
Bola.net - Eks Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengaku bahwa Valentino Rossi sempat hampir membela Suzuki di MotoGP usai terpuruk di Ducati pada 2011 dan 2012. Namun, rencana tersebut batal total gara-gara masalah waktu yang tidak tepat. Alhasil, Rossi pun kembali ke Yamaha pada 2013.
Brivio dikenal sebagai orang yang paling berjasa memboyong Rossi dari Repsol Honda ke Gauloises Yamaha pada 2004, saat ia masih menjabat sebagai manajer skuad tersebut. Namun, saat Rossi pindah ke Ducati pada 2011, ia juga ikut hengkang dari Yamaha dan menjadi manajer pribadi The Doctor.
Pada akhir 2011, usai berlaga bersama Alvaro Bautista, Suzuki memilih vakum dari MotoGP, tetapi dengan niatan kembali suatu saat nanti. Saat sibuk memanajeri Rossi, Brivio uniknya dihubungi oleh Project Leader Suzuki, Shinichi Sahara, yang ingin menggaet Rossi untuk musim 2014.
"Saya pergi dari Yamaha pada akhir 2010, seperti Vale. Pada akhir 2011, Suzuki meninggalkan MotoGP, tapi seisi paddock tahu mereka sudah ingin berhenti pada 2010. Jadi, mereka balapan pada 2011 dengan satu motor demi menghormati kontrak Dorna," kisah Brivio via Slick Magazine, seperti dikutip Crash.net, Minggu (25/12/2022).
Valentino Rossi Tak Bisa Tunggu Suzuki Setahun
Project Leader Suzuki MotoGP, Shinichi Sahara (c) Suzuki
"Pada pernyataan resmi Suzuki saat mengumumkan pengunduran diri, tertulis 'kami akan kembali'. Jadi, seisi paddock juga tahu bahwa kisah mereka takkan berhenti di situ. Namun, sudah jelas, saat itu saya tak berpikir bahwa saya bakal mencapai kesepakatan dengan Suzuki dalam waktu dekat," lanjut Brivio.
Melihat Rossi sulit kompetitif bersama Ducati, Sahara pun menghubungi Brivio pada awal 2012. Pria Jepang tersebut mengaku bahwa Suzuki hendak kembali ke MotoGP pada 2014 dan menyatakan ketertarikan menggaet Rossi. Brivio kemudian menyampaikan niatan Sahara kepada Rossi, tetapi mendapat penolakan.
"Saya katakan ini pada Vale, tahu kontraknya dengan Ducati valid sampai akhir 2012. Ia bilang ia butuh motor untuk 2013, bukan 2014. Jadi, ia tak bisa menunggu Suzuki. Itu yang saya katakan kepada Sahara, 'Terima kasih atas ketertarikanmu, tetapi kami tak bisa melakukan apa-apa'," tutur Brivio.
Suzuki Bikin Markas di Italia demi Valentino Rossi

Uniknya, saat menyatakan ketertarikan pada Rossi, Sahara juga mengaku pada Brivio bahwa Suzuki bertekad membangun markas di Italia demi dekat dengan The Doctor. Namun, setelah dapat penolakan, Suzuki tetap membangun markas di Italia, dan mereka kemudian merayu Brivio untuk jadi manajer mereka pada 2013.
"Selama beberapa waktu kami tak dengar apa-apa dari satu sama lain. Namun, setelah beberapa saat, Sahara menghubungi saya lagi. Kali ini ia bilang, 'Jika kami mempertahankan Italia sebagai markas untuk tim baru Suzuki, apakah kau tertarik jadi manajernya'?" ucap pria asal Italia ini.
"Saat Sahara menanyakan Vale, ia bilang Suzuki ingin bikin markas tim di Italia, demi dekat dengan Vale. Jadi, ide membentuk markas di Italia memang sudah ada. Kali ini saya pun bilang, 'Ya, aku tertarik'," tutup Brivio. Suzuki sendiri akhirnya kembali ke MotoGP pada 2015, dan menyabet gelar dunia dengan Joan Mir pada 2020.
Sumber: Slick Magazine, Crashnet
Baca juga:
- 'Fabio Quartararo Muak pada Yamaha, Bakal Rela ke Suzuki Andai Timnya Masih Ada'
- 7 Juara MotoGP yang Diundang Valentino Rossi ke Motor Ranch, Rival Sengit Bahkan Datang
- Alex Marquez: Bela Ducati Bikin Pikiran Saya Tenang
- 10 Juara Dunia MotoGP Tertua Sepanjang Sejarah, Valentino Rossi di Posisi Berapa?
- 10 Juara Dunia MotoGP Termuda Sepanjang Sejarah, Pecco Bagnaia Ternyata Tak Termasuk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Davide Brivio Akui Valentino Rossi Sempat Hampir Bela Suzuki, Kenapa Batal?
Otomotif 29 Desember 2022, 12:43
-
7 Juara MotoGP yang Diundang Valentino Rossi ke Motor Ranch, Rival Sengit Bahkan Datang
Otomotif 25 Desember 2022, 20:33
-
Foto: Mobil Baru Valentino Rossi, Pembalap Anyar BMW M Motorsport
Otomotif 23 Desember 2022, 11:00
-
Valentino Rossi Resmi Jadi Pembalap Baru BMW, Terikat Kontrak Pabrikan!
Otomotif 23 Desember 2022, 10:47
-
Valentino Rossi Sebut Yamaha Harus Berubah Jika Mau Kejar Ducati
Otomotif 18 Desember 2022, 18:30
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 21 Februari 2026, 08:15
-
Prediksi Nottm Forest vs Liverpool 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 07:29
-
Kualitas Pemain Lokal Timnas Indonesia Bikin Kagum Shayne Pattynama: Sangat Bagus!
Tim Nasional 21 Februari 2026, 05:50
-
Hasil Sassuolo vs Verona 3-0: Jay Idzes Tampil Penuh, Berardi Jadi Pembeda
Liga Italia 21 Februari 2026, 05:18
-
Prediksi Atalanta vs Napoli 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:58
-
Prediksi Barcelona vs Levante 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 03:37
-
Michael Carrick Beri Sinyal Siap Bertahan Lebih Lama di Manchester United
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:34
-
Prediksi Roma vs Cremonese 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 03:32
-
Dari Nyaris Hengkang Hingga Tak Tergantikan, Keajaiban Mainoo di Tangan Carrick
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:18
-
Prediksi Tottenham vs Arsenal 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:12
-
Prediksi PSG vs Metz 22 Februari 2026
Liga Eropa Lain 21 Februari 2026, 03:05
-
Prediksi Man City vs Newcastle 22 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR