
Bola.net - Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder, dapat cap sebagai rider MotoGP paling nekat pada Minggu (15/8/2021). Bagaimana tidak? Ia sukses memenangi Seri Austria di Red Bull Ring dengan menggunakan ban kering, ketika hujan deras mengguyur pada empat lap terakhir. Lewat Crash.net, ia pun menjelaskan jalannya balap.
Start ke-10, Binder naik ke posisi 8 dalam empat lap, dan kemudian naik satu posisi lagi usai Johann Zarco terjatuh pada Lap 18. Pada Lap 23, hujan mulai turun dan Binder naik ke posisi 6 usai Jack Miller memutuskan masuk ke pit untuk ganti motor. Sejak itu, rider Afrika Selatan ini pun terus mendekati lima pembalap di depannya.
Pada Lap 25, empat lap sebelum finis, hujan makin deras. Marc Marquez, Pecco Bagnaia, Jorge Martin, Joan Mir, dan Fabio Quartararo masuk ke pit untuk ganti motor. Namun, Binder secara mencengangkan memutuskan tetap di lintasan dengan ban kering. Ia pun memimpin balapan sampai finis, meski terseok-seok karena bannya selip.
Akui Tampil Buruk Sebelum Hujan Turun

Ini adalah podium kedua Binder di MotoGP, yakni sejak ia memenangi MotoGP Ceko pada 2020 lalu. "Semalam saya pergi tidur sambil berpikir ingin naik podium. Rasanya sudah lama sekali! Ini rentang waktu terpanjang saya tak naik podium. Saya sering sangat dekat, beberapa kali finis keempat, namun tak bisa naik podium," curhatnya.
Binder pun mengakui, sebelum hujan turun, dirinya menjalani balapan dengan buruk. Sensasinya dengan ban belakang medium tak sama dengan yang ia rasakan selama sesi latihan dan kualifikasi. Tiap mengerem, bannya selip di berbagai bagian trek, dan tiap membuka gas, bannya juga tak membantunya melaju cepat.
"Saya sungguh kesulitan, tapi saat mulai hujan, saya mendekati grup terdepan dan hanya ada empat lap tersisa. Saya bisa lihat mereka siap masuk pit, karena saya lihat Marc melihat ke belakang. Namun, saya tak bisa memilih ikut masuk atau tidak," ungkap juara dunia Moto3 2016 ini.
Teringat Obrolan dengan Darryn Binder
Yang lebih mencengangkan, Binder ternyata baru memilih untuk tetap di lintasan pada momen-momen terakhir, yakni saat melihat lima rider lainnya masuk ke jalur masuk pit lane pada Lap 25. Ia ingin menjajal kemampuannya dalam kondisi hujan deras, meski pada akhirnya ia sempat cemas karena rem dan bannya menjadi dingin pada lap penutup.
"Saya baru ambil keputusan pada momen terakhir. Saat saya lihat mereka masuk, saya ingin coba. Lap pertama oke, tapi dua yang terakhir sungguh lain. Pada lap terakhir, rem dan ban saya benar-benar dingin. Sulit tetap melaju. Namun, Anda kadang memang harus berjudi dan hari ini semua terbayar. Saya sungguh bahagia," tuturnya.
Binder pun mengaku aksi ini ia lakukan juga berkat obrolan dengan Darryn Binder yang turun di Moto3. "Saya ingat adik saya bilang dia kagum dengan grip lintasan saat pakai ban kering di kondisi basah. Saya rasa ini ada kaitannya. Tapi saya bakal tetap senang jika jatuh saat menjajalnya. Pada akhirnya, saya bahagia ada di sini," pungkasnya
Sumber: Crashnet
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Brad Binder Jelaskan Aksi Nekat Menangi MotoGP Austria Pakai Ban Kering
Otomotif 16 Agustus 2021, 08:36
-
Hasil Balap MotoGP Austria: Brad Binder Menang Dramatis dalam Guyuran Hujan
Otomotif 15 Agustus 2021, 19:47
-
Naik 12 Posisi, Brad Binder Selamatkan Wajah KTM di Kandang Sendiri
Otomotif 9 Agustus 2021, 15:57
-
Para Rival: Valentino Rossi Balapan di Timnya Sendiri, Mengapa Tidak?
Otomotif 23 Juli 2021, 12:11
-
KTM Sebut Miguel Oliveira-Brad Binder 'Dream Team' di MotoGP
Otomotif 16 Juli 2021, 14:35
LATEST UPDATE
-
Arsenal Tersandung dan Dituding Kena Mental, Arteta Membantah!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 05:30
-
Jalan Pulang Lionel Messi ke Barcelona
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 05:00
-
Hasil Al Nassr vs Al Hazm: Dua Gol Ronaldo Genapkan Kemenangan 4-0
Asia 22 Februari 2026, 04:27
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Februari 2026
Voli 22 Februari 2026, 04:00
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR