Jepang. Keputusan itu dibuat berdasarkan simulasi dan data balapan sebelumnya karena belum tersedia hasil pengujian di atas aspal baru Motegi.

Kondisi tersebut membuat strategi pemilihan ban berpotensi menjadi faktor penting sepanjang akhir pekan. Ducati harus menemukan kombinasi yang tepat untuk mempertahankan keunggulannya di Motegi.

1 dari 2 halaman

Michelin Siapkan Ban dengan Konstruksi Berbeda

Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (c) Ducati Corse

Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (c) Ducati Corse

Untuk ban depan, Michelin tetap menyediakan tipe Soft, Medium, dan Hard dengan tingkat kekakuan yang sama seperti tahun lalu. Seluruhnya menggunakan kompon simetris, sementara tipe Hard memiliki konstruksi khusus yang diperkuat.

"Untuk ban depan, tipe Soft, Medium, dan Hard tetap memiliki tingkat kekakuan yang sama seperti tahun lalu dan semuanya menggunakan kompon simetris," jelas Piero Taramasso, Manajer Michelin Motorsport Two-Wheel Competition.

"Namun, ban depan tipe Hard memiliki konstruksi khusus yang diperkuat. Ini adalah solusi yang sangat cocok untuk sirkuit-sirkuit tertentu di Asia dan juga akan kami sediakan di Mandalika."

Untuk ban belakang, Michelin memilih tingkat kekakuan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu demi memberikan margin keamanan tambahan. Tipe Soft dan Medium tetap menggunakan casing standar Michelin.

"Untuk ban belakang, kami memilih tingkat kekakuan yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu guna memberikan margin keamanan tambahan, mengingat adanya ketidakpastian terkait kondisi aspal baru. Tipe Soft dan Medium menggunakan casing standar kami," kata Taramasso.

2 dari 2 halaman

Ducati dan Marc Marquez Wajib Waspada

Motor Desmosedici GP26 milik Pecco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP 2026. (c) Ducati Corse

Motor Desmosedici GP26 milik Pecco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP 2026. (c) Ducati Corse

Motegi selama ini menjadi salah satu sirkuit yang bersahabat bagi Ducati. Mereka memenangi tujuh balapan terakhir di sana, termasuk kemenangan ganda Pecco Bagnaia pada Sprint dan Grand Prix musim lalu.

Pada edisi tahun lalu, pembalap lebih memilih ban depan Medium untuk kedua balapan. Ban belakang Soft digunakan pada Sprint, sedangkan ban Medium menjadi pilihan untuk Grand Prix.

Namun, aspal baru Motegi membuat pola tersebut belum tentu kembali diterapkan. Jika ban belakang Hard menjadi pilihan paling kompetitif, Ducati bisa menghadapi masalah karena Desmosedici sebelumnya kesulitan mendapatkan grip dengan ban tersebut di Red Bull Ring.

Marc Marquez sendiri finis kedua pada Sprint Austria di belakang Jorge Martin setelah Pedro Acosta terjatuh saat memimpin. Ia kemudian bangkit dari masalah rem dan finis kelima pada Grand Prix sebagai pembalap Ducati terdepan.

Sumber: Crash


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL