
Bola.net - Fabio Quartararo menyatakan hengkangnya Marc Marquez dari Repsol Honda akhir musim lalu menjadi tamparan bagi Yamaha di MotoGP. Hal ini melecut pabrikan Garpu Tala untuk berinvestasi lebih besar dan merekrut banyak orang baru agar Quartararo tak melakukan hal serupa pada 2025.
Seperti yang diketahui, Honda sangat terpuruk sejak Marquez mengalami cedera lengan yang parah pada 2020, seolah hilang arah. Ketika Marquez sudah pulih pun, permasalahan Honda tetap pelik, bahkan kian buruk. Marquez akhirnya memilih pindah ke Ducati lewat Gresini Racing musim ini.
Quartararo sendiri nyaris mengambil langkah serupa pada 2025, santer digosipkan berdiskusi dengan Aprilia. Namun, usai melihat Yamaha mulai mengubah cara kerjanya dengan menggaet insinyur-insinyur Eropa dari Ducati, 'El Diablo' akhirnya memilih bertahan di Monster Energy Yamaha.
Markas Italia Lebih Sibuk dari Markas di Jepang

"Hengkangnya Marquez dari Honda ke Ducati membangunkan banyak orang di Yamaha. Mereka merekrut banyak insinyur baru. Ada banyak hal yang terjadi di [markas] Italia ketimbang di Jepang," ungkap Quartararo kepada Canal+ seperti yang dikutip Crash.net, Sabtu (20/4/2024).
Hal yang paling disorot Quartararo adalah cepatnya Yamaha menanggapi sebuah kendala dan mencari solusinya. "Kecepatan soal perangkat-perangkat mana yang bisa diubah telah berubah. Sangat menarik bagi saya untuk lanjut dengan Yamaha," ujar juara dunia MotoGP 2021 ini.
Penting untuk 2025 dan 2026

Quartararo juga menyadari bahwa podium akan tetap sulit diraih musim ini. Namun, tahun ini akan jadi tahun yang krusial bagi Yamaha dalam mengembangkan YZR-M1 demi kembali tampil kompetitif pada 2025 dan 2026.
"Saya rasa Yamaha salah satu jenama yang berinvestasi begitu banyak dalam proyeknya. Kita akan melihat beberapa kemajuan tahun ini. Saya rasa tahun ini bakal sangat sulit untuk memperebutkan podium, tetapi tahun ini bakal sangat penting untuk dua musim ke depan," tutupnya
Sumber: Canal+, Crashnet
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Fabio Quartararo Sebut Hengkangnya Marc Marquez dari Honda Bikin Yamaha 'Insaf'
Otomotif 22 April 2024, 12:09
-
Marc Marquez Buka Kans Pindah Tim Lagi: Aprilia Masih Pilih-Pilih Pembalap
Otomotif 22 April 2024, 10:30
-
Mengapa Marc Marquez Tetap Happy Meski Gagal Finis di MotoGP Austin?
Otomotif 15 April 2024, 14:45
-
Marc Marquez Kecelakaan di MotoGP Austin 2024, Apa Sih Penyebabnya?
Otomotif 15 April 2024, 10:15
-
Kekuasaan KTM di MV Agusta Menguat, Waktunya Gaet Marc Marquez di MotoGP?
Otomotif 5 April 2024, 14:15
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR