
Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, mengaku turut prihatin atas situasi Franco Morbidelli, yang selama tiga musim beruntun tak pernah dapat motor baru dari Yamaha meski sukses jadi runner up MotoGP 2020. Kepada GPOne, Dall'Igna menyatakan hal macam ini takkan terjadi andai Morbidelli ada di Ducati.
Morbidelli membela Petronas Yamaha SRT sejak 2019, dan ia sempat diremehkan karena jadi rider Yamaha dengan peringkat terendah kala itu. Namun, pada 2020, ia menggebrak meski tetap pakai M1 2019 sementara tiga rider Yamaha lainnya pakai M1 2020. Ia sukses meraih lima podium, tiga kemenangan, dan jadi runner up.
Menjelang akhir musim lalu, melihat performanya yang kian kuat, Morbidelli dan SRT pun meminta Yamaha menyediakan M1 spek pabrikan terbaru untuk 2021. Sayang, proposal ini ditolak. Yamaha berdalih bahwa Covid-19 membuat pihak mereka tak bisa menyediakan M1 terbaru ketiga akibat krisis ekonomi yang melanda.
Uang Memang Krusial, Tapi Sikap Sportif Juga Penting

Meski belum juara lagi sejak 2007, Ducati dikenal memberikan dukungan teknis cukup adil kepada ridernya. Empat ridernya kini pakai Desmosedici GP21, sementara dua lainnya dapat GP20 dengan dukungan teknis langsung dari markas. Dall'Igna yakin Ducati takkan ambil langkah serupa seperti cara Yamaha memperlakukan Morbidelli.
"Saya tak yakin Ducati akan berperilaku seperti itu kepada seorang rider yang jadi runner up. Sudah jelas uang memang berpengaruh di kejuaraan ini, namun sisi sportif juga harus jadi salah satu hal utama yang dipikirkan pabrikan jika menyangkut tim dan pembalap," ujar Dall'Igna seperti yang dikutip Speedweek, Rabu (16/6/2021).
Di lain sisi, eks Direktur Teknis Aprilia Racing ini juga bisa memahami situasi Yamaha. Mengingat Covid-19 membuat MotoGP 2020 digelar pada tengah tahun, maka keputusan soal dukungan teknis juga tak bisa diambil dalam sekejap. Mereka kemungkinan juga tak menyangka bahwa Morbidelli bakal membuat gebrakan besar.
Puji Kiprah Franco Morbidelli

"Memang benar bahwa keputusan macam itu (memberikan motor spek pabrikan) tak bisa diambil pada akhir musim karena terlalu terlambat. Keputusan itu harus diambil pada Juni-Juli. Saya bisa bayangkan Yamaha sedikit tak siap karena tahun lalu musim balap juga terlambat digelar," ungkap Dall'Igna, yang memimpin Ducati sejak akhir 2013.
"Mereka mendapati situasi tak nyaman. Rider penting ada di peringkat yang baik, tapi mereka tak punya waktu menangani situasi dengan cara terbaik. Sayangnya, ini nasib sial Franco. Jelas hal yang tepat adalah memberinya motor sebaik mungkin. Franco layak mendapatkannya, karena ia menjalani musim dengan luar biasa," tutup pria Italia ini.
Sejak bergabung dengan Petronas SRT, Morbidelli juga satu-satunya rider yang kontraknya tak terikat langsung dengan Yamaha, melainkan hanya terikat dengan tim asal Malaysia tersebut. Kontraknya pun akan habis pada akhir 2022 mendatang.
Sumber: GPOne, Speedweek
Video: Gaya Nyeleneh Valentino Rossi di MotoGP
Baca Juga:
- Risiko Lebih Tinggi, Para Rider MotoGP Enggan Balapan di Sirkuit Jalanan
- Alex Rins Coba Balapan di MotoGP Jerman Usai Cedera Tangan
- Jack Miller: MotoGP Olahraga Egois, Rider Harus Bahagiakan Diri Sendiri
- Miller-Bagnaia Tetap Pede Jelang Sachsenring Meski Tak Cocok untuk Ducati
- Fabio Quartararo Tak Cocok di Sachsenring, Maverick Vinales Bidik Podium
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gigi Dall'Igna: Ducati Takkan Perlakukan Franco Morbidelli Seperti Yamaha
Otomotif 17 Juni 2021, 13:15
-
Franco Morbidelli Dambakan Karier Panjang di Yamaha, Asal...
Otomotif 15 Juni 2021, 10:38
-
Franco Morbidelli Sebut Kurangnya Dukungan Yamaha Bagai 'Lingkaran Setan'
Otomotif 15 Juni 2021, 09:43
-
Fabio Quartararo Yakin Miguel Oliveira Kandidat Juara Dunia MotoGP 2021
Otomotif 14 Juni 2021, 13:56
LATEST UPDATE
-
Masa Depan Bruno Fernandes Ditentukan Tiket Liga Champions
Liga Inggris 25 Februari 2026, 18:13
-
Dua Singa di Lini Serang Timnas Norwegia: Sorloth dan Haaland!
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Atalanta vs Dortmund - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:45
-
Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:17
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
Tak Lagi Percaya Di Gregorio, Juventus Intip Peluang Gaet Alisson dari Liverpool
Liga Italia 25 Februari 2026, 15:23
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
-
Santiago Bernabeu Membara! Real Madrid vs Benfica: Duel Hidup Mati Menuju 16 Besar UCL
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:17
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Benfica: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58

























KOMENTAR