Bola.net - - General Manager Ducati Corse, Luigi 'Gigi' Dall'Igna mengaku pihaknya belum terpikir untuk balik mengajukan tuntutan tertuju pada Aprilia, Honda, KTM dan Suzuki lewat Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) mengenai kontroversi winglet pada swingarm ketiga motor Desmosedici GP19 di MotoGP Qatar dua pekan lalu. Hal ini ia nyatakan dalam wawancaranya bersama MotoGP.com.
Aprilia, Honda, KTM dan Suzuki diketahui melayangkan protes tertuju pada Ducati lewat FIM MotoGP Stewards Panel usai Andrea Dovizioso meraih kemenangan. Mereka menyebut winglet tersebut menyalahi regulasi karena dinilai menghasilkan downforce tambahan, meski Ducati menegaskan fungsi winglet tersebut hanyalah mendinginkan ban belakang demi menghindari overheating.
FIM MotoGP Stewards Panel pun menolak protes ini dengan menyebut winglet Ducati memenuhi regulasi teknis yang telah ditetapkan Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge. Meski begitu, keempat pabrikan pemrotes bersikeras perangkat tersebut ilegal dan mengajukan kasus ini ke FIM Court of Appeal. Sidang akan segera digelar dalam waktu dekat dan hasilnya akan diumumkan sebelum MotoGP Argentina, 29-31 Maret.
Dibikin Bingung Sikap Pemrotes

Dall'Igna pun tak menutupi bahwa amarahnya berlipat ganda. Selain meyakini winglet-nya sangat sesuai dengan regulasi, ia sangat kecewa atas sikap keempat pabrikan yang melakukan protes tanpa melalui diskusi yang tenang dalam pertemuan Asosiasi Pabrikan (MSMA) seperti biasa. Menurutnya, sikap ini cenderung mencoreng kredibilitas Aldridge dan Federasi Balap Motor Internasional (FIM).
"Kami agak bingung atas semua ini. Sebelumnya, masalah apa pun selalu diselesaikan dalam MSMA atau bersama Direktur Teknis. Ini pertama kali tim mengajukan komplain berdasar keraguan teknis. Ini perbedaan besar dibanding masa lalu, sebuah perbedaan negatif. Mereka mempertanyakan Direktur Teknis, satu-satunya orang yang bisa memutuskan apakah sebuah perangkat pada motor legal atau tidak," ujarnya.
Dall'Igna juga mengaku sama sekali tak habis pikir soal sikap Honda yang tak bijak dalam melakukan protes. "Sudah jelas empat pabrikan ini memutuskan mengambil cara lain, dan yang mengejutkan adalah Honda, yang bersama kami dan Yamaha merupakan 'pelopor' kejuaraan ini. Hanya karena mereka selalu berpartisipasi sejak awal, mereka memutuskan mengubah aturan, menantang Federasi," ungkap Dall'Igna.
Belum Kepikiran Pergi ke CAS

Di lain sisi, Dall'Igna ingin tetap berpikir positif dan yakin winglet ciptaannya akan dinyatakan legal oleh FIM Court of Appeal, karena menurutnya para insinyur Ducati selalu menghormati regulasi yang ada. Ia juga belum memikirkan peluang untuk naik banding ke CAS jika sidang FIM menghasilkan keputusan berbeda.
"Dalam FIM, levelnya berhenti sampai Court of Appeal. Anda bisa pergi ke CAS, yang merupakan pengadilan olahraga, tapi ini melewati perimeter FIM. Saya ogah memikirkan peluang mencapai ke titik tersebut, karena kami sangat yakin memenuhi regulasi dan kami tak lihat alasan mengapa Court of Appeal ambil keputusan berbeda. Jika begitu, kami akan melakukan evaluasi dan kami akan memikirkannya (naik banding ke CAS), tapi nanti saja," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ketika Formula 1 Ikut 'Heboh' Soal Winglet Ducati
Otomotif 19 Maret 2019, 16:35
-
Suzuki Uji 'Kekompakan' Alex Rins dan Joan Mir
Otomotif 19 Maret 2019, 14:50
-
Quartararo Jadikan Lorenzo Referensi Kendarai Yamaha
Otomotif 19 Maret 2019, 14:10
-
Biaggi Sarankan MotoGP Belajar Penulisan Regulasi dari Formula 1
Otomotif 19 Maret 2019, 13:00
-
Seru Lawan Rossi, Bagnaia Tetap Jadi Kawan Morbidelli
Otomotif 19 Maret 2019, 12:10
LATEST UPDATE
-
Hasil Al-Nassr vs Al-Qadisiyah: Ronaldo Cetak Gol, tapi Tim Tuan Rumah Tetap Kalah
Asia 9 Januari 2026, 03:29
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR