Bola.net - Secara tak langsung, Nicky Hayden memperingatkan Andrea Dovizioso dan Ben Spies mengenai karakter motor Ducati. Kedua pebalap yang kini masih membela Yamaha itu resmi akan membela pabrikan Italia tersebut musim depan.
"Selalu sulit memprediksi bagaimana seorang pebalap bisa mengendalikan Ducati. Beberapa pebalap cocok mengendarainya, tapi beberapa lagi tidak," ungkap Hayden.
Menurut juara dunia MotoGP 2006 itu, motor Ducati memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan motor-motor Jepang (Honda dan Yamaha).
"Motor-motor Eropa lebih kaku. Jika seorang pebalap tak punya pengalaman di MotoGP, maka akan lebih mudah untuk beradaptasi. Saya sendiri butuh waktu lama melakukannya," ujar pebalap Amerika Serikat tersebut. "Yang terpenting, jangan melakukan proses adaptasi secara berlebihan. Inilah Ducati, seorang pebalap tak bisa menganggapnya seperti Yamaha."
Hayden memprediksi bahwa Andrea Iannone akan lebih handal menaklukkan Desmosedici daripada Dovizioso dan Spies. Tahun depan, Iannone akan menjadi seorang rookie (pendatang baru) yang tak pernah mendapat pengalaman di MotoGP.
"Terkadang, pebalap yang belum pernah mengendarai motor MotoGP manapun bisa lebih mudah beradaptasi dengan Ducati. Jika seorang pebalap pernah mengendarai motor Jepang, maka mengendarai Ducati akan sangat sulit," tutup Hayden.
Musim depan, Hayden akan bertandem dengan Dovizioso di tim Ducati. Sedangkan Spies dan Iannone akan membela tim Pramac Racing. Sebelum bergabung dengan pabrikan asal Bologna itu, Hayden pernah membela Repsol Honda selama enam tahun. (sp/kny)
"Selalu sulit memprediksi bagaimana seorang pebalap bisa mengendalikan Ducati. Beberapa pebalap cocok mengendarainya, tapi beberapa lagi tidak," ungkap Hayden.
Menurut juara dunia MotoGP 2006 itu, motor Ducati memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan motor-motor Jepang (Honda dan Yamaha).
"Motor-motor Eropa lebih kaku. Jika seorang pebalap tak punya pengalaman di MotoGP, maka akan lebih mudah untuk beradaptasi. Saya sendiri butuh waktu lama melakukannya," ujar pebalap Amerika Serikat tersebut. "Yang terpenting, jangan melakukan proses adaptasi secara berlebihan. Inilah Ducati, seorang pebalap tak bisa menganggapnya seperti Yamaha."
Hayden memprediksi bahwa Andrea Iannone akan lebih handal menaklukkan Desmosedici daripada Dovizioso dan Spies. Tahun depan, Iannone akan menjadi seorang rookie (pendatang baru) yang tak pernah mendapat pengalaman di MotoGP.
"Terkadang, pebalap yang belum pernah mengendarai motor MotoGP manapun bisa lebih mudah beradaptasi dengan Ducati. Jika seorang pebalap pernah mengendarai motor Jepang, maka mengendarai Ducati akan sangat sulit," tutup Hayden.
Musim depan, Hayden akan bertandem dengan Dovizioso di tim Ducati. Sedangkan Spies dan Iannone akan membela tim Pramac Racing. Sebelum bergabung dengan pabrikan asal Bologna itu, Hayden pernah membela Repsol Honda selama enam tahun. (sp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hayden: Gabung Ducati, Dovizioso-Spies Bakal Sulit Adaptasi
Otomotif 21 September 2012, 11:00
-
Hayden Dukung Keputusan Ducati Gaet Spies
Otomotif 20 September 2012, 09:00
-
Spies: Finis Kelima Terasa Seperti Podium!
Otomotif 18 September 2012, 11:00
-
Tak Mau Menyesal Tinggalkan MotoGP, Spies ke Ducati
Otomotif 17 September 2012, 11:00
-
Spies-Iannone Gabung Ducati, Gresini Belum Punya Pebalap
Otomotif 14 September 2012, 09:00
LATEST UPDATE
-
Barcelona Ajukan Tawaran Resmi untuk Bintang Borussia Dortmund Ini
Liga Spanyol 9 Juli 2026, 11:30
-
YPP Wujudkan Impian Rumah Sejahtera Terpadu untuk Warga Magelang
Lain Lain 9 Juli 2026, 08:59
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR