Bos Yamaha Siapkan Jalan Aldi Satya Mahendra untuk Naik Kelas, Paolo Pavesio: Bisa Seperti Manu Gonzales

Bos Yamaha Siapkan Jalan Aldi Satya Mahendra untuk Naik Kelas, Paolo Pavesio: Bisa Seperti Manu Gonzales
Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio (c) Asad Arifin

Bola.net - Yamaha mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk membuka jalan bagi Aldi Satya Mahendra menuju level tertinggi. Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menilai pembalap Indonesia berusia 20 tahun itu memiliki arti penting bagi Yamaha dan masih berpeluang melanjutkan karier ke kelas yang lebih tinggi.

Aldi mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia World Supersport 300 (WorldSSP300) pada 2024. Setelah pencapaian tersebut, ia melanjutkan perjalanan kariernya ke kelas World Supersport (WorldSSP) sebagai bagian dari proses peningkatan level kompetisi.

Pavesio ingin melihat Aldi terus berkembang, baik dari sisi kecepatan maupun profesionalisme sebagai pembalap. Menurutnya, perjalanan menuju kelas yang lebih tinggi tidak harus selalu mengikuti jalur yang sama karena setiap pembalap memiliki kesempatan untuk berkembang melalui rute berbeda.

Selain mempersiapkan masa depan Aldi, Yamaha juga mulai memikirkan regenerasi pembalap Indonesia untuk kompetisi internasional. Rencana penerapan motor Yamaha YZF-R7 sebagai motor seragam atau one-make machine di Moto3 pada 2028 menjadi salah satu konteks penting dalam upaya mencari dan membina talenta muda Tanah Air.

1 dari 2 halaman

Paolo Pavesio Nilai Aldi Satya Mahendra Masih Bisa Berkembang

Aksi Fantastis Aldi Satya Mahendra Ukir Podium Di World Supersport Misano  (c) Dok. YIMM

Aksi Fantastis Aldi Satya Mahendra Ukir Podium Di World Supersport Misano (c) Dok. YIMM

Pavesio menegaskan bahwa Aldi merupakan sosok penting dalam program balap Yamaha. Keberhasilan pembalap asal Indonesia itu menjuarai WorldSSP300 pada 2024 menjadi salah satu pencapaian yang mendukung langkahnya menuju persaingan di kelas lebih tinggi.

“Untuk saat ini, saya harus katakan bahwa Aldi adalah pembalap yang sangat berarti bagi Yamaha. Kami sudah mempromosikannya ke Supersport, atau bisa dibilang dia memang layak naik ke Supersport," buka Paolo Pavesio

Bagi Yamaha, promosi ke WorldSSP merupakan bagian dari proses pengembangan Aldi untuk menghadapi persaingan yang lebih kompetitif. Pavesio berharap pembalap berusia 20 tahun tersebut mampu mempertahankan kecepatannya sekaligus meningkatkan kualitas sebagai pembalap profesional.

"Saya sangat ingin dia terus berkembang, terus melaju, menjadi semakin profesional, dan menunjukkan kecepatannya," sambung Paolo Pavesio.

Pavesio juga melihat usia Aldi masih memberikan ruang untuk menjalani tahapan karier berikutnya. Meski Moto2 menjadi salah satu kemungkinan yang dapat dibidik, ia tidak menutup peluang bagi Aldi untuk menempuh jalur berbeda dalam upaya mencapai level tertinggi balap motor.

"Menurut saya, usianya juga masih memungkinkan, jadi dia bisa naik kelas secara bertahap, tapi bisa juga mengambil jalur lain," kata Paolo Pavesio.

2 dari 2 halaman

Yamaha Bidik Regenerasi Pembalap Indonesia Menuju Moto3 2028

Aksi Aldi Satya Mahendra ketiga balapan di World Supersport 2026 (c) Dok. YIMM

Aksi Aldi Satya Mahendra ketiga balapan di World Supersport 2026 (c) Dok. YIMM

Pavesio menilai perjalanan karier pembalap tidak selalu harus melewati tahapan kompetisi yang seragam. Ia mencontohkan Manuel Gonzalez sebagai pembalap yang tidak pernah berkompetisi di Moto3, tetapi tetap mampu membangun karier hingga mencapai level balap yang lebih tinggi.

Manuel Gonzalez saat ini berada di Moto2 dan sedang memimpin klasemen musim 2026. Manu Gonzalez unggul 10,5 poin dari pembalap BLU CRU Yamaha Pramac, Izan Guevara. Berkaca dari kasus Manu, Paolo pun berharap Aldi bisa mengambil langkah yang sama.

"Kita punya contoh Manu Gonzalez, yang belum pernah balapan di Moto3, jadi menurut saya ini bisa menjadi pemicu semangat," katanya.

"Selain itu, kita juga perlu melihat calon pembalap Indonesia berikutnya. Sekarang usianya 13 atau 14 tahun, dan dialah yang akan memulai debut di Moto3 yang baru bersama Pramac," papar Paolo Pavesio.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian Yamaha tidak hanya tertuju pada perkembangan Aldi, tetapi juga pada pencarian generasi pembalap Indonesia berikutnya.

Sementara, bagi Aldi, dukungan Yamaha membuka ruang untuk terus membuktikan kapasitasnya di WorldSSP sebelum membidik tantangan berikutnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL