Bola.net - - Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso terpaksa rela gagal naik podium dalam MotoGP Belanda di Sirkuit Assen pada hari Minggu (1/7). Keduanya bertarung sengit sepanjang balapan, namun berbeda pendapat soal pertarungan mereka di akhir balap.
Pada awal Lap 25, Rossi dan Dovizioso masing-masing melaju di posisi kedua dan ketiga di belakang Marc Marquez. Dovizioso pun berusaha menyalipnya menuju tikungan pertama, keduanya pun bersisian saat melakukan pengereman dan bersenggolan. Alhasil, keduanya melebar dan tersalip oleh Maverick Vinales dan Alex Rins.
"Saat tersisa dua lap, saya berada di posisi yang baik, karena saya di posisi kedua dan saya merasa berpotensi naik podium, tapi Dovi mencoba menyalip saya di tikungan pertama. Di sana, saya sangat kuat pada pengereman, sayangnya ia datang terlambat, terlalu cepat dan saya harus melebar," ujar Rossi kepada Crash.net usai finis kelima.
Dovizioso Agresif

Rossi pun meyakini bahwa aksi Dovizioso yang berusaha menyalipnya di tikungan pertama merupakan manuver agresif, tak bijak dilakukan karena justru membuat keduanya sama-sama kehilangan kesempatan untuk angkat trofi.
"Itu aksi agresif. Tapi kita lihat banyak manuver macam itu hari ini, minimal 25 aksi agresif! Tapi aksi Dovi tidak cerdas bila dipandang dari sudut pandang strategi, karena kami berdua berpotensi naik podium, dua dan tiga, dan dengan begini kami malah kehilangan hasil itu dan harus finis keempat dan kelima. Disayangkan, tapi beginilah adanya," ungkap Rossi.
Tanggapan Dovizioso

Dovizioso pun membantah pernyataan Rossi tersebut, menyebut bahwa The Doctor lah yang justru mengambil keputusan yang salah karena mengerem saat berada di jalur luar. Rider berusia 32 tahun ini tetap yakin ia melakukan manuver yang tidak agresif ataupun 'gila.
"Kala itu, kami sama-sama ingin keluar dari Tikungan 1 di posisi terdepan. Tapi Vale ada di jalur luar, jadi saya mengendalikan pengereman. Saya tak melakukan sesuatu yang gila, dan saya tetap di lintasan. Saya meletakkan diri saya pada posisi Vale, saya paham karena ia jelas kehilangan beberapa posisi," ungkapnya.
"Saya rasa ia justru ambil keputusan yang salah, karena jika Anda di jalur dalam, maka Andalah yang mengerem lebih dalam. Jika Anda di jalur luar, mengerem dua kali, maka itu ide yang buruk. Inilah yang terjadi. Saya turut menyesal untuknya, tapi begitulah kenyataannya," pungkas DesmoDovi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi: Yamaha Kompetitif, Tapi Susah Juara!
Otomotif 2 Juli 2018, 15:40
-
Lorenzo-Rossi Akui Sama-Sama Beruntung Tak Kecelakaan
Otomotif 2 Juli 2018, 11:45
-
Gagal Podium, Rossi Tuduh Dovizioso Lakukan Aksi Agresif
Otomotif 2 Juli 2018, 10:30
-
Klasemen Sementara MotoGP 2018 Usai Seri Belanda
Otomotif 1 Juli 2018, 20:15
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Belanda 2018: Marquez Rebut Pole
Otomotif 30 Juni 2018, 20:10
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR